Bab 23 - Ingatan

10.6K 1K 103
                                        


***

Wangji dan wuxian dibawa kedua ruangan yang berbeda.
Bahu wei wuxian diobati sementara lan wangji mendapat nasehat dari lan qiren.
Apa  ada yang berpikir bahwa lan wangji akan mendengarkan?, tidak obsesinya telah membutakan dirinya.

Walaupun begitu lan qiren tetap percaya bahwa keponakannya akan berubah, dan kembali pada jalan yang lurus.

mianmian? Lan wangji bahkan tidak berpikir bahwa mianmian adalah istrinya, ritual pernikahan itu belum selesai! Sujud terakhir belum dilakukan, lalu bagaimana bisa disebut sudah menikah?

...

Wei wuxian kali ini terdiam di pojok ruangan, dia merenungkan kesalahannya.
Bukan, bukan kesalahannya lebih tepatnya kesalahan lan wangji.
Dia mengusap perutnya lalu bergumam,
"Lan zhan~ jika aku keturunan huayin, lalu aku bisa apa? Anak ini aku tau itu. Kau menikah! Kau sudah memiliki yang lain, apa yang harus aku lakukan dengan ini? Kau egois, kau mengatakan bahwa kau mencintaiku, bodoh memangnya kau bisa menikahiku seperti kau menikahi wanita itu. Kau hanya akan terus menyimpanku dan mengatakan bahwa kau mencintaiku."

Wei wuxian menunduk.
Ini terasa begitu rumit sampai wei wuxian memijat pilipisnya dengan kedua tangan.
"Ah Apa yang harus aku lakukan dengan anak ini."

Tiba tiba pintu dibanting, jiang cheng masuk, mendapati wei wuxian dengan pipi yang basah.
Wei wuxian segera menghapus air mata dipipinya.
"Oy jiang cheng! Ada apa?"

"Kau menangis?"
Tanya jiang cheng sembari menghampiri wei wuxian.

"Ya, bahuku sakit jadi aku menangis."
Jawab wei wuxian sembari mengelus pelan bahunya.

"Sebelumnya kau tidak pernah menangis karena hal seperti ini."

"Kau memangnya tau apa! Ini pertama kalinya aku tertusuk anak panah, kau juga cobalah!"

"Itu hanya anak panah kecil bodoh!"

"Berisik ah jiang cheng!"

"Masih Anak panah kecil, tidak lama lagi mereka akan menggugurkan kandunganmu."

Wei wuxian menghela napas,
"Ya, lakukan saja. Lagi pula aku tidak mengandung, apa yang mau digugurkan?"

"Berhentilan berpura pura bodoh, kau tau bahwa dirimu adalah keturunan huayin dari sejak kecil bukan?"

Wei wuxian membeku,
"Kata siapa?"

"Ayahku."

Wei wuxian tertawa,
"Lalu?"

"WEI WUXIAN! BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI ITU!"

"Ey kau menghawatirkanku jiang cheng?"

"Omong kosong!"

"Oh ayolah! Jujurlah sekali saja!"

"Pikirkan kandunganmu!"

"Tidak mau ah! Pikirin sup iga teratai buatan jiejie saja!"

"Apa kau mengidam?"

CHANGE [ Mo Dao Zu Shi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang