Chapter 43 - Kakak Beradik

902 42 14
                                        

~~~~~~~~
.
.
.

Scarlet Shadow Territory, Cadia Riverlands

Gusion saat ini berada di sebuah hutan tak jauh dari Kota Scarlet Shadow. Bersama dengan Kagura dan Hayabusa mereka bertiga menelusuri hutan itu untuk berburu bahan makanan dan buah-buahan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Saat mereka berada di Jalur masuk ke kota Scarlet Shadow menghubungkan antara Wilayah luar. Tiba-tiba Gusion mendengar suara tembakan, terdengar sangat jelas di telinganya. Suara tembakan itu terdengar berulang-ulang kali sampai Hayabusa dan Kagura juga dapat mendengarkan suara tembakan tersebut. Hayabusa mengatakan kalau suara tersebut tidak jauh dari tempat mereka berada dan suara tersebut terdengar di sebelah barat Jalur yang kini mereka lalui. Dengan rasa sangat penasaran, akhirnya mereka bertiga segera menuju sumber suara tembakan tersebut.

"Kau yakin suara tersebut dari arah ini?" Tanya Gusion kepada Hayabusa yang kini tepat di belakangnya.

"Hn... Ya... Ku rasa sumber suara tembakan tersebut berasal dari arah sini. Di mana di sana merupakan tempat jalur para Bandit sering melakukan perampokkan kepada Para Pedagang dan penduduk yang ingin pergi menuju kota Scarlet Shadow. Jalur itu sangat rawan sekali. Banyak sekali para Pedagang dan penduduk yang sudah menjadi korban saat melewati jalur itu." Kata Hayabusa menjelaskan tempat sumber suara itu berasal.

"Emmm... Haya-kun benar, itu jalur yang sangat rawan sekali. Sepertinya sedang terjadi pertarungan." Seru Kagura yang kini berada di samping Gusion.

"Aku memang belum banyak mengetahui semua tentang tempat ini. Kagura benar, aku juga bisa mendengar sebuah suara seperti seseorang melakukan pertarungan." Ucap Gusion kepada Hayabusa dan Kagura.

"Kalau begitu, Ayo... bergegas. Siapa tahu mereka butuh batuan kita?" Kata Hayabusa lagi di iringi anggukan Gusion dan Kagura.

Setelah mereka sampai di tempat sumber suara tembakan itu berasal, Gusion melihat ke arah seorang gadis yang sedang berhasil mengalahkan musuhnya, ternyata musuhnya itu seorang Bandit. Gadis tersebut memakai Senjata laras panjang, sepertinya dia seorang Sniper. Namun saat gadis itu berbalik arah ketika ingin menghampiri teman-temannya, tiba-tiba Bandit yang gadis Sniper kalahkan itu bangkit kembali dan menyerangnya dari arah belakang menggunakan semua pisau. Gadis Sniper itu tidak menyadari pergerakkan hingga salah satu teman gadis itu memberikan peringatan kepadanya untuk melihat ke arah belakang, bahwa Bandit itu bangkit kembali dan menyerangnya secara diam-diam. Gadis Sniper itu akhirnya membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Bandit tersebut yang siap menyerang sambil menusukkan pisaunya ke arah perut Gadis Sniper itu.

Gusion yang menyadari itu, dengan refleks cepat dia melempar Danger ke arah Gadis Sniper berambut merah maron itu; teat di tengah pertarungan antara gadis Sniper dan Bandit tersebut. Dia lalu berteleportasi ke arah Gadis Sniper itu dengan cepat, untuk menyelamatkannya dari serangan tusukan pisau bandit tersebut.

"Sword Spike..." Kata Gusion melemparkan pedangnya ke arah gadis itu. Pedangnya melesat melewati Bandit itu. Lalu tertancap tepat berada di tengah-tengah antara Bandit dan Gadis Sniper tersebut. Gusion segera bertelepotasi dan berpindah tempat secara cepat.

Dengan satu kedipan mata, dia menghilang dan bertekeportasi ke tempat gadis Sniper itu berada. Gusion dengan cepat menggendong gadis itu lalu kembali berpindah tempat ke posisinya semula.

Bandit itu terkejut ketika melihat seorang pria muncul secara tiba-tiba di hadapannya, lalu menghilang sambil membawa gadis yang di lawannya itu pergi.

Mobile Legends : The HeroesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang