Dikantin
"kak arum" teriak yuna sedikit berlari menghampiri meja arum
"nggak usah lari-lari yuna" ucap arum
"hehehheeh, iya dehh kak. Oh ya kakak kenapa nggak kerumah kamarin, yuna nungguin tauk" ucap yuna bete
"sini duduk" ucap morin mempersilahkan yuna duduk disampingnya yang langsung berhadapan dengan arum
"makasih kak morin cantik" ucapan yuna membuat si kembar berakting muntah
"gue sumpahin keracunan lo berdua" ucap morin, sontak si kembar langsung melanjutkan makanannya kembali
"ihh kak arum jawab, kakak kenapa nggak kerumah yuna kemarin, bang kenan juga pas di cariin nggak ada dirumah, pulangnya udah malem banget"
"emmmm, kakak kemarin sakit jadi nggak kerumah yuna dehh" jelas arum
"oh ya ? Sakit apaan kak ?"
"cuma demam biasa, oh ya kamu nggak makan ?"
"nggak ah kak, oh ya hari ini jadikan kak, buat bimbingannya ?"
Arum terdiam, padahal ia berniat untuk menjauh dari kenan. Tapi disisi lain ia harus membimbing yuna otomatis ia dan kenan akan sering bertemu.
"gimana ? Kak arum bisa ? Apa kak arum masih sakit ?"
"yaelahhh bawel banget sihh, siapa sihh namanya si anuu,,,, siapa za ?" ucap raja
"yuyun" ucap raza
"bukan, yupi,,,, aduhh nama lo siapa sihh, adiknya kenan nih" ucap raja frustasi sedangkan morin, yuna dan arum hanya terkekeh melihat si kembar kebingungan
"itu permen goblok" ucap raza
"yuna" ucap yuna menyudahi perdebattan si kembar
"nahh iya, liat nohh si arum sakit juga karena abang lo tau nggak" ucap raja keceplosan
Sontak morin menampar pelan mulut raja yang lemes, dan raja meringis kesakittan.
"hah ? Kak arum sakit karena bang kenan ? Kok bisa ?"
"ehhh nggak kok, bukan karena kenan. Itu raja aja yang becanda iya kan ja" tanya arum menoleh keraja yang masih memegangi bibirnya yang terasa perih
"iya, gue cuma becanda aja kok tadi" ucap raja
"yuna nggak percaya, pantes aja bang kenan dari kemarin suntuk banget, terus pulang kerumah malem, nggak makan juga"
"nggak yu,,,,,"
"nahh itu bang kenan, awas aja yuna hajar dia" ucap yuna
"BANG KENAN" teriak yuna mengudang perhatian seisi kantin
Terlihat kenan and the geng berjalan menuju kantin dan menghampiri mereka.
"kenapa yuna ?" ucap kenan
"bang,,,,," ucapan yuna terpotong saat arum berdiri hendak meninggalkan kantin, namun tangannya ditahan kenan
"kita bicarain baik-baik" ucap kenan menatap arum serius dan menarik tangan arum menuju rooftop sekolah.
Saat mereka pergi yuna, si kembar dan morin ingin mengikuti mereka, namun ucappan vani membuat mereka mengurungkan niatnya.
"biarin mereka selesain masalahnya, kita kasih mereka waktu berdua, mereka cocok tapi arum terlalu menutup diri untuk kenan" ucap vani
"iya bener, mereka cocok tinggal gimana kenan memperjuangkan persaannya, dan arum yang belajar membuka hatinya buat kenan" jelas heru
"arum punya alasan" jelas rio singkat
"sayang kita makan yukk" lanjutnya kepada yuna dan diangguki yuna.
Saat heru akan mengikuti rio, tiba-tiba telinganya ditarik vani.
"ettt ettt ettt, sakit van lo kira telinga gue apaan"
"jangan sukarela buat nyakittin diri sendiri"
"maksudnya ?"
"lo ngikuttin rio sama yuna sama aja lo sukarela nyakittin diri buat jadi obat nyamuk, itu aja susah banget cernanya"
"yaudah dehh, kita gabung sama mereka aja"
"rin, lo udah punya pacar ?" lanjut heru duduk berhadapan dengan morin
"udah" jawab morin
"siapa rin"
"nih" ucap morin menunjuk si kembar
"hah ?" ucap heru bingung
"nggak perlu pacar, selagi temen bisa buat gue bahagia"
"BUAHHAHAHAHAH ANZERRR, DALEM COYY DALEM" terik si kembar kompak sedangkan vani hanya bisa terkekeh melihat keterdiaman heru
"kalo gue mau jadi pacar lo gimana ?" tantang heru
"silahkan nggak masalah, tapi gue nggak mau" ucap morin ketus
"BUAHAHAHHAHAH ANZER, SAKIT COYY SAKIT" teriak lagi si kembar
"adeehhhh dehhh dehhh, sakit rin" lanjut mereka saar morin menarik telinga si kembar, posisi morin duduk juga sangat pas ditengah si kembar
"diem nggak"
"iya sayang" ucap si kembar kompak
Vani sedari tadi melirik raza, hal itu disadari oleh morin namun tidak dengan raza.
"lo udah punya pacar van ?" tanya morin
"belum, gue jomblo heheheh" ucap vani memperlihatkan derettan giginya
"nihh ada raza, dia jomblo juga. Ya kan za ?"
"apaan ?" tanya raza bingung
"heh tengik, lo jomblo kan ? Nihhh vani kebetulan jomblo, kenapa kalian nggak pacaran aja, ya kan van ?" sahut heru
"heh, belalang sawah, lo kira gue apaan, nggak bisa nyari sendiri, sampe-sampe harus dicomblangin segala" ucap vani
"heh ulet bulu, lo sama raza cocok nggak ada niattan pacaran lo berdua ?"
"KAGAK" ucap vani dan raza kompak
"yakin" ucap raja, morin dan heru juga kompak, seketika vani dan raza terdiam
"BUAHAHAHHAHAH" tawa raja morin dan heru mengundang si isi kantin memperhatikan mereka namun tidak berani menegur karena mereka termasuk siswa famous di sma alles.
Jangan lupa vote dan share yaaa 😘😘
Supaya author semangat lagi buat publish 😄😄
Terima kasih 😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Help Back
Teen FictionTolong kembalilah, aku menunggumu disini. ARUM PUTRI GOZANDA Dia merahasiakan indentitasnya dari semua orang kecuali orang yang menurutnya bisa ia percaya, karena ada sesuatu hal yang amat sangat membahayakan arum. Indonesia negara yang...
