.
.
.
.
.
Alucard dan timnya berlayar menuju Kepulauan Makadan. Menggunakan sebuah perahu dari seorang Nelayan. Sekarang mereka mengarah ke arah tenggara menuju Kepulauan tersebut.
"Tuan Badang, Apa masih jauh lagi?" Tanya Miya kepada Badang.
"Hmmm.. kira-kira 30 menit lagi kita sampai ke pulau tersebut." Ucap Badang sambil mengemudikan kapalnya.
"Bearti sudah dekat, dong... Yeah..." Seru Nana senang, kini dia kembali bermain air dengan mencelupkan Boomerangnya ke dalam air laut.
"Ngomong-ngomong, setelah kita berhasil menyelamatkan Nana dan Viria. Aku mendengar berita bahwa Khan Thornwolf di bunuh oleh Seseorang. Apa Kak Alucard dan Kak Miya mengetahui siapa yang membunuh itu?" Tanya Harith kepada Alucard, dan Miya.
"Bukahkan Alucard bertarung melawannya. Benarkan, Alu" Jawab Miya sambil menatap ke arah Alucard.
"Ya, Aku memang bertarung melawan Khan, tetapi aku tidak membunuh dia pada saat itu. Aku membiarkannya hidup agar dia menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Rakyat Klan Wildsand." Ucap Alucard menceritakan saat dia bertarung melawan Khan.
"Hmmm... ini aneh, tapi syukurlah dibalik itu semua Klan Thornwolf dan Klan Wildsand bisa hidup damai lagi." Ucap Miya tersenyum.
"Kak Miya benar. Aku senang mereka saling rukun kembali." Ucap Nana menimpali.
Alucard masih memikirkan perkataan dari Harith. 'Apa mungkin seseorang mempunyai tujuan untuk membunuh Khan?. Tapi aku sama sekali tidak merasakan kehadiran orang itu. Mungkin saja orang itu memiliki hubungan dengan Khan.' Batin Alucard namun sebuar suara membuyarkan lamunannya dan dia tersentak kaget.
"Eh... ada apa Alu...?" Tanya Miya heran melihat Alucard melamun.
"Hn... tidak apa-apa." Balas Alucard mengelak. Lalu Alucard kembali mengingat perkataan dari Kakek Zikov.
Flashback On :
''Saat Peperangan terjadi, Klan Wildsand yang dipimpin oleh Moskov dan Klan Thornwolf dipimpin oleh Khan Thonwolf saling bertarung merebutkan Wilayah Hietala Grassland. Banyak korban berjatuhan dan meninggal dunia akibat perang itu." Kata Kakek Zikof menceritakan kepada Alucard, Miya, Nana, dan Harith.
"Namun kami berhasil dikalahkan oleh Khan Thornwolf dan pasukannya. Pasukan mereka sehingga kami harus mundur pesisir Wilayah Hietala Grassland. Banyak dari Kaum Wildsand yang menderita." Lanjutnya.
"Terus apa yang terjadi dengan pemimpin kalian?" Tanya Alucard kepada Kakek Zikov.
"Pemimpin kami, Yang Mulia Moskov harus mendapatkan hukuman dari Khan Thornwolf yaitu meninggalkan Wilayah Hietala Grassland. Moskov berencana untuk membentuk pasukan kembali dan merebut kembali Hietala Grassland, namun Khan Thornwolf berhasil menggagalkan rencana tersebut. Akhirnya Moskov sang pemimpin kami tidak tahu keberadaan sampai sekarang." Jawab Kakek Zikov kini sambil memeluk cucunya Verri.
"Hingga sampai sekarang kami Klan Wildsand harus membayar Pajak ganti rugi akibat peperangan itu kepada Klan Thornwolf." Ucap Sang Kakek Zikov bersedih.
Flasback Off :
'Mungkin saja yang membunuh itu adalah pemimpin terdahulu dari Klan Wildsand, Moskov. Apa dia yang membunuh Khan dan membalaskan dendamnya dengan Khan?' Batin Alucard bertanya pada dirinya. Dia kembali teringat dengan perkataan Kakek Zikov.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mobile Legends : The Heroes
FantasíaMobile Legends : Heroes terinspirasi dari kisah-kisah para hero di Mobile Legends. Tujuan pembuatan cerita Mobile Legends : Heroes ini, untuk sarana hiburan bagi para pembaca dan pecinta Mobile Legends maupun kalangan umum. Saran dan Kritikan bisa...
