.
.
.
.
.
Antonerei, City Of Scholars
Boommm...
Benturan ledakan sihir Cyclops dan sihir milik Harley membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut menghindari ledakan yang di akibatkan dua sihir yang saling beradu. Semua orang yang berada di ruangan tersebut mencoba untuk berlindung agar tidak mengenai imbasan ledakan ke dua sihir itu. Hanya beberapa orang tentara CFD yang selamat tapi banyak juga dari tentara Cybers Force Of Defenders (CFD) yang menjadi korban ledakan tersebut. Cyclops dan Harley kini keduanya tak sadarkan diri dan pingsan, mereka berdua tidak sempat untuk menghindari ledakan itu. Akibatnya mereka berdua terpental terkena imbasan ledakan itu.
Di kubu V.E.N.O.M Squads, Grock menciptakan sebuah dinding agar melindungi Angela dan Hanabi dari ledakan itu, sedangkan Gusion dengan skill pemindahannya, dia berhasil lolos dari ledakan itu. Tetapi saat ledakan terjadi Gusion tidak sempat untuk menyelamatkan Harley.
S.A.B.E.R Squads juga melakukan hal serupa, Johnson mengubah dirinya menjadi mobil untuk melindungi Layla dan Saber, namun Johnson tidak sempat untuk menyelamatkan Cyclops sehingga mereka memutuskan untuk menghindari dari ledakan itu. Sementara para anggota CFD, Lolita yang berada dekat dengan ledakan yang dihasilkan oleh dua sihir tersebut, melindungi dirinya dengan Skill kemampuannya yang menciptakan sebuah pelindung Shield atau barrier dari alat Proyektil Noumenon Energy Core yang ada di tubuh gadis Elf itu, untung dia sempat menggunakan Barrier itu dari ledakan tersebut. Terlihat juga Alpha, Bruno, Jawhead, dan Claude menjauhi dari tempat ruangan ledakan itu dan berlindung di sebuah tembok yang kokoh dari imbasan ledakan ke dua sihir tersebut.
Setelah keadaan mulai pulih kembali, Gusion kemudian berlari ke arah tempat Harley berada untuk menyelamatkannya.
'Harley ku mohon kau jangan mati... Cih... Kenapa keadaannya jadi begini?' Tanya Gusion pada dirinya sendiri. Namun dari belakang tiba-tiba seseorang menembaki Gusion yang tengah berlari menuju tempat Harley. Terlihat sebuah mobil melaju cepat ke arah Gusion. Dan Layla mencoba untuk menghentikan pergerakkan Gusion dengan menembaki ke arah Gusion dengan menggunakan Malefic Gunner-nya. Saber juga bersiap untuk menyerang Gusion dengan pedang katananya.
"Rasakan ini..." Seru Layla sambil memegang Malefic Gunner dan menembaki Gusion. Telihat peluru sinar dari senjata Malefic Gunner melesat ke arah Gusion berada. Tetapi Gusion sudah menyadari serangan tembakan dari Layla dan kembali melemparkan danggernya ke samping dan bertelepotasi dengan cepat.
"Cih... kau tak bisa lari dariku, Gusion. Rasakan ini. We Can do it, Target locked, open fire! Malaefic Bomb..." Ucap Layla menembakkan Malefic Bomb ke arah Gusion. Malefic Bomb itu seperti rudal yang terus mengikuti pergerakkan Gusion. Gusion terus menghindari Malefic Bomb itu, dengan cara menyebarkan ke 10 danggernya ke segala penjuru ruangan dan menggunakan skill kemampuan berpindah tempat dengan sangat cepat.
"Cih... Sial..." Seru Gusion kembali bertelepotasi dan mengindari lesatan dari senjata peluru sinar Layla.
Layla melompat dan turun dari Johnson.
"Johnson, Saber biar aku yang lawan dia. Kalian fokus selamatkan Cyclops." Ucap Layla kini kepada ke dua temannya.
"Baiklah, hati-hati Layla dengannya. Ayo Johnson kita selamatkan Cyclops terlebih dahulu." Ucap Saber kepada Johnson.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mobile Legends : The Heroes
FantasyMobile Legends : Heroes terinspirasi dari kisah-kisah para hero di Mobile Legends. Tujuan pembuatan cerita Mobile Legends : Heroes ini, untuk sarana hiburan bagi para pembaca dan pecinta Mobile Legends maupun kalangan umum. Saran dan Kritikan bisa...
