Double up, ya. Vote jangan lupa, komen bebas kok. Gracias... 🤗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kurebahkan tubuhku di atas kasur hotel pada akhirnya.
Helaan panjang ini benar-benar pertanda bahwa aku sedang amat kelelahan.
Memang, tidak semua bisa terjadi sesuai dengan apa yang diharapkan.
Pikirku selama di pesawat yang akan membawaku dan kru lainnya ke Korea, semua bisa berjalan dengan apa yang sudah direncanakan.
Aku dan semua kru bisa sampai ke Korea, lalu langsung terbang ke Jeju tepat waktu, beristirahat sejenak, mengurus segala keperluan untuk izin syuting di tempat-tempat yang sudah sepakati pihak produser, lalu mulai bekerja esok harinya.
Semua terus berjalan lancar sampai tak terasa satu bulan dan segera pulang.
Ah, tidak. Bukan itu yang terjadi sebenarnya. Itulah yang aku pikirkan dan yang terjadi malah kebalikan.
Aku terlalu bersemangat sebelum sampai di Korea. Sehingga aku lupa memberi peringatan pada diriku sendiri bahwa mungkin, kejadian tidak terduga bisa saja terjadi.
Hujan mengguyur di langit Korea saat aku dan para kru sampai di bandara Incheon. Karena kondisi cuaca di Jeju sama buruknya, akhirnya penerbangan di tunda.
Lalu tiba-tiba saja, salah satu kru muntah-muntah dan menggigil parah.
Semuanya jadi kebingungan dan panik. Aku dan Langit berusaha mencairkan suasana dengan meminta pada yang lain untuk tetap tenang.
Aku bahkan meminta salah satu di antara kru untuk membeli makanan di sekitar bandara guna menghilangkan rasa mual ataupun jetleg.
Bersyukurnya, pihak bandara punya pelayanan medis dan langsung bisa memberi penanganan pada kru yang keadaannya semakin lemas.
Dua jam setelah delay, akhirnya aku dan kru lainnya mempersiapkan diri untuk kembali terbang ke Jeju.
Untungnya, kru yang sempat demam karena jetleg dan masuk angin itu sudah pulih dan diperbolehkan melakukan perjalanan.
Aku bersyukur karena tidak ada salah satu di antara orang-orang yang kubawa harus tertinggal atau sakit berlebihan.
Meski sangat berat, aku tidak boleh mengeluh. Sebab aku menjadi satu yang juga ikut bertanggung jawab atas keselamatan tim.
Aku mungkin tidak akan melanjutkan kerja dan memilih menundanya sampai teman-teman kruku bisa pergi untuk bekerja bersama kembali.
Baiklah. Tidak ada yang mesti aku keluhkan sekarang. Meski akan lebih lelah dari perkiraan, setidaknya semua tetap aman dan sehat, bisa bekerja dan segera menyelesaikan syuting lalu kembali ke Indonesia.
Ah, ini semua salah Ivy karena membuatku terus mengingat untuk pulang. Gadis itu benar-benar membuatku tidak betah berada di suatu tempat.
Astaga! Aku belum menghubunginya. Di sana pasti sudah pagi.