Terus berjalan, berjalan, berjalan menghampiri Rey yang ada disana.
Semakin memberanikan tekadku untuk menghampirinya.
Dan, akhirnya aku pun sudah sampai di belakangnya.
Rey pun menengok ke belakang dengan perlahan, seketika aku terpelonjat kaget saat ia berubah wujud menjadi makhluk yang mengerikan. Lalu, aku pun berjalan mundur bagaimanapun dia berjalan maju tuk mendekatiku dengan perlahan.
Perlahan, perlahan, perlahan..
Tapi semakin cepat.
"Stop!!!" teriak Rey dengan lantang, yang membuat anara menjadi terpelonjat kaget dan langsung terdiam seperti patung
"Jangan coba-coba kabur kau!!!" ucap Rey dengan lantang, sambil melanjutkan langkahnya sembari mendekat ke arah anara
"Mau apa kamu, Rey???" jawab anara dengan berteriak lantang karena ketakutan
"Aku mau kamu!!!!" ucap Rey lantang, yang semakin perlahan berjalan mendekati anara
"Kok aku?! Memangnya aku kenapa?" jawab Anara dengan lantang, seketika tubuhnya menjadi bergetar karena ketakutan
"Kamu memang pantas untuk menjadi pasanganku, Anara" ucap Rey dengan nada lantang, sambil menunjukkan senyum liciknya itu
"Pasangan apa?!" jawab anara penasaran dengan berteriak lantang
"Aku ingin membuatmu menjadi...." ucap Rey dengan semakin pelan pelan dan lalu ia bergerak cepat hingga sudah ada di depan anara
"Menjadi apa?!" jawab anara dengan kesal sambil menatap bola mata Rey yang berwarna biru menyala seperti sinar
Tanpa menunggu...Rey ingin membuat nafsu nya denganku, namun kejadian itu membuatku selamat. Ketika, jansen tiba-tiba datang menyelamatkanku dari Rey.
"Stopp Rey!!! Tahan nafsu mu" ucap Jansen sambil menarik tangan Rey dengan cepat dan membawanya jauh dari taman
"Sebenarnya ada apa sih ini?" ujar Anara bingung, pada apa yang terjadi padanya tadi
"Kamu tidak tahu apapun tentang kami, anara" jawab Jansen yang tiba-tiba datang dengan cepat di depanku
"Kalian bukan semacam vampire atau werewolf kan?" tanya anara sambil melihat kedua bola mata jansen yang sama dengan Rey
"Jangan melihat warna bola mataku, nanti kau akan terhipnotis" jawab jansen yang kemudian menutup kedua matanya, untuk menyembunyikannya dari anara
"Kami bukan vampire atau werewolf. Ini adalah sebuah makhluk yang berbeda, dan jarang sekali orang tahu dengan keberadaan kami." sambung jansen dengan pelan
"Lalu, kamu adalah makhluk apa jansen?" jawab anara dengan penasaran sambil bertanya balik padanya
"Kami adalah makhluk semacam hantu, yang dapat hidup sebagai manusia. Namun, kami berbeda dari jenis hantu lainnya yang hanya bisa menembus tembok dan tidak terlihat oleh oranglain. Tetapi, kami pun bisa menembus tembok juga menerawang juga membaca pikiran oranglain juga dapat terlihat oleh manusia dan dapat mendengar apa yang dikatakan oleh manusia dari jarak jauh" ucap Jansen sambil menjelaskan dengan perlahan pada anara, sembari membuka kedua matanya karena warnanya sudah kembali normal menjadi hitam
"Wah, kalian hebat" jawab anara berdecak kagum dengan jansen
"Hebat apanya? Yang ada kami pusing, mendengar suara dan pikiran oranglain dimana-mana." ucap Jansen sambil menepuk dahinya
"Ouh, tapi menurutku kemampuan kalian itu sangat hebat" jawab anara sambil tersenyum lebar pada jansen
"Ya terimakasih, Anara. Tapi kamu jangan beritahu kepada siapapun ya, tentang aku dan Rey" ucap Jansen sambil tersenyum, sembari menggulungkan kedua tangannya di dekat dada
"Oke Jansen, aku bakal merahasiakan nya kok." jawab anara sambil mengangguk pelan
"Ouh iya, Rey dimana?" tanya anara sambil melingak-linguk ke ke arah sekelilingnya
"Dia kubawa ke balkon atas, supaya bisa menenangkan diri disana" jawab Jansen sambil menatap anara
"Ouh iya syukur, huftt" ucap anara sambil menghela nafasnya
"Iya" jawab jansen sambil mengangguk
"Jadi, apa alasan Rey untuk mengundangku ke pesta ini? Disini sepi tidak ada orang, selain kalian berdua" ucap anara sambil menoleh ke arah sekelilingnya
"Rey? Mengundangmu ke pesta? Disini tidak ada pesta sayang" jawab Jansen dengan heran
"Ouh, jadi dia berbohong padaku?" ucap anara sambil menyeritkan dahinya
"Iya, sepertinya" jawab Jansen sambil mengangguk pelan
"Lalu, apa maksudnya dia ingin menjadikanku makhluk seperti mu jansen?" tanya Anara lagi pada Jansen dengan penasaran
"Ouh, dia pernah bilang padaku kalau Rey sangat mencintaimu. Jadi, mungkin dia ingin mengubahmu sama sepertiku. Tapi, kurasa kamu belum waktunya untuk menjadi sama sepertiku.. Anara" jawab Jansen sambil menatap serius anara
"Ouh, begitu. Jadi, rey mencintaiku?" ucap anara seraya akan tertawa
"Iya, semenjak ujian sekolah itu. Tiba-tiba ia tertarik padamu, dan kemudian jatuh cinta. Dia bilang, suatu saat kamu akan menjadi pasangannya dan kemudian menikah bersamanya. Setelah menikah, katanya kita bakalan punya anak-anak yang cantik dan tampan." jawab Jansen sambil tersenyum lebar
"Hahaha, ya ampun. Ada-ada saja Rey" ucap anara sambil tertawa, sembari menggeleng-ngelengkan kepala mendengar tingkah laku rey yang lucu
"Iya, ada-ada aja tuh bocah. Hahaha" jawab Jansen yang ikut tertawa juga
Bagaimanakah kisah selanjutnya??
Jangan lupa vote+follow ya gaess..😊😉😀
Kalau ada saran atau kritik bisa di kolom komentar ya :)
Makasih💕🤗😀
#HappyReaders guys 😁😘
*Mana nih istri halu nya Taehyung??? 😂 yang kepengin kayak si Anara.😁
KAMU SEDANG MEMBACA
ANARA [Selesai]
Humor*** [SUDAH TAMAT] Kisah seru dari gadis cantik, periang, imut, dan memiliki nama lengkap yang sangat panjang, yaitu Anara.... Ia belum memiliki kisah cinta yang indah dengan siapapun. Namun tetapi, cinta Arkan (kakaknya) pun sedang ikut berseteru de...
![ANARA [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/209049617-64-k101564.jpg)