Arc 23 : Aliansi dua kubu kejahatan

158 29 26
                                        

W Allyn & Diga POV W

Drap, drap, drap... AAA!?

Beberapa orang berjas hitam dan dasi putih terlempar ke belakang menerima serangan dari lawan, beberapa dari mereka bahkan terluka akibat tembakan peluru.

Angka 3 yang 'sangat' banyak melayang di atas semua orang berjas-- pria maupun wanita dan hampir menutup langit yang ada di Pemukiman Worke lalu angka Itu meledak menghempaskan keseluruhan pasukan. Dari sisa debu asap terlihat Baron masih bisa berdiri tanpa terluka.

"Sampai berapa lama kau bisa mempertahankan lingkaran jam itu?" tunjuk Diga ke punggung Allyn. Gadis ini memasang pose berpikir.

"Selamanya? Tidak. Yang benar tergantung situasi.."

"?"

"Jika aku ingin menggunakannya maka akan aku gunakan kalau tidak ya tidak.." jelas Allyn santai. "Kau itu menakutkan." ringis Diga. Ia lalu menembak satu musuh yang mendekat.

"Persetan dengan Awakening! Tanpa itu pun aku bisa mengalahkan kalian!" murka Baron.

"Lii!"

Diwaktu bersamaan jatuh dari atas langit pemuda berambut pirang yang mengenakan armor putih bergaris biru, dan jubah hijau tua, ia memegangi dua buah pedang.

Diwaktu bersamaan jatuh dari atas langit pemuda berambut pirang yang mengenakan armor putih bergaris biru, dan jubah hijau tua, ia memegangi dua buah pedang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf saya terlambat, komandan.."

"Lii, kau lawan yang rambut hitam.."

"Tapi komandan mereka berdua berambut hitam.."

"......."

"" ...... "" Allyn dan Diga ikutan diam.

"Yang perempuan.!"

"Baik!"

Sambaran Halilintar Biru

Pemuda itu melesat sangat cepat menusuk Allyn dengan pedang di tangan kanan. Trang, Allyn sempat menangkisnya dengan sebuah katana yang muncul dari angka 5. Diga ingin membantunya namun tangan yang memegang senjata tiba-tiba diikat oleh jubah merah milik Baron yang memanjang.

"Ugh.!"

Pertarungan Allyn dan Lii Strike berjalan berat sebelah karena Lii melawannya dengan serius.

"Aku terkejut melihatmu tidak segan-segan melawan seorang perempuan.." kekeh Allyn.

"Untuk apa aku meremehkan seseorang yang berhasil mengalahkan Yang Mulia Shaker.!?"

(SPW) - [3]Supernatural Powers W : The Book of Empty[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang