Happy Reading!!
-------------------------------------------------------
Libur telah tiba. Pembagian nilai raport dua hari yang lalu sangat memuaskan. Joan dan teman-teman XI PM akhirnya dapat merasakan kebebasan untuk libur. Bahkan sebagian dari mereka ada yang langsung pulang ke kampung halaman nya setelah pembagian nilai raport tersebut.
Saat ini Joan sedang leha-leha diatas kasurnya. Ia bingung akan melakukan apa. Biasanya ketika ia libur, Rey, abangnya akan mengajaknya jalan-jalan bersama Lea. Tapi itu sebelum Rey diangkat menjadi pemimpin perusahaan menggantikan papa nya. Lea juga disibukkan dengan tugas kuliahnya apalagi ia akan mendapatkan tugas skripsi, memang Lea lulus lebih cepat dikarenakan ia mengikuti program akselerasi sejak SMP, jadi Joan tidak dapat mengganggu gugat waktu milik Lea hanya untuk sekedar berjalan-jalan.
Sebenarnya setelah Rey mengambil alih urusan perusahaan, papa Joan hanya berada dirumah saja. Meskipun kadang berkunjung hanya untuk melihat perkembangan perusahaannya. Tetapi walau papa nya tidak bekerja lagi, pria yang berumur kepala lima itu tidak selalu terlihat sedang berada di rumah dikarenakan ibu negara selalu mengajak sang suami untuk pergi berduaan. Meninggalkan Joan sendirian di rumah tentu nya.
Ia tidak bisa mengajak para anak ayam untuk menemaninya berjalan-jalan karena mereka semua sedang menikmati family time bersama keluarganya masing-masing. Maka dari itu, Joan memutuskan untuk pergi berkunjung ke rumah omah(nenek) nya. Setelah mengabari kedua orang tuanya, Joan segera meluncur menggunakan motor kesayangannya.
...
-Di Rumah Omah-
"Leee, mau kue gaa?" ucap wanita paruh baya sedikit berteriak.
"Ga ada kak Lea, Joan yang ada mah" ucap Joan yang menghampiri sang nenek diruang makan.
"Oh iya, lupa omah"
Mendengar perkataan omah nya, Joan hanya memaklumi.
"Ada kue apaan emang?" tanya Joan.
"Ini ada bika ambon dari Bu Niroh, soalnya bang Kiki baru pulang dari Medan"
Mendengar penjelasan sang nenek, Joan membentuk mulut nya seperti huruf o. Kemudian Joan menyomot salah satu kue yang ditawarkan Martha, omah nya.
"Dek, abis ini anterin omah ke pasar ya. Mau beli ayam buat diopor"
"Iya"
...
Joan dipinta untuk menginap selama 2-3 hari, namun malam ini ia tidak dapat tertidur. Ia tidak tahu penyebabnya, bahkan ia berusaha untuk memejamkan mata nya tetapi usahanya tersebut sia-sia. Maka dari itu ia membuka matanya dan beranjak bangun untuk pergi ke dapur, ia butuh minum. Setelah membasahi tenggorokan yang kering, ia beranjak ke kamar mandi.
-Di Kamar Mandi-
"Yah pantesan gue ga enak tidurnya"
Yang perempuan pasti tahu Joan kenapa. -author
Pagi hari nya...
"Leee, bantuin omah dong didapur" teriak Martha. Kebiasaan nenek-nenek yang satu ini memang suka berteriak. Ke siapa pun. Dengan segera Joan menghampiri nenek nya.
"Joan mah Joan, kak Lea dirumah (mungkin)"
"Oh iya, lupa omah(2)"
"Bantuin apa mah?" ucap Joan to the point.
"Itu loh..."
"Omah minta bantuin..."
"Apa ya??"
"Aduh, lupa omah(3)"
...
Joan sedang mencuci perabotan masak yang telah dipakai oleh omah. Menurut Joan, dirumah omah berbeda dengan dirumahnya. Memang sih ia hanya melakukan sedikit aktivitas layaknya dirumah seperti beres-beres sedikit, makan, nonton tv, main hp dan tidur, tetapi bedanya disini ia memiliki teman yang tak lain adalah omahnya sendiri. Kadang tingkah laku omahnya yang rada absurd dan ga beda jauh dari mami nya jadi hiburan tersendiri. Fyi, omah ini ibu dari mami nya Joan. Joan hanya memiliki omah sebagai orang tua dari mami atau papa nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa SMK | Revisi
Teen FictionThe story is 100% writer's imagination. --------------------------------------- Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan seorang siswi bernama Joan. Masa-masa di SMK, kisah romansa, persahabatan, pertemanan dan solidaritas. [Completed : 28/12/19] ...
