Happy reading guys ! 😍
***
"Lo tadi deket-deket sama siapa di kantin?" Tanya AL kepada Mola yang berdiri tepat dihadapannya dengan muka malas.
"Apa urusan lo? Terserah gue lah mau deket sama siapa aja, hidup-hidup gue !" Jawab Mola begitu santai.
"Gue pacar lo mol ! Lo gabisa ngerubah itu !" Ucap AL dengan mata tajam menatap Mola.
"Suruh siapa lo maksain diri jadi pacar gue? Inget AL, semua yang berasal dari pemaksaan gaakan pernah ngasilin bahagia yang megah" Jawab Mola, sembari membalas tatapan tajam AL.
"Oke, gue terpaksa harus lakuin ini" Ucap AL sembari hendak pergi meninggalkan Mola.
Kali ini bukan AL yang menahan Mola pergi, namun sebaliknya, Mola yang menahan AL pergi.
"Heyy.. Lo gausah macem-macem, mau kemana lo?" Tanya Mola sembari menahan AL, dengan memegang tangan AL.
Kemudian AL melepaskan Tangan Mola dan berbicara " Lo yang buat gue harus ngilangin cowok itu dari sekolah ini" Dengan mata yang melotot tajam.
"AL gue mohon lo jangan macem-macem, lo gabisa seenaknya aja kek gitu" Ucap Mola membujuk AL.
"Gue gabisa, keputusan gue udah bulet. Dia harus lenyap dari sekolah ini !" AL bergegas pergi, dan membuat Mola berteriak dan berkata " AL stop, jangan lanjutin kaki lo buat ngelangkah, gue janji gue bakal berusaha kasih hati gue buat lo, gue bakalan berubah sepenuhnya buat lo !"
Ucapan itu sontak membuat AL berbalik arah dan menghampiri Mola.
Lalu berbicara dengan senyuman yang paling menyebalkan.
"Gue suka ini" Ucap AL dengan posisi tangan di dalam saku celana.
"Puas lo?" Tanya Mola dengan raut muka begitu muak.
Kemudian AL maju mendekati Mola, lalu senyum dan menatap Mola, dan kini jarak mereka hanya 3 cm saja.
"Lo kenapa sih harus hadir di hidup gue?" Tanya Mola sembari mendorong tubuh AL.
Kemudian AL dengan kekeh terus mendekati tubuh Mola.
"Karena Tuhan nakdirin kita untuk bersama" Jawab AL simple dengan senyuman pedangnya.
Kemudian Mola tertawa kecil dengan penuh kekecewaan.
"Semoga Tuhan gak bener-bener nakdirin gue untuk sama-sama, sama orang yang gapunya hati kek lo" Ucap Mola dan bergegas pergi meninggalkan AL.
Menjijikan, menyebalkan, semakin benci, itulah perasaan Mola saat ini terhadap AL.
***
Diskusi Perut !
Apalagi kalo bukan makan, Mola bersama ke-6 sahabatnya sedang menyantap Bakso di kantin bawah.
"Mol kenapa bibir lo Bimoli?" Tanya Ersya kepada Mola yang sedang makan dengan raut muka tidak enak di pandang.
"Hah? Apaan Bimoli?" Tanya Adzana sembari tertawa kecil.
