.
.
.
"Kyung, menikahlah denganku... "
Tak ada yang mengeluarkan suara setelah Baekhyun berujar. Tak sepatah katapun dari Kyungsoo yang duduk di sebelahnya, maupun Chen yang tengah menyetir mobil.
"Kenapa diam, aku sedang bertanya padamu, sayang," Baekhyun menantap dalam wanitanya yang membelak dengan bibir sedikit terbuka, hingga Rasanya Baekhyun ingin meraup saja bibir tebal dengan warna pink yang kontras dengan kulit indah bak bayi itu.
Degup jantung Kyungsoo rasanya tidak normal, ia seperti mendapat kejutan listrik, walau sesungguhnya pertanyaan itu sudah dapat ia prediksi, namun saat Baekhyun secara langsung yang mengatakannya, itu jauh begitu berbeda.
"Bukankah ini terlalu cepat?"
Baekhyun tersenyum dengan kebimbangan yang Kyungsoo tunjukan. Ia meraih pipi gadis itu lalu mengusapnya dengan lembut. "Bahkan kita sudah bersama sejak dulu, apa menurutmu ini terlalu cepat, sayang?" ia memberi sebuah isyarat agar Kyungsoo ikut meremat jemarinya.
Gadis itu berdeham, "Uncle, kau tidak sedang bergurau, bukan?"
"Tidak untuk kali ini, Kyung." Baekhyun menempatkan tubuh Kyungsoo pada dekapannya, sehingga gadis itu pasti dapat merasakan debar kesungguhan yang ia maksudkan. Bergurau dengan pernikahan? Tidak! Baekhyun tidak selabil itu.
"Baekh, dengarkan aku untuk sekali ini saja. Menikah bukanlah hal yang kalian bisa putuskan berdua, berikan ruang untuk keluarga sebagai wali kalian untuk merestui disini. Pernikahan adalah kesakralan, bukan hanya nafsu dan keinginan semata." panjang lebar Chen mencerca, walau tangan dan pandangannya tetap fokus pada kemudinya.
"Aku tau itu, hyung. Aku hanya harus memastikan terlebih dahulu pada yang akan kunikahi." wajahnya menunduk untuk menggapai bibir ranum Kyungsoo.
"Jangan disini!" desisnya tajam dengan sorot yang menyeramkan. Mata bulat gadis itu jelas menunjukan rasa segan pada pria yang menyetir di depan, dan memberi peringatan untuk Baekhyun agar menjaga sikapnya.
"Apa kau benar-benar yakin dengan keputusan itu?" Chen masih terus berusaha memastikan. Gemelut dan kegundahan jelas saja dirasakan Chen. Sebagai seorang yang sudah lama di dekat Baekhyun, dan mengetahui kebiasaan serta pola pikir yang tertutup membuatnya jauh lebih yakin jika Baekhyun yang ini sangatlah berbeda dengan Baekhyun yang biasanya.
"Aku yakin, hyung." tegas Baekhyun tanpa getar keraguan sedikit pun.
"Lalu Kyung, bagaimana menurutmu?" Kyungsoo terperanjat ke arah Chen lalu menoleh pada Baekhyun.
"Uncle, aku tau kita sudah mengenal lama dan sudah tinggal bersama dalam waktu yang tidak singkat pula. Hanya saja ini terlalu mengejutkanku."
"Kyung," pria bermata sipit itu memutar tubuh Kyungsoo agar benar-benar menghadap dirinya, lalu setelahnya ia meremat kedua tangan Kyungsoo lalu meletakannya di atas pahanya. "Tidak akan ada yang berubah. Maksudku, semuanya akan tetap sama, namun pernikahan menegaskan jika aku hanya untukku dan begitupun sebaliknya."
"Bedanya, aku masih seorang amatir, bukan orang sukses sepertimu. Aku juga tidak seperti-"
"Bukan alasan! Aku tidak memintamu untuk mejadi seperti siapa dan mengapa. Hanya dirimu, apa itu belum jelas?" Baekhyun menunjukan jari kelingking yang telah bertengger sebuah cincin dengan satu batu permata yang membuatnya semakin indah. Kyungsoo terperanga hingga ia luput jika sudut matanya sudah berlinang setetes keharuan.
"Menikah denganku atau kupotong saja jari ini, jika kau menolakku." wajahnya menghunuskan kesungguhan yang dalam dengan tangan yang memegang jari manis Kyungsoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uncle Byun
Fiksi PenggemarFollow dulu sebelum baca, konten mengandung unsur dewasa, siapa tau diprivat. Love Baeksoo. Anak ingusan itu, dari dulu dia memang pengganggu. Hidupku tak pernah tenang jika berada dekat dengannya. Tak tenang?? By : Sanhee
