Bab 9 - Jingshi

13.7K 1.2K 18
                                        

***

Wei wuxian tertidur di jingshi.
Mau tidak mau dia harus tertidur dengan tangan yang terikat karena lan wangji enggan untuk melepaskannya.
Dia sudah memintanya dengan
baik baik bahkan dengan cara kasar sekalipun lan wangji tetap tidak menggubrisnya sama sekali.

wei wuxian bangun tanpa lan wangji,
Dia berjalan kepintu jingshi berniat untuk segera pergi.
Wei wuxian tidak menyadari bahwa lan wangji saat ini menatapnya dari belakang. Dia baru saja keluar dari kamar mandi dan mendapati wei wuxian yang berjalan menuju pintu.
Lan wangji memanggil,
"Wei ying"

Wei wuxian terkejut, dia sedikit meloncat, lalu memegangi dadanya.
Wei wuxian membalikan tubuhnya.
"Eiya lan zhan! Kau mengagetkanku"

Lan wangji berjalan mendekati wei wuxian, dia melepas pita dahi yang terikat ditangan wei wuxian, kemudian kembali memakainya di dahi.
Wei wuxian tersenyum lalu menunjuk pintu.
"Aku mau kaluar."

Lan wangji berujar sambil mencoba meluruskan pita dahi,
"Aku tidak mengizinkanmu untuk keluar."

Wei wuxian mengerutkan dahinya,
"Chh kenapa aku harus meminta izin padamu."

Lan wangji menatap tajam wei wuxian,
"Pikir sendiri"

Wei wuxian menghentakan kakinya,
"Lan zhan!!"

Lan wangji tidak melirik sedikitpun, dia masih sibuk dengan pita dahinya.
"Mnn"

Wei wuxian memutar tubuhnya, lalu berjalan ke arah pintu jingshi. Belum sampai didepan pintu tubuh wei wuxian sudah terlontar.
Lan wangji menahan wei wuxian agar tidak terjatuh.
"Tidak boleh keluar"
Lan wangji sudah menyegel pintu jingshi agara hanya dialah yang bisa kaluar dari sana. Lebih tepatnya hanya seseorang yang memakai pita dahi miliknya.

Wei wuxian,
"Lan zhan!! Apa apaan ini. Apa kau sedang mencoba menyekapku dikamarmu"

Lan wangji mengangguk,
"Mnn"

Wei wuxian memijat pelipisnya,
"Aku benar benar tidak beruntung."

Seseorang tiba tiba mengetuk pintu,
Lan wangji spontan menarik wei wuxian.
"Lan zhan!! Lepas"
Lan wangji menyeret wei wuxian kedalam kamar mandi lalu menguncinya dari luar.
Jingshi cukup luas sampai lan wangji bisa menyembunyikan wei wuxian dengan sangat baik, walaupun bukan dikamar mandi. Hanya saja saat ini terlalu mendesak.

Lan wangji membuka pintu, dia mendapati jiang cheng berdiri dihadapannya.
Kemudian jiang cheng bertanya,
"Apa wei wuxian didalam?."

Lan wangji,
"Tidak."

Jiang cheng melipat tangannya didada, kemudian bergumam,
"Yaaa bocah bodoh ini pasti kabur"
Jiang cheng kembali bertanya,
"Apa kau melihatnya tadi malam?"

Lan wangji,
"Tidak."

Jiang cheng,
"Baiklah intinya bocah itu sudah kabur."

Lan wangji,
"...."

Jiang cheng,
"Aku pergi dulu."
Jiang cheng berpaling lalu melangkahkan kakinya,
Tapi dia mengingat sesuatu hingga langkahnya terhenti dan kembali menghadap lan wangji.
"Apa kau benar benar melakukannya pada wei wuxian?"

Lan wangji,
"Tidak."

Jaing cheng,
"Sudah kuduga, mana mungkin. Lan wangji jangan menganggap itu serius, mungkin bocah bodoh itu hanya berniat menjahilimu tapi malah berbalik pada dirinya sendiri. Dan sekarang dia dijodohkan lalu kabur seperti seorang gadis."

Lan wangji hanya membalasnya dengan anggukan.
Lan xichen datang dari arah yang sama dengan jiang cheng,
"Wan yin, sudah kau temukan?"

Jiang cheng,
"Tidak ada, aku sudah bilang bocah itu pasti kabur setelah dia tau akan dijodohkan. Lagi pula siapa yang mau menikah diusia muda selain lan wangji."

Lan wangji,
"...."

Lan xichen,
"Wei gongzi melarikan diri?"

Jiang cheng,
"Lan huang gege, pikir saja olehmu apa ada satu tempat yang terlewat, tidak ada, bahkan disini pun  tidak ada. Entah ada dimana bocah bodoh itu."

Lan xichen,
"Kau yakin?"
Jiang cheng mangangguk

Lan xichen,
"Wangji?"

Lan wangji memutar badannya spontan, lalu menutup pintu. Menyadari bahwa dia benar benar tidak bisa berbohong pada kakaknya lan xichen.

Jiang cheng,
"Dia kenapa?"

Lan xichen tersenyum,
"Mari kita tanyakan padanya lain kali."

Jiang cheng,
"Apa"

Lan xichen melebarkan senyumannya,
"Tentang wei wuxian"

Jiang chent menggelengkan kepalanya, dia benar benar tidak mengerti.

...

Lan wangji membuka pintu kamar mandi lalu menutupnya,
Wei wuxian duduk sila didalam bak mandi yang tidak diisi air.
"Sekarang apa? Kau tidak jadi menikah. Dan kau mengurungku disini seperti kau sedang memelihara binatang."

Lan wangji berjalan mendekat, masuk kedalam bak mandi lalu duduk berhadapan dengan wei wuxian.
"Seperti memelihara binatang?"

Wei wuxian memalingkan wajahnya
Dan mengulang pertanyaan lan wangji
"Seperti memelihara binatang"

Lan wangji mencengkram pipi wei wuxian kemudian membuatnya kembali menatap matanya.
"Aku mencintaimu"

Wei wuxian menepis tangan lan wangji,
"Mencintaiku? LAN ZHAN!! ITU HANYA OBSESIMU, HANYA RASA PENASARANMU! KAU TIDAK MENCINTAIKU! JIKA KAU MENCINTAIKU KAU TIDAK AKAN MELAKUKAN INI PADAKU."

Lan wangji,
"Obsesi?"

Wei wuxian berteriak,
"YA!! OBSESIMU!"

Lan wangji memukulkan tangannya ke bak mandi, membuat bak mandi yang terbuat dari kayu itu patah seketika dibagian yang dipukul lan wangji,
"KALAU BEGITU MULAI SEKARANG INI AKAN MENJADI SEBUAH OBSESI!."
Lan wangji beranjak lalu keluar dan membantingkan pintu kamar mandi.

Lan wangji dengan suaranya yang teredam,
"Jika kamu berpikir seperti itu..."

***

CHANGE [ Mo Dao Zu Shi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang