Another Jota Day

289 43 6
                                        

Bintang pojok kiri bawah gratis kok, gak papa sambil dipencet dulu sebelum baca. 😁 Heheh... Gracias 😇

Aku membuka kulkas dengan mata yang masih berat untuk terbuka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku membuka kulkas dengan mata yang masih berat untuk terbuka. Udara sedikit dingin karena hujan semalam. Tapi aku tidak berniat menggunakan baju panjang.

Aku selalu menghidupkan pendingin ruangan meskipun sedang hujan. Aku tidak tahan dengan hawa panas. Dengan AC yang menyala, aku bahkan bisa bertelanjang dada.

Jika memang terlalu dingin, aku akan memakai baju tanpa lenganku. Meskipun setelahnya, aku akan terserang flu.

Tidak masalah selama ada obat untuk membuatku sembuh dari flu menyebalkan itu, aku tidak akan masalah.

Lagipula, kenapa flu sering sekali menyerangku? Ah, mungkin itu juga menyukai pria tampan dan berotot. Tidak salah jika itu memilihku.

Baiklah, apa yang harus aku buat untuk sarapan kali ini? Biasanya, aku tidak bisa kembali tidur jika sudah terjaga, meskipun masih sangat mengantuk.

Itulah sebabnya aku memilih untuk segera bangun dan melakukan apa pun yang bisa aku kerjakan.

Apalagi yang menyenangkan selain membuat sarapan di pagi yang sejuk ini untuk istriku tercinta? Tapi aku bingung harus membuat apa hari ini. Haruskah aku mencarinya lebih dulu diinternet? Baiklah.

Kuraih ponselku dan mulai mencari makanan apa yang bisa aku buatkan untuk Ivy hari ini.

Ah, benar. Aku baru ingat sempat melihat resep ayam sup khas korea yang merebus semua bahan tambahan di dalam isi perut ayam tersebut dari youtube. Sepertinya cocok untuk sarapan diudara dingin seperti ini.

Segera kukeluarkan segala bahan yang akan digunakan dari kulkas.

"Jota." Serak suara khas bangun tidur memanggilku.

Aku menoleh dan mendapati Ivy berjalan gontai dengan berkali-kali mengusap matanya yang masih bengkak karena bangun tidur.

Gadis itu duduk dengan mengangkat kakinya ke atas kursi dan memeluk lutut. Sepertinya dia kedinginan.

Wajah Ivy terlihat sama bengkak dengan matanya. Kulitnya yang bersih terlihat lebih bersinar jika baru bangun tidur seperti ini.

Buru-buru aku berpaling karena tidak ingin Ivy menyadari wajahku yang memerah karena tersipu melihat dia terlihat sangat cantik pagi ini. Maksudnya, lebih cantik. Sebab Ivy memang selalu cantik.

"Sarapan apa, Jota?" tanyanya masih dengan suara parau.

"Ayam sup." Kutoleh dia yang tersenyum lebar sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Manis sekali istriku.

"Enaknya weekend begini ngapain ya, Jota? Gue pengen jalan-jalan, deh." Dia menghela napas bosan.

Aku berbalik setelah menyelesaikan ayam dan sudah merebusnya.

IVY (Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang