¤¤¤ 내 심장 - HATIKU ¤¤¤
Hati tak bisa di bohongi. Tapi, bagaimana
dengan hati yang bingung?
●●● LILI HWANG ●●●
Aku baru saja keluar dari ruangan Direktur Go dan menuju ke tempat dimana Lili bekerja. Aku menghabiskan beberapa waktu di dalam membicarakan hal yang tak aku sukai. Apa lagi kalau bukan tentang proyek drama yang akan di garap oleh David disini. Aku sebenarnya enggan, tapi mau bagaimana lagi. Aku harus berpikir rasional dan mengesampingkan emosi yang lain.
Ku lihat Lili yang tengah sibuk menangani pasien satu ke pasien yang lainnya. Dia sangat cekatan dan terlihat seperti dirinya sendiri. Dia tak terlihat terbebani atau merasa tidak nyaman, tak sedikit pun ada di dirinya. Benar, apa yang telah ia katakan. Ia benar-benar sudah bisa beradaptasi. Aku sangat senang akan ini semua.
Lili terlihat sibuk ketika mendapat pasien yang baru saja masuk. Pasien itu merupakan pria yang berbadan cukup kekar dan bertato banyak, mirip seperti seorang gengster. Lili mulai mengurusnya di bantu dengan dokter lainnya. Sepertinya, keberadaanku disini tak akan di sadarinya jika ia sesibuk itu. Ia terlalu gila dengan pekerjaan.
Tiba-tiba pria itu menghempas tangan Lili dengan keras saat Lili hendak mengurus pendaharan yang ada di lengan kirinya. Lili sempat terhuyung sedikit ke samping. Tampak di wajah Lili dan lainnya yang ada disitu agak terkejut, namun kembali lagi mereka berekspresi seperti biasa. Aku juga tak terlalu khawatir. Aku yakin Lili bisa mengatasinya. Pasien yang tipe seperti pria itu memang sangat banyak. Terkadang orang-orang sepertinya sangat keras kepala sekali.
"Apa yang baru saja kau lakukan?!!" Bentak pria itu yang tak terima saat Lili mengganti perbannya yang sudah sangat berlumuran darah.
"Tuan tenanglah... Ini tidak akan lama. Kami akan mengobatinya dengan cepat." Kata Lili mencoba meyakinkan pria itu. Ku lihat dokter yang lainnya juga mencoba membantunya.
"Mengobati? Omong kosong!"
Aku masih memantau bagaimana pria itu bersikap yang tetap mempertahankan keras kepalanya.
Lili tak mendengarkan pria itu dan mulai membuka perbannya.
"Hyak, kau tidak mendengarku? Eoh!!"
Lili tetap melanjutkan membuka perban yang terlihat hanya secarik kain yang di gunakan untuk menutupi seadanya luka yang ada di lengannya.
"Luka anda lumayan dalam. Saya akan menjahitnya." Kata Lili setelah melihat lukanya yang cukup besar dan lumayan panjang goresannya.
Lili memulai dengan menyuntikan biusnya. Belum sampai suntikan itu menyentuh kulitnya, pria itu sudah lebih dulu mendorong Lili hingga ia terjatuh dan punggungnya mengenai bangkar di sampingnya. Seluruh perhatian seketika teralihkan kesana.
Aku menjadi berapi di tempat aku berdiri. Tanganku mengepal kuat dan menatapnya seperti elang yang melihat mangsanya.
"Ada apa dengan pria bodoh itu!!" Geramku.
"Apa yang sedang anda lakukan?!" Tegur dokter yang membantu Lili yang aku dia adalah Yoo Ji. Aku mengenalnya karena aku yang memintanya untuk selalu berada di dekat Lili.
Yoo Ji segera membantu Lili berdiri. Lili mengisyaratkan pada Yoo Ji untuk tak melakukan apa-apa dan mengatakan padanya kalau ia baik-baik saja.
"Aku akan memulainya lagi." Lili kembali mengambil cairan dengan jarum suntiknya yang baru. "Tenanglah tuan."
Sekali lagi, pria itu menghempas tangan Lili. "Kau yakin tak ada sesuatu yang kau masukan ke dalam suntikan itu?"
"Ini hanya cairan bius biasa," jelas Yoo Ji
KAMU SEDANG MEMBACA
D E L U T I O N
RomanceDunia yang kau lihat itu adalah palsu. Tapi, bagaimana pun aku menunjukkan dunia yang benar itu sama sekali tidak berarti untukmu. Aku sudah mati di dasar tebing yang dingin. Sejauh ini aku, aku sudah mengupayakan segalanya. Dalam hal apa pun aku la...
