Bayangan tentang peristiwa yang telah aku lakukan dengan Al tiba-tiba melintas. Ya ampun, aku mikirin apa sih? Cabul banget! Besok kan masih bisa lagi. Karena mulai hari ini dia miliku. Milikku yang paling penting, paling tampan, paling unik, dan paling segalanya.
Tok..tok..tok... Mama mengetuk pintu, lalu masuk tanpa di suruh, "baru pulang Nabil?" Aku buru-buru melakukan gerakan seolah sedang merapikan buku.
"Iya ma, maaf malem banget pulangnya. Nabil pusing mah, skripsi harus mulai lagi dari awal karena data yang aku cari ngga ada. Nabil harus ganti judul. Untungnya sekarang perpus UPI buka sampe malem, jadi bisa lama-lama diem di perpus," aku terpaksa berbohong. Nggak mungkin juga kan aku bilang ke Mama kalau sekarang aku mulai sering latihan bikin anak, mantap-mantap di kosan cowo. Mau jadii apa Nabilaaaa???
Mama mandekat, dan duduk di sampingku, "kasian anak Mama. Cape ya? Mama doain semoga skripsinya lancar ya Bil. Cepet lulus, biar Mama bisa dateng ke wisuda kamu." Mama tersenyum penuh harapan. Aku nggak bisa bayangin kalau Mama tau gadis kecilnya yang polos sudah membiarkan seseorang menjebol selaput daranya, Mama pasti kecewa. Maafin Nabil ya Ma.
Aku memeluknya, "Makasih ya ma, doain Nabil terus. Maafin, mungkin nggak akan kesampean cita-cita Nabil buat lulus S1 3,5 tahun."
"Nggak Papa, nikmatin aja prosesnya. By the way, Andre apa kabar? Sehat dia? Gimana kerjanya di Jakarta? Betah dia?" Omaigat. Sumpah, kenapa harus bahas Andre sih??
"Andre sehat mah, seneng dia kerja di Jakarta. Kan gaji arsitek di Jakarta gede mah. Oh iya, tadi juga Nabil sempet ketemu sebentar Andre. Dia titip salam buat Papa sama Mama." Baiklah, bohong lagi, bohong terus. Dasar aku pembual!
"Oh gitu. Alhamdulillah ya, mudah-mudahan nanti kalau sudah lulus kamu bisa kerja di Jakarta juga." Ku jawab, "aamiin," dengan malas. Mama lalu beranjak dari kasurku dan, "ya udah, Nabila istirahat, jangan tidur malem. Besok kuliah pagi kan?"
Aku mengangguk, "iya mah, daaah," aku menutup pintu.
Fiuuuh... maafin Nabila ya mah.
Bip..bip...
The one and only: Aku tau kamu belum tidur. Lagi nikmatin hari pertama jadi pacar aku ya yank? (Alfar level pedenya emang suka minta di toyor!)
Me: Pede bat! Kamu kali ga bisa tidur ga sabar mo ktm aku bsk 💕
The one and only: iya yank, hehe. Alfar kangen Sierra. Bsk Al jmpt, jgn lama. Skrg tidur! Mimpi'in Al ya. Love you :*
Setiap kisah tentu mempunyai jalan ceritanya sendiri. Semuanya unik dan nggak akan pernah bisa ditebak sebelumnya.
Siapa yang kira lelaki seperti Andre yang sudah dicap sebagai lelaki baik, ternyata tak ada bedanya dengan bajingan penikmat selangkangan, dan Alfar yang dulu setiap kehadirannya selalu ku anggap sebagai tanda kesialan kini justru menjadi manusia yang paling memberi warna terang dihidupku yang abu-abu.
Alfaro. Lelaki aneh yang baru ku kenal 2 bulan, ternyata mampu merebut seluruh ruang cinta dihatiku yang dulu sempat dihuni Andre, lelaki yang pernah selama 2 tahun menjaga aku dengan status sebagai pacar.
Masalahnya sekarang adalah tentang bagaimana cara menyampaikannya ke Mama kalau aku sudah tidak lagi dengan Andre?
***
Rabu pagi yang sibuk. Perpustakaan cukup ramai, penuh manusia lalu-lalang silih berganti. Termasuk aku yang tak mau kalah sibuk membelah ratusan rak buku yang berdiri gagah berjajar, memajang ribuan buku dari berbagai disiplin ilmu.
Biar di kira sok sibuk, aku buru-buru memilih kurang lebih 10 buku dari rak buku paling pojok di lantai 1 dan menumpuknya di lengan untuk nanti dibawa ke meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Commuter Line
RomanceTerlahir cantik dengan deretan mantan di usia yang belum genap 22 tahun, bukan jaminan seseorang merasa bahagia. Sierra Salwa Nabila, justru menghadapi kehidupan yang rumit saat ia akhirnya jatuh cinta pada seorang pria cuek bernama Alfaro yang tanp...
