Slide 27

2K 221 80
                                        

.

.

.

"Apa kau tidak pergi ke kantor hari ini?"

Kyungsoo yang tengah mencampur sayuran di dalam mangkuk dan menuangkan saus mayonaise di atasnya, dan sedikit tambahan minyak wijen dan taburan rumput laut kering. Ia melirik pada pria yang tersenyum di depannya, dengan masih memakai piyamanya.

Baekhyun menggeleng yakin, lalu meraih mangkuk penuh sayuran di tangan Kyungsoo, dan membawanya ke atas meja makan. "Aku libur hari ini."

"Libur?" ulangnya sembari melepas celemek dan menggantungnya di di dekat lemari es, lalu menyusul pria yang sudah duduk dengan tangan yang terlipat rapi di atas meja, dan mata yang berbinar tanpa arah yang jelas. "Bahkan ini bukan sabtu atupun minggu." lanjutnya membuka tabir dan membuat Baekhyun menyipit.

"Apa kau benar-benar tidak tau, atau kau hanya pura-pura tidak tau?"

Kyungsoo hanya mengangkat bahunya sekilas, dan membagi salad untuknya dan untuk Baekhyun. "Aku tidak tau, maka dari itu aku bertanya."

Seolah gagal menyampaikan telepatinya, Baekhyun pun tak memaksakan kehendaknya lagi. "Karena kau, Kyung." lirihnya akhirnya jelas. Pikirannya, Kyungsoo masih akan terngiang dengan kegiatan mereka semalam, dan akan memiliki perasaan yang sama dengan dirinya. Sensual dan berkesan.

Karena untuk Baekhyun, hal yang sedemikian dalamnya harusnya dirayakan bukan? Ini pertama kali untuknya bercinta, dan itu sangat memabukan hingga rasanya ia tak bisa berpaling dari rasa itu, seperti candu yang manis?

Kyungsoo hanya menanggapinya mudah, dan terkesan tidak penasaran lagi. Ia mengangguk sambil tangan yang tetap menuang sayur ke piring Baekhyun lalu pada piringnya.

"Kyung, sepertinya kau tidak menyukai hal yang kita lakukan semalam," matanya melirik waspada ke arah Kyungsoo, ia mencoba membangkitkan sebuah percakapan yang tentunya mengarah pada rasa keingintauannya tentang isi hati gadisnya.

"Jangan membahas hal itu di meja makan. Tidak sopan."

Hell! Tidak sopan? Oh, ayolah, kemarin apakah gadis itu terlihat sopan? Bahkan saat Baekhyun telah mengibarkan bendera putih, lalu gadis itu malah berlaku sangat berani, menantang birahinya, hingga ia tak dapat lagi bertahan, walau ingin sekalipun.

Kali ini Baekhyun ingin menurut saja. Ia makan dengan tenang, tanpa satu kata yang terlontar. Sarapan itu terasa sangat kaku, dengan kedataran di wajah Baekhyun dan keheranan di wajah Kyungsoo. Dan untuk gadis itu, ini sudah menjadi hal biasa. Ketika Baekhyun tiba-tiba ceria, dan detik berikutnya bisa saja merajuk berat. Dan mulai hari ini pun ia sudah harus dapat menerima itu dengan lebih lapang dada. Baekhyun tidak hanya kekasihnya sekarang ini, tapi juga teman hidupnya kelak.

Ia tak pernah membayangkan sebuah lamaran yang begitu berkesan, jauh dari bayang-banyangnya selama ini. Jika dalam film, seorang pria akan melamar dengan romantisnya, tapi prianya malah melamar dengan cara yang berbeda. Sungguh di luar nalar!

"Uncle?" Kyungsoo tau jika kediaman ini tidak akan menyelesaikan, dan ia memutuskan untuk memulainya lebih dulu. "Lusa adalah keberangkatanku. Penerbangan dimajukan karena alasan keamanan."

Hening. Keadaan benar-benar hening dengan Baekhyun yang menghentikan kegiatannya. Ia meletakan gapunya, lalu menyeka bibir dengan tisu. "Apa kau masih ingin pergi dariku?"

"Sudah kubilang ini harus, sayang." akhiran manja di tambah supaya pendengarnya sedikit luluh.

"Katakan padaku, hal penting apa yang harus kau lakukan hingga kau tak bisa membatalkannya?"

Uncle ByunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang