~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
.
.
.
.
.
Askati Forest, The Barren Lands
Esmeralda kini menatap ke jendela melihat ke arah pintu gerbang Kastil Askati. Saat ini dia menunggu kabar dan kedatangan teman-temannya, Valir, Clint, dan Tuan Aldous. Akan tetapi, dia sudah menunggu lama. Tidak ada informasi atau kabar tentang keberadaan mereka saat ini. Sehingga membuat Esmeralda cemas. Lunox hanya menatap sendu temannya itu. Lunox merasa dirinya bersalah karena sudah membuat mengkhawatirkan tentang dirinya. Memang Lunox memiliki kekuatan sihir Special, yaitu Twilight Orb yang ada pada dirinya. Banyak orang mengincar dan menginginkan kekuatan tersebut. Membuat teman-temannya selalu melindungi dia.
Puteri Silvanna, Puteri Odette, dan Ratu Pharsa kinj berdiskusi tentang misinya yang memberikan Trisula Suci pemberian Ratu Kadita kepada Aldous. Namun, mereka tak mendapatkan kabar sama sekali. Para Prajurit juga mengelilingi wilayah Agetla Drylands namun tak dapat menemukan Aldous, bukan Aldous saja, Valir dan Clint teman Esmeralda dalam melindungi Lunox juga tidak menemukan keberadaan mereka bertiga.
"Jadi, Apa yang harus kita lakukan?, kita tidak tahu keberadaan mereka. Para pasukan sudah mencari ke sana ke mari dan sudah mengelilingi Wilayah Agetla Drylands. Tak ada satu pun dari mereka menemukan Aldous dan lainnya." Kata Silvanna berbicara kepada Pharsa dan Odette.
"Kau benar apa sebaiknya kita sudahi aja misi ini?, kita harus membawa Lunox ke Wilayah Empire. Karena dia yang memegang Twilight Orb. Akan bahaya dia berada di tempat ini. Apa kau setuju dengan saranku Puteri Silvanna, Ratu Pharsa." Ucap Odette menyarankan untuk kembali ke Moniyan Empire dan mengamankan sang Twilight Orb, Lunox.
"Aku setuju dengan pendapatmu, Puteri Odette. Lagi pula Askati Forest berdekatan dengan Necrokeep dan Dark Abyss. Sangat bahaya apabila dia berada di sini. Walaupun sihir pelindung yang ku aktifkan untuk menahan para Demon dan juga beberapa Pasukan Prajurit Askati dapat melindunginya, kita tidak berharap banyak dengan semua itu. Para Demons dan Abyss akan memasuki wilayah setelah Sihir Pelindung perlahan tidak dapat menahan Kekuatan Kegelapan beserta para Pasukan Demons dan Abyss. Kita harus membawa dia ke Empire." Ucap Pharsa.
"Bagaimana dengan teman yang bernama Esmeralda dan Nymph Pohon itu?" Tanya Silvanna kepada Odette dan Pharsa, tentang teman Lunox, Esmeralda dan Belerick.
"Mereka juga kan mengikuti Lunox, Karena sepertinya Esmeralda mencoba untuk melindunginya. Sekarang, kita harus bawa mereka ke Moniyan Empire dan melaporkan semua ini kepada Raja Tigreal." Ucap Odette menyarankan kembali.
"Baiklah, Kita kembali ke Imperial Sanctuary. Kita bicarakan ini kepada Sang Raja." Seru Silvanna sambil mengangguk setuju dengan saran yang di berikan oleh Puteri Odette.
.
.
.
.
.
Perbatasan Moniyan Empire dan Azrya Woodlands
Di tengah hutan yang sejuk, hanya perpohonon besar yang tumbuh di sepanjang jalan menuju wilayah Moniyan. Fanny ditugaskan untuk menyampaikan sebuah pesan Raja Estes kepada Raja Moniyan, Tigreal. Tetapi Fanny tidak sendiri, dia di bantu oleh Claude seorang pemuda yang berasal dari Antonerei, City Of Scholars dan bersama dengan Partnernya Dexter dalam perjalanannya ke Istana Imperial Santuary yang berada di pusat Kota Lightborn, Moniyan Empire.
Dalam perjalanan mereka, Fanny dan Claude selalu memperdebatkan hal yang membuat mereka merasa kesal satu sama lain. Mereka saling berdebat tentang ke jelek-jelekkan mereka masing-masing. Claude selalu membuat Fanny kesal dengan sedikit kesombongan tentang keahlian yang dia miliki. Dia mengatakan, dia bisa mencuri benda berharga dengan tidak di ketahui oleh siapa pun. Namun, Fanny menggeleng karena Fanny mengatakan kalau Dexter lebih ahli dari Claude, sehingga membuat Dexter senang karena sudah di puji oleh Fanny. Sedangkan Claude merasa kesal dengan Fanny. Dexter selalu berhinggap di punggung Fanny selama di perjalanan. Ternyata Fanny sangat menyukai tingkah lucu Dexter. Merasa cemburu, Claude mencoba untuk memberikan sebuah perhatian terhadap Fanny. Dengan berdebat bersama Fanny.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mobile Legends : The Heroes
FantasyMobile Legends : Heroes terinspirasi dari kisah-kisah para hero di Mobile Legends. Tujuan pembuatan cerita Mobile Legends : Heroes ini, untuk sarana hiburan bagi para pembaca dan pecinta Mobile Legends maupun kalangan umum. Saran dan Kritikan bisa...
