28

15 2 0
                                        

Dokter ardian mencoba menelphone bagas, karena ia khawatir dengan kondisi arum saat ini, setidaknya ada pihak keluarga yang mengetahui keberadaan arum yang sedang sakit.

Namun saat ardian menelphone pihak rumah sakit sudah memberitahukan keadaan arum kepada keluarga gozanda

"permisi" ucap seorang suster
"kalian dipanggil oleh dokter ilham untuk keruangannya"

"iya, terima kasih dok" ucap dokter ardian

"ayoo mor, kita keruangan dokter ilham" ujar raja

"tapi arum nggak ada yang jagain" lirih morin

"yaudah, gue sama morin disini aja. Dokter ardian sama raza yang ke ruangan dokter ilham"

"baiklah, tapi morin saran saya kamu jangan terlalu sedih ya, yakin aja arum nggak kenapa-napa,
raja, lo jagain morin juga" ucap dokter ardian

"iya dok, nggak disuruh juga gue bakal jagain dia"

Kemudian dokter ardian dan raza pergi ke ruangan dokter ilham, ruangan yang bernuansa putih dan bau obat-obattan.

"permisi dok"

"silahkan masuk"
"duduk" lanjut dokter ardian

"begini, saya sudah memberitahu ke pada kalian keadaan arum, saya harap kalian bisa menjaga tentang penyakit arum, dan saya minta tolong ke kalian juga untuk menjaga arum, arum memang memerankan seperti remaja yang ceria, tapi realitanya arum banyak beban, kehidupannya tidak seperti anak-anak remaja yang lainnya, ada seseorang yang menunggu kematian arum, jadi saya harap arum bisa kalian jaga, tolong dampingi arum" ucap dokter ilham

"kematian arum ?" tanya raza

"saya tidak bisa menjelaskan secara detail, tapi saya percaya dengan kalian untuk menjaga arum"

"tap,,,,,,"

"saya rasa cuma itu yang mau saya sampaikan ke kalian, dan untuk beberapa hari kedepan arum tetap akan dirawat dirumah sakit, saya sudah menelpon dokter salma mama arum, dan dia berpesan selama arum dirawat tidak ada yang boleh membesuk, hanya itu. Ada yang mau ditanyakan lagi ?"

"loh kita kan mau jagain arum disini dok" ucap raza mulai kesal

"ini perintah dari mama arum, jadi kami tidak bisa membantah"

"lahh emang kenapa, kalian kan dokter disini, kami temen arum dok nggak mung,,,,,"

"karena rumah sakit ini milik keluarga gozanda" ucap dokter itu memotong perkataan raza

Seketika raza ternganga, dia tak habis fikir sekaya itukah arum, apalagi yang dimiliki oleh keluarga gozanda ? Rumah sakit sebesar ini. Oh tuhan arum kaya banget.

"ohhh okee" ucap raza kemudian terdiam seribu bahasa, entah apa yang dipikirkannya saat ini

Sedangkan dokter ardian hanya geleng-geleng kepala menyaksikan perdebatan raza.

"yasudah kami permisi dok, terima kasih" ucap dokter ardian

"iya sama-sama dokter ardian"

Sepanjang lorong rumah sakit, raza masih diam, ia bingung apa yang harus ia katakan kepada morin dan raja,

"apa kata dokter ilham ?" tanya raja

"selama arum dirawat, tidak ada yang boleh menjenguk arum"

"APA" teriak morin

"tenang rin tenang, ini juga perintah dari mama arum" ucap raza sedikit khawatir karena morin kembali menangis

"sebaiknya kalian kembali kesekolah, biar saya yang jaga arum disini"

"tapi dok,,,,"

"kamu juga butuh istirahat morin, mata kamu sembap, kalian juga harus balik kesekolah, disini juga percuma kita nggak bisa nemenin arum, sekarang kita cuma bisa berdoa aja semoga pengobattan arum cepat selesai, dan arum bisa balik kesekolah"

"yaudah kita pulang ya rin" bujuk raja menatap morin yang berada dipelukannya

"tap,,,,,tapi arum sendirian disana ja,,,,,,,,,, dia sakit, arum sakit parah,,,,,, ak ,,,, aku nggak mau pulang"

"rin dengerin gue. Arum nggak butuh air mata lo, dia butuh doa dari lo dan kita-kita, gue tau lo sedih tapi please rin, kalo lo sakit kita juga sedih. Dengerin gue rin kali ini, tolong." ucap raja, morin menatap lekat mata raja kemudian menganggukkan kepalanya seperti anak kecil

"yaudah, kita pulang sekarang. Oh ya dok, kabarin kita ya setiap harinya keadaan arum"

"tapi gimana dokter ardian tau keadaan arum kalo arum aja nggak boleh kita besuk" ucap morin

"rin, saya sahabat abangnya arum namanya bagas putra gozanda dan saya juga deket sama keluarga gozanda, jadi kemungkinan saya punya akses buat besuk arum"

"ohh abangnya arum yang ganteng itu ya dok " ucap morin dan seketika raja melepaskan pelukan morin dengan sedikit kasar

"belum sehari lo peluk gue, udah bilang cowok ganteng" kesal raja

"kenapa lo cemburu" tanya morin

"iya" ucap raja kemudian meninggalkan mereka yang ternganga mendengar ucapan raja

"kok raja bilang gitu sih, dia cemburu? Cemburu apaan coba, nggak biasanya dia kek gini, aneh" ucap morin dalam hati

Disekolah
Tibanya disekolah raja berjalan mendahului raza dan morin
Morin dan raza saling melempar pandangan

"raja kenapa sih ?"

"lo yang nggak peka atau raja yang bego ya ?"

"apaan sih za, nggak jelas banget"

Saat raza ingin menjawab ucapan morin, tiba-tiba kenan berlari menghampiri mereka dengan ngos-ngosan wajah yang pucat keringat membasahi wajahnya saat itu

"ar,,,,,, arum dimana rin ?" tanya kenan mengatur nafasnya

"kenapa lo cari arum ?" tanya morin

"gue mau minta maaf ke dia rin"

"OH JADI LO YANG BUAT ARUM SAKIT HAH ?" teriak raza yang tiba-tiba memanas

"za,,, za tenang dulu" ucap morin

"ken, menurut gue lo nggak pantes buat arum" ucap morin

Kenan terdiam, hatinya merasa sakit mendengar ucapan morin

Maaf yaw author jarang update, ayooo dongg share ke yang lain. Biar author semangat buat nulis.

Help BackTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang