더 좋을 것이다 - AKAN MENJADI LEBIH BAIK
Ada kalanya kita berharap akan baik-baik saja atas semua kekacuan yang telah di buat.
Walau pada dasarnya kita tahu bahwa itu hal yang sangat tidak mungkin
●●●●●
Air perlahan membasahi wajah dan berlanjut ke seluruh tubuh David. Ia sekarang tengah mandi, namun setengah jiwanya sedang berkelana. Diusapnya dengan frustasi dari wajah hingga ke kepalanya. Ia kini telah menyesalinya. Menyesali semua perlakuannya pada Lili.
Bayangan dimana ia membencinya dan ikut percaya kalau Lili adalah orang yang telah melakukan percobaan pembunuhan pada Syana, membuatnya tersenyum getir akan kenyataan itu.
David mengusap wajahnya frustasi di tengah air yang mengguyurnya.
Setelah mandi, David bukannya beristirahat. Ia malah menuju ke sebuah ruangan yang tampak tak terurus lagi atau mungkin sudah jarang sekali digunakan. David masuk ke dalam dimana disana terasa sangat pengap karena debu berada dimana-dimana. David lalu menuju ke lemari usang dan meraih satu box berukuran sedang yang berada di atasnya. David meniup debu yang berada di atas box itu dan alhasil ia terbatuk akibat debu yang tak sengaja masuk pada jalur pernapasannya.
Setelah membersihkannya sedkit, box itu di bawa ke kamarnya. David mengunci rapat kamarnya. Ia membuka penutp boxnya dan hal yang pertama terlihat adalah sebuah album foto yang sudah agak usang. Album yang berisikan hampir sebagian besar foto Lili dan hanya sekitar 40% berisi foto mereka berdua. Mulai dari foto Lili yang ia ambil sejak hari pertama ke pindahannnya sampai foto terakhir saat mereka menonton film usai ulang tahunnya. Dan Yeah...foto-foto yang diambil tanpa sadar oleh Lili adalah hasil jepretannya yang diam-diam.
Tangan David terus berlanjut membuka lembaran demi lembaran, hingga ia terhenti pada sebuah foto yang di ambil di saat hari ulang tahun Lili. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana detail kejadian hari itu. lihatlah, krim kue yang mengotori wajah mereka berdoa dan berfoto dengan jari V sign serta menatap intens pada mereka.
David terkekeh mengingat kejadian itu. Bagiaman tidak, mereka sepakat untuk menatap intens ke arah kamera tapi setelahnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak setelahnya karena Lili merasa sangat lucu melihat hasil wajah David di kamera. Itu sangat lucu sekali dan juga menggemaskan.
David kemudian beralih pada kalung yang sempat menjadi saksi bisu pada hari itu. David menatap lamat-lamat kalung yang bersisa setengah hati itu.
"Apa ini bisa disatukan kembali?" ucapnya lirih...
______
Lili terlihat melamun. Sepanjang ia mengurus pasien tadi, ia sama sekali tidak fokus. Karena itu lah juga, ia mendapat semprotan dari seorang pasien dan juga mendapat teguran halus dari Yoo Ji. Kini ia mengela napas berat seakan ia sedang memikul beban yang sangat berat sekali.
"Ya.... Setidaknya aku harus Ahjussi itu." Ditutup lagi dengan helaan napas yang berat dan juga sedikit panjang.
______
Jay mendekat ke arah Kakeknya yang tengah bersantai di halaman sambil menikmati udara pagi dengan buku kesayangannya dan juga kopi hangat yang masih mengepul halus. Jay duduk di samping kakeknya dan menatap hamparan rumput hijau dan tumbuh-tumbuhan.
Kakek menyengrit melihat Jay tampak murung dengan menggunakan ekor matanya. Di tanggalkannya buku dan juga kaca mata yang asyik menemaninya membaca.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya kakek heran.
"Gara-gara aku, Lili kehilangan Ayahnya. Setidaknya, aku tidak harus menambah beban hidup Lili menjadi berat lagi setelah insiden itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
D E L U T I O N
RomansaDunia yang kau lihat itu adalah palsu. Tapi, bagaimana pun aku menunjukkan dunia yang benar itu sama sekali tidak berarti untukmu. Aku sudah mati di dasar tebing yang dingin. Sejauh ini aku, aku sudah mengupayakan segalanya. Dalam hal apa pun aku la...
