Bab 31

3.8K 344 9
                                    

*
*
*
*
*
*
*

~happy reading~
T

adinya gak mau update, soalnya kepala rasanya berat😯
Tapi daku orangnya gak enakan😣
Jadi dikasihlahya maupun dikit word😌

Derai tawa bahagia milik Taehyung terhenti ketika pintu kembali terbuka, berbeda dengan kedatangan Jimin tadi yang pintunya dibuka dengan keras kali ini pintu terdorong dengan sopan.

Sosok berambut biru itu kini tampak menyinggung senyum manisnya, melangkah anggun ke arah ketiga sosok pemuda yang tampaknya sedang asik bersenda gurau; tanpa tahu kalau sebenarnya dua diantara mereka sedang saling memanas.

 
Mendudukan diri pada samping kanan Taehyung setelah tadinya menggeser paksa tubuh berotot milik Jimin.

Mendapat dengusan tak terima dari siempunya, memilih mengacuhkan kedua sosok Jeon yang sedang saling sikut disampingnya.


Sosok berambut biru, Ji Eun. Langsung saja menggenggam lembut tangan Taehyung.

"Kau semakin manis saja Tae, Noona benar-benar pangling denganmu." sosok cantik itu mengucap dengan penuh binar di manik berlensa cokelatnya.


Taehyung merona, ya ampun. Dia merasa senang sekaligus malu karena dipuji oleh sosok cantik Bibi Jeon Jungkook itu.

Dan, hal itu tak luput dari perhatian sosok dua Jeon yang sedari tadi sudah mulai tenang diposisinya.

Jungkook lebih cepat mengambil langkah dari Jimin yang juga gemas dengan Taehyung, beranjak dari duduknya kini dirinya sudah berada di depan sosok terduduk tunangannya. Dengan dirinya yang berlutut sedangkan sosok Taehyung duduk tenang di sofa.

Tangannya perlahan terulur untuk melapaskan tangan milik tunangannya yang berada dalam genggaman sosok Ji Eun, kemudian menggantikanya dengan genggaman tangan lebarnya.


Dengan posisi kepala sedikit mendongak, manik kelamnya memaku lurus ke arah hazel indah milik Taehyung sembari seulas senyum tampannya yang sedikitpun tidak luntur dari bibirnya.


"Manis sekali sih dirimu," serunya kemudian. Taehyung total semakin memerah ditambah sekarang debaran di dalam dadanya yang seolah menjadi.

"Halah modus," Jimin spontan mencibir apa yang baru saja terlontar dari mulut milik adiknya.

Tampak acuh bahkan senyuman milik Jungkook tak sekalipun luntur, membuat sosok Jimin bungkam dengan sendirinya.


"Jangan dengarkan orang gila yang bicara dengan suara cemprengnya tadi ya sayang," Jungkook berujar tanpa melepaskan tatapannya sekalipun. Taehyung mengangguk dengan pelan. Tolong, bahkan sekarang Taehyung berada antara sadar dan tak sadar sebab sikap tunangannya yang kelewat manis.

"Beraninya bocah ini bilang aku orang gila," kembali Jimin mencibir, sama dengan sebelumnya tak mendapati tanggapan.

Ji Eun sendiri terkekeh sembari menggeleng kepalanya geli akan tingkah dua keponakannya itu.

Suasana ruangan tiba-tiba berubah tak mengenakkan setelah muncul sosok wanita Jung yang kini nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Kenapa Taehyung dan Jungkook terlihat mesra sekali? Itu yang kini bersarang di dalam pikirannya.

"Sajangnim?" ucapnya sopan. Langkahnya pelan sekali untuk mendekat ke arah posisi atasannya berada. Dan, Jungkook sendiripun tak ada niatan sama sekali untuk bangkit dari acara berlututnya. Jangan lupakan juga tangannya yang masih setia menggenggam milik Taehyung.


"Hmm, ada apa?" Tanya Jungkook.

Wanita Jung berdeham singkat kemudian mengucap, "laporan keuangan bulan ini yang Sajangnim minta telah saya selesai rekap, ini." tangannya yang sedari tadi menggenggam map berisikan laporan ia tunjukan ke arah sang atasan.

Jungkook mengangguk kemudian bangkit perlahan dan melangkah ke arah kursi kebesarannya. Mendudukkan diri disana, kemudian mulai memeriksa laporan yang diserahkan oleh karyawan akuntan Perusahaannya itu.


Setelah selesai memeriksanya manik kelamnya menatap manik bulat wanita Jung dengan telak.


"Hmm, lalu bagaimana dengan dana yang sudah kukatakan padamu tentang proyek baru baru-baru ini?" tanyanya pada wanita Jung.

Diujung sofa sana ketiga pasang mata memandang dengan tatapan tak dapat diartikan.

"Semua sudah selesai Sajangnim, hanya butuh tandatangan anda saja untuk pengesahan sekaligus tanda bukti. Sebelum kami mulai mengirim dana tersebut pada rekening proyek baru." jelasnya.


Jungkook menganggukan kepalanya, "baiklah, jika sudah tidak ada yang ingin disampaikan lagi kau boleh kembali pada ruanganmu," ujar pemuda Jeon, yang langsung diangguki oleh karyawannya itu.


Namun, sebelum wanita Jung keluar dari ruangannya dia berseru dengan intonasi rendahnya.

"Kim Taehyung adalah tunanganku. Dan, untuk kejadian sepekan yang lalu tolong jangan kau ulangi lagi sikap fatalmu itu Jung Eunha." ucapan itu sontak membuat sosok cantik itu terkejut, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar ruangan segera dengan perasaan campur aduknya.









Tbc...

Belum diedit, selesai ketik langsung pub👀

Make You Mine (KookV) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang