Happy Reading!
👀👀👀
"Ini rumah siapa, Van?" tanya Riesya mengernyit heran. Merasa asing dengan bangunan di depannya ini.
"Rumah gue" jawab Vano seraya menaruh helm nya dan helm yang dipakai Riesya tadi.
"Ngapain kita kesini?" Riesya semakin heran.
"Banyak bacot deh. Udah ikut gue" ujar Vano ketus dan menarik paksa tangan Riesya-----lagi.
"Sakit Vano kampret. Lo kira gue barang bisa lo tarik-tarik. Lepasin Vano! Van!" Riesya meronta namun cengkraman Vano malah semakin erat.
"Lo diem dulu kenapa sih" Vano mulai jengah dengan Riesya yang terus saja mengomel.
Vano membawa Riesya ke sofa ruang keluarga yang sudah terdapat mama Vano disana.
"Ma!" tegur Vano pada mamanya yang fokus pada layar tv.
"Eh, Vano. Mama kira siapa. Kamu teh bikin mama kaget aja" ujar mama Vano seraya melirik gadis yang berdiri di samping vano.
"Eleh-eleh. Ini teh saha? Menih geulis pisan" tanya mama Vano pada Riesya. Merasa takjub dengan kecantikan Riesya.
Riesya tersenyum canggung lalu menyalami punggung tangan mama Vano, "Riesya, Tan. Temen nya Vano" ucap Riesya ramah.
"Ma, Vano nitip dia bentar. Vano mau keatas" ucap Vano pada mamanya dan melesat menaiki anak tangga menuju kamar nya setelah mendapat anggukan kepala dari mama nya.
"Sini geulis" mama Vano menepuk sofa yang ada di sebelahnya.
Oh ayolah Riesya benci suasana awkard seperti ini. Mana si bego Vano pake ninggalin Riesya sendirian. Kan Riesya belum kenal dekat dengan mama nya.
"Kamu teman sekelas nya Vano?" tanya mama Vano membuyarkan lamunan Riesya.
"Eh enggak, Tan" jawab Riesya gugup.
"Kalau bukan teman sekelas nya, kamu teman apa dong? Jangan-jangan teman dekat lagi. Hayo ngaku kamu" mama Vano beda sekali dengan Vano. Vano yang galak dan sadis sangat berbeda dengan mama nya yang ceria dan ramah.
Riesya kicep, "Harus jawab apa nih gue" batin Riesya.
"Eumm itu, Tan. Teman.."
"Sya!" tegur Vano yang baru turun dari anak tangga dan berjalan menghampiri Riesya serta mama nya.
"Untung aja" batin Riesya menghela nafas lega.
"Ikut gue" lagi-lagi Vano menarik kasar tangan Riesya.
"Lo bisa nggak sih nggak usah narik-narik? Sakit bego" protes Riesya yang tak dihiraukan sama sekali oleh Vano.
Ya ampun Riesya bahasa nya. Kalau ketahuan mama mertua kan berabe. Eh...
"Duduk sini sebentar" ucap Vano menyuruh Riesya duduk di sofa ruang tamu yang langsung dituruti oleh Riesya.
"Bi! Bibi!" teriak Vano menggelegar.
Dari dalam rumah keluar seorang perempuan setengah baya dengan celemek yang menunutupi bagian depan baju perempuan tersebut.
"Iya, Den?" tanya nya sopan.
"Tolong bikinin minum ya. Tujuh gelas" ucap Vano dan diangguki oleh perempuan yang di sebut bibi tadi.
"Banyak amat" protes Riesya.
"Suka-suka gue lah. Rumah juga rumah gue" jawab Vano ketus.
"Ya biasa aja kali gak usah sok ngegas" Riesya memalingkan muka. Kesal dengan makhluk semacam Vano yang tidak pernah mau salah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Star🌟
Fiksi RemajaKisah seorang gadis anak pemilik sekolah dengan segala kerumitan nya. Cinta bertepuk sebelah tangan sampai di perebutkan oleh 2 lelaki sekaligus. Antara Gabriel yang memang sudah menjabat pacar nya, dan Geovano cowok badboy pentolan sekolah yang ter...
