Kubalas Kejutan yang Ivy Beri

596 73 4
                                        

Vote. Vote. Read. Comments... Thank you 😍

Aku hanya bisa menghela napas lelah saat Mas Dante dan Bang Delaney menarikku kembali ke kamar sebelum benar-benar pergi ke rumah Ivy seperti yang sudah Daddy rencanakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku hanya bisa menghela napas lelah saat Mas Dante dan Bang Delaney menarikku kembali ke kamar sebelum benar-benar pergi ke rumah Ivy seperti yang sudah Daddy rencanakan.

Aku tau mereka pasti terkejut dengan semua ini. Dan itu sangat wajar. Dengarkan saja apa yang akan mereka bahas kali ini.

"Lo bisa ceritain semuanya sama Mas dan Abang, De. Kenapa tiba-tiba lo mau menikah?" Mas Dante, Kakak tertua itu, memulai pembicaraan.

"Ya masa Mas sama Abang doang yang nikah. Gue juga pengen, Mas." Aku mencoba tak acuh.

"De! Lo ngerti pertanyaan Mas Dan itu apa. Jawab bener-bener deh kalo diomongin Mas sama Abangnya." Bang Delaney ikut berbicara.

Aku menghempaskan napas kuat. Kulihat kedua kembaranku yang nampak menyadari ada yang tak beres dengan rencana pernikahanku dan Ivy.

Selama ini, aku tidak pernah berbohong pada mereka pun Mama dan Daddy.

Tapi pada kedua orang tuaku, entah kenapa aku tidak sanggup untuk mengatakan bahwa rencana pernikahan itu hanyalah kalimat spontan dari Ivy karena malu setelah datang di acara pernikahan sang mantan.

Dan ini adalah kebohongan pertama yang aku lakukan pada beliau-beliau karena tak bisa memberikan pembenarannya.

Tapi kebohongan itu tidak berlaku pada kedua kembaranku yang meski terlihat sangat dingin, namun lebih peka dengan keadaan di sekitar mereka.

Lagipula, bukankah aku harus menceritakannya pada seseorang untuk mendapatkan pencerahan dengan apa yang terjadi padaku dan Ivy, bukan?

"Rencana pernikahan ini emang cuma bualan Ivy yang mungkin malu karena pergi sendirian dipernikahan mantannya waktu itu." Aku akhirnya menceritakan ini pada mereka.

Terdengar dengusan dari Bang Delan dan tatapan dengan arti sudah kuduga dari Mas Dante.

Sedang aku, hanya bisa menatap mereka bersama sorot bahwa aku tidak berniat untuk memperpanjang masalah ini.

"Gue mohon rahasiain ini dari Mama sama Daddy, Mas, Bang," pintaku bersungguh-sungguh.

"Kenapa? Dia manfaatin elo, De. Lo udah gila mau ngikutin permainan yang dia buat tanpa berpikir panjang?" Bang Delan tampak tidak terima, dan aku tidak bisa menyalahkannya.

"Mom sama Daddy harus tau yang sebenarnya. Pernikahan itu gak main-main, Declan. pernikahan itu cuma sekali seumur hidup." Mas Dante memang selalu menunjukkan bahwa dia adalah saudara paling tua dengan mempedulikan kehidupan keluarganya.

"Gue bakal buat ini jadi pernikahan gue yang pertama dan terakhir kalinya, Mas. Jadi tolong kabuli, jangan bahas apa pun tentang yang sebenarnya sama Mama dan Daddy."

IVY (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang