Part 12 - Perasaan

716 38 1
                                        

Happy Reading!!
-------------------------------------------------------

/Flashback on/

"Nggy, nanti pulsek kerkom yak dirumah Nuri" ucap Fara yang merupakan teman sekelompok Anggy. Anggy pun menyanggupi hal tersebut.

"Jo, hari ini kita ga pulang bareng yak. Gue mau kerkom di rumah Nuri. Apa lu mau ikut ke sana?"

"Ohh engga deh, gue langsung balik aja"

....

"Nuri, ke rumah lu naik apa? Gue ga bawa motor soalnya" tanya Anggy pada Nuri.

"Ohh, yaudah nanti bareng Fara aja dia bawa motor kok"

"Ra, gue bareng lu yak ke rumah Nuri. Gue ga bawa motor" ucap Anggy kepada Fara setelah menghampiri Fara yang kebetulan sedang berdiri tak jauh darinya.

"Yah, gue bareng Pao. Coba tanya Alfan, biasanya dia bawa motor. Sama dia aja tuh"

Ya Rabb, kenapa harus Alfan lagi?

- Di Parkiran -

"Ini jadinya siapa aja yang ke rumah lu Ri?" tanya Alfan kepada Nuri sambil memakai jaket dan helm.

"Semua anggota kelompok. Lu, Fara, Pao sama Anggy"

"Ohh, kalian berdua bareng ke sana nya?" tanya Alfan kepada Nuri dan Anggy.

"Engga, gue dijemput bokap. Ntar kalian pada ikutin aja. Anggy kayanya sama Fara deh, eh gimana Nggy?"

"Engga, Fara bareng Pao. Yaudah gue naik ojek online aja, nih gue mau pesen"

Anggy terkejut karena tiba-tiba ponselnya ditarik oleh seseorang.

"E-eh hp gue"

"Gausah mesen ojol, lu bareng gue aja" ucap Alfan. Ternyata dialah pelaku yang mengambil ponsel Anggy secara tiba-tiba. Dengan segera Anggy merebut kasar ponselnya dari tangan Alfan.

Ish, gue kan sengaja mesen ojol biar ga bareng dia. Batin Anggy.

Anggy memandang Alfan yang sedang menyalakan motornya hingga Alfan memutari parkiran, tak sadar bila saat ini Alfan telah berada disampingnya dengan menunggangi motor ninja hitam nya.

"Mau naik atau masih mau bengong? Gue tinggal nih kalo lama"

Mendengar suara yang menginterupsi nya, Anggy pun tersadar dari lamunannya.

"E-eh, iya iya bawel lu... jamet" ucap Anggy yang diakhiri dengan gumaman.

Anggy pun menaiki motor Alfan dengan susah payah, bahkan ia harus berpegangan pada pundak Alfan.

"Huh, susah banget naikin motor lu" protes Anggy.

"Udah?"

"Iya"

"Pegangan"

"Hah?!"

Anggy terkejut dengan perkataan Alfan. Apa-apaan?! Mau modus ya dia?! Ga bakal bisa! Anggy pun memilih untuk diam.

Alfan yang merasa diabaikan dengan sengaja sedikit melajukan motornya sehingga membuat Anggy terperanjat dan reflek memeluk pinggang Alfan.

"Kan gue udah bilang, pegangan"

Anggy yang merasa kesal dengan perbuatan Alfan pun hanya bisa komat-kamit menyumpah serapah kepada Alfan. Alfan yang merasa telah berhasil mengerjai Anggy pun tersenyum puas dibalik helm full face nya. Kemudian ia melajukan motornya menuju rumah Nuri.

¤¤¤

"Alhamdulillah akhirnya kelar juga, tinggal di print aja deh" ucap Nuri.

Masa SMK | RevisiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang