Rise Up! Sakura...

1.3K 115 0
                                    

Keesokan harinya sakura bersiap untuk pergi bekerja. Meskipun ia masih merasa nyeri di sekitar panggulnya karena kejadian itu, tetapi ia tidak ingin mengabaikan pekerjaannya yg sudah menumpuk. Lagi pula jika hanya berdiam diri di apartmentnya hanya membuatnya sedih memikirkan dirinya.

***
"Good morning... hinata, ten-ten"
Sapanya saat sampai di hotel konoha, dan melihat kedua sahabatnya berada di depannya karena lebih dulu sampai.

Hinata dan ten-ten menoleh ke arah sakura yg menepuk punggung mereka

"Morning.../Pagi..." sahut kedua wanita dengan raut wajah terkejut.

"hey... Bagaimana keadaanmu ? Apa sudah baikan?" tanya ten-ten yg menghentikan langkah kakinya.

"Sakura-chan bagaimana keadaanmu ? Ku dengar kemarin kau sakit yaa?" Suara hinata terdengar khawatir

Sambil menggaruk pipinya yg tidak gatal, dan mengajak kedua sahabatnya berjalan-
"Ahh, soal itu aku baik-baik saja kok. Cuma sedikit kelelahan aja"

Ketiga wanita itu sudah sampai di meja reseptionis, mereka mengobrol sambil berjalan. Hinata dan ten-ten langsung ke meja masing-masing, Sakura ikut bargabung dengan mereka karena kedua sahabatnya begitu penasaran soal makan malamnya bersama uchiha sasuke. Jadi mau tidak mau sakura duduk lebih lama dan menceritakan kejadian semalam (soal makan malam, dan berkeliling hotel) tentu saja dia tidak menceritakan soal ia dan sasuke yg tidur bersama.

"Wahh... Beruntungnya, pasti sakura-chan sangat bahagia" sahut hinata yg ikut tersenyum melihat sakura yg malu-malu saat bercerita.

"hehe, ini namanya paket lengkap. Bayangin deh kalian makan malam, terus jalan berdua. Mirip kencan yah hinata?"
Ten-ten menyenggol tangan hinata sambil menggerakkan alisnya bermaksud hinata sependapat dengannya.

Sakura hanya tersenyum mendengar ocehan sahabatnya yg membuatnya teringat kejadian bersama sasuke. Pipinya seketika merah karena bayangan-bayangan sasuke muncul di benaknya. Sambil menghela nafasnya ia menyadarkan dirinya

"Sadarlah sakura, kau harus melupakannya. Kau harus ingat apa yg dikatakan sasuke" dewi batin sakura membuat ia sadar dan bangkit dari tempat duduknya.

"Baiklah! Aku harus melupakannya, kalau aku peduli dengannya aku harus menghargai pendapatnya"

Gumamnya pelan sambil mengepalkan tangannya ke arah dadanya tanda ia menyemangati dirinya.

Hinata dan ten-ten kaget dengan sakura yg tiba-tiba berdiri.

"Eh, ada apa? Kok tiba-tiba semangat begitu" tanya ten-ten yg mendongak ke arah sakura.

Sambil menoleh ke arah kedua sahabatnya ia tersenyum
"hehehe, gak apa-apa. Yaudah aku ke ruangan ku yaa, sepertinya aku mulai mendengar berkas-berkas yg memanggil namaku" itu hanya alibi sakura, agar ia terhindar dari pertanyaan liar ten-ten.

Ia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kedua sahabatnya yg bingung dengan Lawakan garingnya.

"Haah?? Apa-apaan dia, apa barusan dia melawak?" tanya ten-ten pada hinata yg tertawa geli melihat tingkah sahabatnya itu.

***
Tok-tok...

"Masuk" Terdengar suara serak seorang pria yg berusia 40'an tahun.

"Oh kau rupanya, suigetsu. Ada apa ? Apa sasuke menyetujui nya?" tanya pria dengan rambut panjang berwarna hitam itu.

"Yah awalnya dia menolak. Bahkan aku sampai menyerah membujuknya, dia benar-benar keras kepala. Tapi entah kenapa tiba-tiba dia menyetujuinya, padahal mendengar nama karin saja membuatnya emosi, aku benar-benar tidak mengerti.." Ucap suuigetsu yg mulai memijat keningnya dan duduk di sofa tidak jauh dari pria itu.

"Oh... Rupanya dia mendengarkan nasihatku" gumam pria itu sambil tersenyum.

"Ehh, ada apa orochimaru-sama?" tanya suigetsu yg merasa aneh dengan senyum Bos nya itu

Orochimaru adalah CEO dari agensi yg menaungi sasuke.

"it's Nothing... Oh ya apa kau sudah memberi tahunya, soal iklan dari Brand baju musim dingin itu?" Tanya orochimaru sambil menggerak-gerakkan pulpennya.

"Soal itu... Dari tadi aku sudah berusaha menghubunginya, tapi tetap saja dia mengabaikan panggilanku" ucap suigetsu lirih

"Baiklah, biarkan saja dia... Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri" jawab orochimaru dengan senyum seadanya.

"Baiklah, kalau begitu aku mau ke hotel konoha. Aku mau mengambil kontrak kerjasama dengan mereka" ucap suigetsu sambil meninggalkan ruangan orochimaru

"ehh" suigetsu menghentikan langkahnya dan memutar badannya.

"Ngomong-ngomong, aku dengar dari pegawai di hotel konoha kalau kemarin Orochimaru-sama datang ke hotel pagi-pagi sekali, tapi tidak menemui kami? Ada apa yaa??" tanya suigetsu dengan penuh penasaran.

"Ahh... Itu. Tidak ada, hanya saja aku ingin menemui kalian. Tapi sepertinya kalian belum bangun jadi aku memutuskan untuk kembali saja" jawab orochimaru santai sambil menyatukan jari tangannya yg berada diatas mejanya

"Oh begitu" jawabnya dengan nada sedikit curiga yg masih menyisakan pertanyaan di benaknya.
"Yasudah kalau begitu aku permisi" pamitnya sambil sedikit menundukkan kepalanya.

***
Sementara itu, sakura tengah sibuk dengan berkas-berkas yg ia persiapkan. Sambil mengecek laptop nya yg berisi file-file "Hotel Zeus", hotel naruto yg berada di Suna. Hotel itu sudah selesai di bangun hanya saja kemarin ada sedikit salah paham dengan pemilik tanah yg berada di sekitar hotel dan membuat naruto harus pergi ke Suna.

Drrtt Drrrtt...
Ponsel sakura bergetar karena ada yg menelfon.

"Hallo, suigetsu-san?"

"eh hallo... Aku lagi di jalan nih, mau melihat kontrak yg kemarin" jelas suigetsu. Yg dimaksud suigetsu adalah kontrak kerjasama antara sasuke dengan hotel konoha.

"Oh, iya... Sudah saya siapkan. Suigetsu-san sudah sampai mana biar nanti kita bertemu di luar" ucap sakura sambil merapikan meja kerja nya.

"Baik, gimana kalau kita bertemu di Caffe dekat hotel konoha?" tanya suigetsu sambil menyetir mobil nya

"Oh, Caffe itu... Baik 15 menit aku sudah sampai di sana" ucap sakura sambil mengambil tas dan membawa map berisi kontrak sasuke.

Sebelum berangkat menemui suigetsu, sakura mengirimi pesan singkat ke naruto.

"To : Naruto
Aku akan makan siang diluar bersama suigetsu-san, dia ingin melihat kontraknya.
Oh iya, makan siang mu sudah aku pesankan"

.
.
.

Note : Saya nggak bisa menjelaskan Orochimaru seperti apa. Susah banget lah, yg jelasnya suara seraknya itu bukan karena dia sudah tua yaa. Tau kan gimana suara khas nya orochimaru di anime??
Intinya, penampilan orochimaru versi saya mirip seperti di anime.

Yaa semoga kalian ngerti lah😊😊

Happy reading-

You're My DNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang