Sahabat Dulu Dua

99 3 0
                                        

Malam selalu ikhlas menerima senja dengan warna jingganya yang berubah gelap. Para penghuni malam yang mengerik selalu menuturkan kebesaran ciptaan-Nya dengan bertasbih. Desa itu terselimuti kabut dingin yang cukup untuk menusuk tulang.

Narni menyelimuti putranya itu rapat. Ia pun segera mengambil sweater hitamnya yang tergantung di daun pintu kamar lalu memakainya. Aktivitas desa mendadak sunyi sepi karena kabut yang turun cukup tebal. Hingga jalanan pun jarak pandangnya cukup susah untuk dilalui kendaraan.

Sasongko meringkuk menutupi tubuh dengan sarungnya di depan tv. Ia sengaja membiarkan tv tetap menyala  walau waktu sudah memasuki larutnya. Kopinya pun semakin dingin saja karena ia justru tak sadar menutup matanya dan akhirnya tertidur.

Dengkurannya membuat Narni yang sedari tadi menidurkan buah hatinya terbangun. Ia memandang suaminya dengan rasa sedikit kesal. Karena tv yang masih menyala. Kemudian ia matikan tv dan membiarkan suaminya tertidur di kursi papan ruang tengah itu.

Saat ia masuk ke dalam kamar dan hendak tidur, tiba-tiba ada sms masuk. Narni mengambil handphone yang tergeletak di meja. Dan ia membuka isi sms itu, ternyata Danang yang mengirim.

Danang : Selamat malam Nar.

Narni : Malam Nang.

Danang : Kamu masih belum tidur?

Narni : Ini aku mau tidur Nang.

Danang : Oh begitu? Baiklah, maaf kalau aku mengganggumu.

Narni : Enggak apa, mungkin lain waktu kita bisa ngobrol Nang.

Danang : Okey baiklah.

Narni menarik napas panjang setelah ia berbincang singkat dengan Danang. Ia hanya berpikir akan sahabatnya itu. Sejak kepulangannya dari merantau dan reuni itu, Danang terus saja berusaha seolah mendekatinya.

Narni tetap berusaha berpikir positif akan pertemanannya dengan Danang. Karena ia juga tak ingin kalau sahabatnya akan merasa menerima penolakan dari diri Narni. Padahal Narni hanya tak ingin kalau suaminya tak menyukai hubungan persahabatannya dulu berlanjut sekarang.

Tak lama Narni pun tertidur sesaat setelah bersms dengan Danang. Handphone itu masih di tangannya. Sampai akhirnya esok pagi, ternyata suaminya sudah rapi memakai baju kerja. Wangi body lotion yang biasa dipakai Sasongko tercium sampai ujung hidung Narni.

"Nar... bangun," ucap lembut Sasongko.

"Ya Mas...." jawab Narni seraya mengerjap matanya.

Sasongko memegang handphone milik Narni. Ia membuka sms yang semalam Narni dan Danang bicarakan. Sasongko mengernyitkan dahi dan bertanya pada istrinya.

"Nar, siapa lelaki ini? Kenapa larut malam sempat-sempatnya sms kamu? Enggak ada kerjaan dia! cecarnya.

Sesaat lidah Narni kelu karena tak tahu harus menjawab cecaran pertanyaan suaminya. Tapi ia berusaha tenang dulu, tangannya sibuk melipat kain selimut yang ia pakai semalam. Lalu ia pun duduk bersebelahan dengan suaminya.

"Mas, maafkan Narni. Kalau selama ini belum sempat cerita ke kamu tentang sahabatku ini," ujarnya tersenyum.

"Oh begitu, baiklah lalu siapa lelaki ini sebenarnya," tekan Sasongko yang nampak mulai cemburu.

"Dia sahabatku semasa SMP Mas," tandas Narni.

"Kok baru cerita kamu? Dan aku yakin pasti kamu sudah ada hubungan lama dengannya, ya kan! gusar Sasongko dengan matanya yang menatap tajam pada istrinya.

Narni terdiam, ia tahu kalau suaminya mulai cemburu. Ia pun lantas seperti ingin menghindari pembicaraan itu karena tak ingin ujungnya kan terjadi perdebatan di pagi hari. Rasanya seperti pamali atau ora ilok dan bisa dikatakan tabu.

"Maaf Mas, lain kali kita bicarakan hal ini, aku mau siapkan sarapanmu dulu," Narni bangkit dari duduknya lalu menuju dapur.

"Alah enggak usah buat sarapan, aku sudah ngopi tadi dan aku sudah cek handphone kamu! gusar Sasongko sembari memakai sepatu kemudian ia pergi berangkat kerja.

"Aku berangkat dulu! serunya berpamitan pada Narni.

***

Nah loh! Narniiii... apa kataku, sudah kuduga kalau suamimu itu pasti akhirnya cemburu 😪 makanya... aku dah ingetin kan kalau kamu musti hati-hati akan hal ini 😭

Ya udah... kita coba cari solusinya aja yuks!! Biar Sasongko enggak keterusan cemburunya!

Cuzzzz 🎠🎠🎠😍

Maid In MerlionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang