Slide 23

2.7K 348 145
                                        

☝☝

15 tahun vs 22 tahun

............

Jangankan mendengar cicitan burung yang bertengger di pohon kelapa, bahkan Kyungsoo yang ikut bergabung untuk tidur di sebelah Baekhyun saja, tak disadari oleh pria itu.

Kyungsoo meruntuk, menyesal akan tindakannya kemarin, yang meminta Baekhyun untuk tidur. Karena nyatanya pria itu tak hanya menghabiskan dua atau tiga jam untuk tidur, pria itu pulas hingga hari berganti.

Untuk pertama kalinya perasaan memiliki seutuhnya menyeruak pada Kyungsoo. Gadis itu memeluk tubuh Baekhyun dengan erat, saat pria itu masih nyenyak dalam tidurnya, menutup mata tanpa terusik sedikitpun.

Sama-sama bergelut dalam satu ranjang, dan satu selimut, Kyungsoo memberanikan diri untuk bangkit dan menatap wajah Baekhyun dengan jelas. Ia mengangguk, saat wajahnya masih tertunduk pada Baekhyun. "Yah, sekarang aku tau jika kau benar-benar tampan, uncle." bisiknya sayup, hingga ia menjadi merona sendiri menyadari jika dirinya tengah tergila-gila dengan pria bermata sipit di bawah wajahnya.

Kyungsoo lekat memandangi muka Baekhyun. Dari alis tipis, mata sipit, hidung mungil, dan bibir tipis pria itu. Seakan dibuat bersafari, ia melihat semua keindahan pada diri Baekhyun. Gadis itu menjadi terombang abing di saat baru mengenal, dan tinggal bersama pria itu. Saat ia masih berada di bangku SMA. Kurang lebih tujuh tahun yang lalu, saat dirinya dihadapkan pada sosok seperti malaikat yang tampan dan manis.

Saat itu........

"Uncle, kau tampan," ucap gadis yang masih berusia lima belas tahun itu.

Baru saja kedua orang tuanya meninggalkannya, untuk dititipkan bersama Baekhyun. Namun gadis bermata bulat itu sudah memulai aksinya. Mencoba merayu Baekhyun dengan rayunan murahannya.

"Aku tau. Jangan coba-coba jatuh cinta padaku gadis ingusan!" tekan Baekhyun sambil meraih koper Kyungsoo, lalu membawanya ke kamar yang akan dinaungi oleh gadis itu.

Kyungsoo yang polos hanya mengekor pada Baekhyun. Gadis itu tak sedikit pun merasa kehilangan karena ditinggal oleh kedua orang tuanya. Malah hatinya kini tengah diselimuti salju kebahagiaan. Hanya dengan sekali tatap saja, Kyungsoo sudah dapat menebak tipikal pria seperti Baekhyun itu.

"Uncle,,"

"Tunggu, kenapa kau memanggilku dengan sebutan 'uncle' apakah aku terlihat setua itu?" sela Baekhyun yang langsung terhenti melangkah, saat pendengarannya terusik oleh suara Kyungsoo.

"Bagaimana jika 'sayang'?" tawar Kyungsoo genit.

"Uncle saja kalau begitu." bibirnya mencebik sekilas.

Kyungsoo kembali terkekeh, saat dilihatnya pria itu mengalah tanpa perlawanan. Kembali Kyungsoo mengikuti langkah pria di depannya, hingga terhenti di sebuah kamar yang memang tidak terlalu luas, hanya kamar biasa, yang terdapat ranjang, nakas, dan lemari pakaian.

"Tidak ada tempat untuk menaruh meja belajar disini. Kau bisa belajar di ruang kerjaku, aku akan menambah meja untuk kau belajar." kata Baekhyun sekedar menjelaskan. Hanya terdapat tiga kamar dalam apartemennya. Bukan apartemen mewah, namun cukup nyaman ditinggali, mengingat gaji yang ia dapat tak seberapa untuk saat itu.

"Seriously?" mata bulatnya melebar begitu antusiasnya. Belajar dengan memandangi pria tampan akan merusak konsentrasinya. Bisa-bisa nilainya akan turun jika begini.

"Tenang saja, aku akan menggunakan ruanganku hanya saat malam hari, jadi kau tidak akan terganggu saat belajar." seperti sudah memiliki telempati, Baekhyun berujar sebelum ditanya.

Uncle ByunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang