*(revisi)*
***
Malam di yun shen bu zhi chu,
jiang cheng membawa wei wuxian untuk diobati, 20 cambukan itu cukup banyak untuk hal sepele seperti meninggalkan pelajaran dan kabur dari gusu, lebih parahnya lagi wei wuxian tidak melakukan hal seperti ini, sesembrononya wei wuxian dia tidak akan lari dari hal sepele seperti pelajaran.
Walaupun cambukannya tidak begitu membekas, tapi dihukum untuk tindakan yang tidak dia lakukan, sedikit membuat wei wuxian risih dengan rasa sakitnya.
Jiang cheng mengobati setiap jejak cambukan yang ada di punggung wei wuxian, sembari memarahi
"Wei wuxian kau! Ini hari pertamamu dan kau sudah menerima hukuman seperti ini."
Wei wuxian dengan nada dingin,
"Ya.. hari pertama."
Jiang cheng,
"Lihat, jika ayahku tau kau akan dimarahi habis habisan."
Wei wuxian mengangguk, nada bicaranya masih terdengar dingin,
"Mmm~ kau benar."
Jiang cheng menyeka rambut wei wuxian yang terurai di leher, dia melihat bekas gigitan dileher wei wuxian.
Jiang cheng mengerutkan dahi,
Sembari menyentuh bekas gigitan di leher wei wuxian.
Wei wuxian menggeliat,
"Apa yang kau lakukan!!"
Jiang cheng,
"Ini? Apa ini?"
Wei wuxian meraba lehernya,
"Apa?"
Jiang cheng membalikan tubuh wei wuxian menghadapnya,
Dia seketika melotot ketika melihat dada wei wuxian dengan banyak bekas hisapan.
Tubuh jiang cheng gemetar,
"Wei wuxian a-apa yang telah kau lakukan?"
Wei wuxian memeluk tubuhnya sendiri,
"A-apa...?"
Jiang cheng,
"Wei wuxian jangan pura pura tidak tau... itu kau..?"
Jiang cheng menutupi separuh wajahnya dengan tangan kanan.
Wei wuxian merajut halisnya, kemudian mengenggam tangan jiang cheng.
"Jiang cheng, aku mohon jangan beri tau siapapun. Untukku, demi aku."
Jiang cheng melepaskan tangan wei wuxian,
"Kau gila? Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini"
Wei wuxian untuk beberapa saat membeku.
Dia sendiri masih mengingat jelas apa yang terjadi tadi malam, membuat tubuh wei wuxian gemetar.
Sejurus kemudian wei wuxian menutup telinganya dengan kedua tangan.
"A-aku.. tidak melakukan apapun."
Melihat wei wuxian seperti ini membuat Jiang cheng yang masih syok itu mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Apa itu...lan wangji?"
Wei wuxian menatap jiang cheng,
Dia berpikir untuk beberapa saat, lau tertawa,
"Jiang cheng apa yang kau pikirkan? Lihat ini lihat~ tadi aku keluar gusu dan aku dikejar anjing. Dan bekas merah ini karena aku makan makanan yang membuat tubuhku gatal."
Jiang cheng,
"Omong kosong."
Wei wuxian,
"Heh kau tidak percaya, memangnya kau sudah pernah meoihat bekas kecupan?"
Jiang cheng tidak menjawab.
Wei wuxian,
"Lihat kau bahkan tidak menjawab, ayo kita bandingkan warna merah ini, jika kau benar benar penasaran, ayo buat satu disini, gigit aku"
Wei wuxian menunjuk dadanya.
Jiang cheng,
"Bocah mesum"
Wei wuxian terkekeh, lalu memakai kembali bajunya sembari berujar,
"Siapa yang mesum, kau atau aku."
Jiang cheng,
"Baiklah, kau jujur sekarang. Lalu bagaimana dengan lan wangji."
Wei wuxian,
"Apanya yang lan wangji?"
Jiang cheng,
"Dia tidak melakukan apapun?."
Wei wuxian,
"Hey, aku bukan seseorang yang akan menggoda pria sampai berbuat sesuatu padaku."
Jiang cheng,
"Kau selalu bertindak semaumu."
Wei wuxian,
"Lan wangji dan aku tidak melakukan apapun!"
wei wuxian berjalan ke arah pintu.
Jiang cheng,
"Kemana?"
Wei wuxian,
"Menggoda pria."
...
Wei wuxian berjalan di lorong gusu, dia berhenti di dekat kolam ikan kemudian duduk disisinya.
Mengambil kerikil lalu melemparkannya.
Wei wuxian bergumam,
"Kehidupan yang bahagia, ch seperti apa kehidupan bahagia, apa ketika seseorang membeli buku porno dengan ketebalan seperti buku peraturan gusu. Atau ketika seseorang mempraktikannya sendiri."
Wei wuxian memukul kepalanya.
"Apa yang aku bicarakan, ahh sebentar lagi aku akan menjelma menjadi orang mesum."
Wei wuxian berteriak,
"AA~~ AKU MAU ARAK."
Tiba tiba terdengar suara berat dibelakangnnya,
"Dilarang membuat keributan."
Wei wuxian menengok kebekang.
Itu adalah lan wangji berdiri tegak dengan bichen disalah satu tangannya.
Wei wuxian,
"Itu peraturan gusu?"
Lan wangji mengangguk,
Wei wuxian tersenyum, senyumannya seakan sedang menertawakan
lan wangji.
"Aku melanggar peraturan, lalu bagaimana dengan kau?"
Lan wangji masih dengan wajah datarnya,
"Aku?"
Wei wuxian,
"Apa aku harus menghukummu?"
Lan wangji tidak menjawab.
Wei wuxian kembali mengambil kerikil dan melemparkannya ke kolam.
"Dengar, jika aku membongkar ini semua apa yang akan terjadi padamu? Ah tidak maksudku padaku."
Lan wangji duduk disebelah wei wuxian,
"Kau lemah, lebih buruk lagi.. kau"
Wei wuxian bergeser manjauhi lan wangji,
"Lemah? Siapa yang lemah disini? Bagaimana dengan kau yang tidak terkendali?"
Lan wangji melirik,
"Aku salah, kau salah."
Wei wuxian mengerenyit, dia bangkit dan menarik lan wangji untuk berdiri.
"Bangun!!"
Pinta wei wuxian.
Lan wangji berdiri, tangan wei wuxian masih mencengkram bajunya,
Lan wangji menatap tajam wei wuxian dia tidak terima dengan tindakan wei wuxian yang menurutnya tidak sopan.
Wei wuxian,
"Ayo kita berkelahi. Itu akan membuatku puas."
Lan wangji,
"Yun shen bu zhi chu dilarang berkelahi."
Wei wuxian menggertak,
"BERHENTILAH BERSIKAP SEAKAN KAU ADALAH MANUSIA PALING SUCI."
Lan wangji melepaskan cengkraman wei wuxian,
Dia kembali menegaskan,
"Aku bilang, dilarang berkelahi!"
"Omong kosong!"
Wei wuxian mencoba memukul wajah lan wangji, tapi lan wangji dengan sigap menangenggam tangan wei wuxian, dia mengenggam erat sampai wei wuxian merasakan sakit.
"Lepaskan!"
Lan wangji melepaskan genggamannya,
pergelangan tangan wei wuxian memerah.
Untuk beberapa saat lan wangji terdiam menatap wei wuxian.
Sejuruh kemudian dia menarik tangan wei wuxian, dan menyeretnya pergi dari sana.
...
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGE [ Mo Dao Zu Shi ]
FanfictionLan Wangji muda tiba tiba berubah 360 derajat. Menjadi lan wangji yang egois dan tidak tau diri. Masih mempertahankan nama sucinya dihadapan para kultivator, Tapi hanya menunjukan sifat gilanya pada wei wuxian. Dia benar benar terobsesi, tidak meny...
![CHANGE [ Mo Dao Zu Shi ]](https://img.wattpad.com/cover/213905740-64-k395956.jpg)