Sedari pagi hingga siang ini, Liam masih saja tak fokus dengan pekerjaannya karena memikirkan Lara. Bagaimana tidak beberapa hari lalu undangan pernikahan datang padanya dan kemarin Lara tak datang pada sidang perceraian mereka. Sehingga sidang dibatalkan.
Liam bisa saja mewajari itu mungkin karena Lara sibuk dengan pekerjaan nya atau pernikahannya yang terlaksana beberapa hari lagi. Tapi entahlah seolah ada sesuatu yang mendorong Liam, untuk terus memikirkan Lara.
"Mungkin sebaiknya sore ini aku datang ke rumahnya"ucap Liam, dan disitulah ia berusaha menanda tangani semua berkas dimeja nya. Namun meski begitu tetap saja pikirannya tetap pada Lara.
Persetan dengan pekerjaan,Liam langsung memutuskan untuk ke rumah Lara saat ini juga.
****
Air mata Lara terus mengalir, sudah berapa hari ia masih dijebak, mulutnya akan dibuka saat Max memberi makan meski beberapa kali Lara menolak makanan dari Max,tapi pria itu tetap memaksa meski tak ada hasilnya.
"Tenang dulu Lara,aku berjanji kita akan menikah"ucap Max, Lara menggeleng,ia bersumpah jika ia tak mau menikah dengan Max.
"Suami mu itu tidak akan datang Lara, percayalah padaku"ucap Max disertai senyuman mirip.
Lara tak menjawab air mata itu tak berhenti mengalir sampai matanya memerah, Max benar-benar tak punya hati. Lara bahkan lebih memilih bersama Liam, karena pria itu tidak pernah sekasar ini padanya.
Plak
Max lagi-lagi menampar pipi Lara karena wanita itu selalu menangis.
"Kita akan bahagia jadi tidak ada yang perlu ditangisi"ucap Max.
*****
Mobil Liam, berhenti didepan rumah Lara yang sangat sepi.
"Kemana Lara pergi"ucap Liam, karena penasaran ia langsung turun dari mobil nya.
Liam berdiri didepan pintu rumah Lara yang tertutup rapat.
Baiklah sekarang ia memilih untuk mengetuknya.
Lara bisa mendengar ketukan pintu dari Luar, Lara mencoba berteriak meski mulutnya tertutup oleh lakban, sayangnya Max menutup mulutnya lebih rapat.
Ella mendengar ketukan pintu rumahnya, dengan sudah payah ia berusaha melepas ikatan tangannya, meski susah,ia tetap berusaha, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini,ia juga harus menolong Lara.
Pada akhirnya Ella bisa melepas ikatan tali itu,ia langsung melepaskan lakban dimilikinya dan tali yang mengikat kakinya, dengan perlahan ia pergi menuju pintu,ia tak ingin Max tau tentang ini.
Ella yang berada di depan pintu pun langsung berteriak.
"Siapapun yang ada diluar,tolong buka pintu ini,tolong kami"teriak Ella
Sudah cukup lama menunggu, akhirnya suara teriakkan itu membuat Liam, langsung berusaha mendobrak pintu itu karena khawatir dengan Lara.
Dua kali dobrakan membuat pintu itu terbuka.
Liam melihat seorang wanita yang bukan Lara.
"Tolong,kau suaminya Lara jadi cepat..."Ella belum menyelesaikan ucapannya namun Liam langsung berlari mencari keberadaan Lara. Ella pun ikut menyusulnya meski keadaan masih lemas.
Liam melihat Lara diikat diruang nya bersama seorang pria yang sepertinya pernah ia temui.
Lara tidak menyangka akan kehadiran Liam,saat ini, bahkan Max belum.
Bugh
Satu kali pukulan yang dari Liam,pada Max sudah membuat Max terjatuh ke lantai.
"Apa-apa ini"ucap Max yang terkapar
"Kurang ajar"umpat Liam, tanpa ampun ia memukul Max tanpa henti, bahkan sampai Max tak bisa membela diri.
Ella langsung membuka ikatan di tangan dan kaki Lara begitupun lakban yang menutupi mulutnya.
Ella memeluk Lara yang begitu lemah saat itu.
Pada akhirnya,Max,pria yang menyiksa Lara dan juga Ella, terkapar lemah di lantai akibat pukulan dari Liam.
"Lara, kamu baik-baik saja?"tanya Liam, yang langsung menatap Lara.
Lara mengangguk pelan,ia bisa melihat keringat yang bercucuran dikening pria yang baru saja menolongnya. Liam langsung membawa Lara dalam pelukannya,ia benar-benar mengkhawatirkan Lara.
"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?"tanya Liam,sekali lagi.
"Iya,aku baik-baik saja"ucapnya,meski tangis nya tak bisa berhenti.
Liam masih memeluk Lara namun kali ini ia mengusap-usap kepala Lara dengan lembut.
"Lara, Let me love you"ucap Liam, berbisik di telinga Lara.
Bersambung.
Vote comment ya :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Bukan Dia
Romance|Terdapat Unsur Dewasa| "KU KIRA KAU BENAR-BENAR MENCINTAI KU, KARENA KAU MENIKAHI KU, TERNYATA AKU SALAH, KAU MASIH MENCINTAI KEKASIH MU, TERBUKTI SAAT PERCINTAAN KITA KAU SELALU MENYEBUT NAMANYA, LALU KAU ANGGAP AKU INI APA?" ~~~~~~~~ "AKU TAU AKU...
