Happy Reading!!
🍁🍁🍁
"Riesyaaa..." teriak Kinan heboh ketika memasuki kamar rawat Riesya.
Riesya menatap ke empat temannya dengan senyum yang merekah. Jujur, dia rindu dengan ke empat temannya ini.
Kinan pun memeluk tubuh Riesya cukup erat. Diikuti Desya, Nesya, dan Jen.
"Gimana keadaan lo, Sya?" tanya Jen.
"Baik kok" jawab Riesya.
"Trus kok bisa sampek masuk rumah sakit sih?" kini Desya yang bersuara.
"Gak tau juga gue. Terakhir kali gue tuh di cafe" ujar Riesya tenang.
"Cafe??" tanya keempat sahabat Riesya itu bersamaan.
"Iya. Eh, Nes. Kak Saka nggak ikut?" tanya Riesya.
"Ikut kok. Dia lagi di parkiran nunggu kak Gio sama Raihan." jawab Nesya. Memang sejak Nesya berpacaran dengan Saka, Nesya lebih sedikit cerewet dari dulu. Lebih banyak omongnya.
"Loh kalian tadi berangkatnya gimana?" tanya Riesya.
"Pake mobil Desya, Sya" ujar Kinan yang beralih menuju sofa di dekat ranjang Riesya.
"Banyak tugas hari ini?" tanya Riesya setelah beberapa detik ruangan hening.
"Ya lumayan lah" jawab Desya.
Memang kemarin malam Riesya pingsan di cafe. Sebenarmya tadi pagi dia sudah memaksa ingin pulang dan sekolah saja, namun Gabriel menolak keras permintaan Riesya.
"Gue mau pulang aja, gays" ujar Riesya menatap ke empat sahabat karibnya itu.
"Lo emang udah sembuh bener?" tanya Jen lagi.
"Udah kok. Lagian cuman pingsan doang. Emang lebay si Ga..." Riesya memberhentikan ocehannya.
Hampir aja keceplosan.
"Si maksut lo?" tanya Desya penasaran.
"Si... Si... Si dokternya tuh. Gue gak dibolehin pulang masaa" adu Riesya sedikit gugup.
Keempat temannya ini menatap Riesya tajam. Yah, Riesya memang tidak pandai berbohong.
"Iyaa. Nanti gue cerita." pasrah Riesya.
Suara pintu ruang rawat Riesya terbuka menampilkan Saka, Gio, dan Raihan.
"Deeekk.. Lo gak papa? Mana yang sakit? Gimana kata dokter? Penyakit lo kambuh? Lo.." mulut Saka di bekap oleh Riesya dengan kasar.
"Satu-satu kali nanya nya" dengus Riesya.
"Gue gak papa. Gue habis ini mau pulang aja bareng kalian." lanjut Riesya.
"Tapi lo kan masih sakit, Sya" jawab Saka.
"Gue cuman pingsan aja kak. Gausah lebay deh" ujar Riesya sakratis.
"Serah lo dah. Gue mau ke kantin rumah sakit aja sama Nesya. Lo semua pada nitip nggk?" tanya Saka pada penghuni ruangan tersebut.
"Beli cemilan yang banyak, Ka. Gue laper" ujar Gio sembari terkekeh.
"Laper tuh makan. Bukan nyemil" omel Jen.
Sedangkan Gio hanya membalasnya dengan cengiran sembari menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal.
"Udah kan? Yaudah ayo, Nes" ajak Saka. Nesya pun beranjak dari duduk nya. Memang tadi Nesya mengikuti langkah Kinan duduk di sofa.
Suasana ruangan pun kembali hening. Semua fokus pada ponsel nya masing-masing. Hingga suara Raihan mengintrupsi semua penghuni ruangan itu sukses menatapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Star🌟
Teen FictionKisah seorang gadis anak pemilik sekolah dengan segala kerumitan nya. Cinta bertepuk sebelah tangan sampai di perebutkan oleh 2 lelaki sekaligus. Antara Gabriel yang memang sudah menjabat pacar nya, dan Geovano cowok badboy pentolan sekolah yang ter...
