23:A Gift!

534 38 8
                                        

Yoriko sudah pulang dan Touka langsung menyalakan pendingin ruangan, karena hari ini cuaca sedang sangat panas walaupun sudah malam dan Touka memutuskan untuk melihat acara di televisi.

Baru saja akan menyalakan TV tiba² ada yang mengetuk pintu apartemennya dengan malas Touka pun berjalan untuk membukakan pintu.

Ceklek

Bruk

"KANEKI?!"

Dengan cepat Touka langsung memapah tubuh Kaneki yang berlumuran darah lalu membawanya kekamar Ayato yang sudah tidak terpakai.

"Biar kucarikan baju ganti milik Ayato"Ucap Touka kearah Kaneki yang sudah tidak berdaya dan dengan hati² Touka melepas baju Kaneki dan terlihat ada banyak goresan di dadanya yang bidang itu.

"Apa yang terjadi padamu?"

Kaneki sedikit terbatuk-batuk lalu mencoba untuk duduk yang di bantu oleh Touka.

"Kau masih mau punya pacar pembunuh sepertiku?"

Touka terdiam lalu memeluk Kaneki erat membiarkan Kaneki menangis di pelukannya.

"Kau hanya lelah Kaneki, aku tidak akan pernah keberatan memilikimu"Jawab Touka sambil tersenyum lalu menyeka air mata Kaneki lembut.

"Aku merindukanmu"Cicit Kaneki menggenggam erat jemari Touka sedangkan Touka hanya tersenyum.

"Aku juga, malam ini menginaplah"

Kaneki mengangguk.

"Touka-chan?"

"Ya?"

"Aku ingin ti-tidur denganmu"

Pipi Touka memerah lalu memalingkan wajahnya sembari mengangguk malu².

Malamnya....

Touka berbaring di samping Kaneki lalu menatap lekat manik mata Kaneki.

"Kau masih ingin bertahan menjadi pembunuh?"

Kaneki memandangi Touka dengan tatapan yang sulit diartikan lalu mengelus pipi Touka.

"A-aku tidak tahu mau sampai kapan aku harus disana tapi aku harus mencari siapa yang berencana menghancurkan Anteiku dan siapa yang berniat membunuhmu"Jelas Kaneki sambil memegang dagunya sedangkan Touka hanya menghela nafas berat.

Touka marah dengan sikap egois Kaneki yang selalu memikirkan orang lain bukan dirinya sendiri, Touka takut kehilangan Kaneki tapi lelaki itu masih saja tidak memahami maksud perkataannya.

Touka berbalik memunggungi Kaneki lalu menutupi tubuhnya dengan selimut berusaha meredak amarahnya saat ini, Kaneki pun menyadari jika Touka pasti marah dengan keputusannya saat ini.

"Touka-chan gomen aku-"

Touka bangkit lalu berjalan menuju pintu kamar.

"Oyasumi"

Blam

Kaneki menghela nafas berat, hubungannya dengan Touka saat ini benar-benar rumit dan Kaneki tidak bisa selalu disisi Touka karena nyawa gadis itu akan terancam saat ini.

Penyakit pysco Kaneki pun belum sembuh sampai saat ini, sebaris kalimat tadi hanyalah bualan untuk menghibur Touka karena nyatanya Kaneki hanya takut suatu saat traumanya kambuh dan melukai Touka.

Kaneki turun dari kasur Ayato lalu berjalan menuju kamar Touka lalu membuka sedikit pintu kamar Touka  dan Kaneki bisa mendengar suara isakan Touka yang cukup memilukan.

LostTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang