Jangan lupa votenya, ya. Kalo ada komen, boleh juga. Hehehe, Gomawo.... 😍😍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jota, Gue udah siap." Aku bisa mendengar dengan jelas teriakkan istriku dari ruang tengah.
Aku tersenyum sambil memilih sepatu mana yang akan aku pakai. Sebenarnya, aku sudah selesai berpakaian sejak tadi.
Tapi aku sengaja berdiam diri di tempatku tidur dan menunggu saat Ivy memanggil. Aku tidak ingin dia terburu-buru jika tau bahwa aku sudah siap lebih dulu.
Dia pasti ingin tampil cantik. Dan aku berikan kebebasan untuk istriku berdandan sesuai dengan inginnya.
Itulah sebabnya, aku memilih untuk menunggunya.
Aku keluar dan melemparkan dengan pelan sepatuku di depan pintu untuk dipakai nanti. Wajahku berkerut tak bisa tertahan sesaat setelah melihat apa yang dipakai Ivy.
Hari ini, Daven menikah. Aku dan dia pergi bersama. Ivy bilang, pacarnya sedang tidak di Indonesia. Dan memang lebih baik jika dia bersama datang bersamaku. Katanya waktu itu.
Aku jelas dengan senang hati mengabulkan. Sebab memang seharusnya dia datang bersamaku, kan? Aku suaminya.
Omong-omong, aku memang sedikit tidak setuju dengan pakaiannya kali ini.
Tema acara pernikahan Daven itu garden party. Lalu Ivy dengan santainya memakai gaun yang menerawang dibagian bahu dan bawah lutut.
Aku langsung memprotes. Dia bisa gosong karena kepanasan jika masih ingin menggunakan gaun itu.
Istriku adalah model terkenal yang banyak disukai dengan para fotografer karena wajahnya yang photogenik. Tak perlu banyak bergaya, segala pesan sudah tersampaikan melalui wajah dan sedikit gesture.
Dengan tanpa sembunyi, Ivy mendengus sambil memutar bola matanya.
Dia berdalih hanya ingin menggunakan pakaian santai karena acara ini bertema garden party.
Apanya yang santai? Dia memakai gaun tanpa lengan dengan rambut terurai dan high heels yang lumayan tinggi itu. Begitukah yang dia sebut santai?
Dia bahkan hanya membalas ketus ucapanku yang kembali mengomentari soal rambutnya lalu berjalan mendahuluiku yang hanya bisa mengikuti langkahnya.
Ivy terus mengoceh selama aku dan dia berjalan menuju mobil.
Ivy yang sudah bisa memanggang daging saat aku tidak ada di apartemen. Ivy yang tidak lagi membalas perlakuan para teman modelnya dengan emosi.
Ivy yang terus ingin makan mie instan karena pernah melakukan ceating time bersamaku waktu itu.
Ivy yang mengaku bahwa dia sudah mulai membaik soal berinteraksi dengan orang sekitar. Namun mengecualikan teman-teman modelnya. Dia benar-benar tidak lagi bisa berdamai dengan mereka.