30 biang masalah

14.4K 898 13
                                        

"Kalian—" menatap mark dan daniel bergantian "percaya dengan ucapan kami?"

Mark mengangguk tidak mengerti "padahal kami hanya asal bicara" mark melototkan matanya garang.jadi dia di permainkan oleh mereka berdua?

Ryan mencoba menahan tawanya "lagi pula kenapa kalian bertanya pada kami?" tidak mungkinkan mereka benar benar memang belum menemukan khaterine?

Mark mendengus " itu karena tadi kau mengatakan sudah menemukannya bodoh!" jika tidak,kenapa harus bicara omong kosong dan memberi mereka harapan palsu?

Bagas melebarkan matanya "jadi benar kalian belum menemukan khaterine?"

"Menurut mu?" sinisnya.mark berdecak kesal.kenama mereka tidak mempercayainya sih.padahal kan yang berbohong itu mereka,bukan dirinya

Ryan berdecak kesal "ya kita mana bisa percaya begitu saja,ya kan bar?" bara mengangguk setuju "lagi pula masa iya kalian belum menemukannya.kami saja sudah cukup sering menghubungi khaterine" jangan tanya,tanpa sengaja pun mereka sering bertemu di negara negara yang berbeda

"Tahun lalu kami memang bertemu dengannya di alaska" bara menambahkan

Kadang mereka berpikir jika khaterine memang sedang melakukan penjelajahan dengan berkeliling dunia.mereka kerap kali bertemu saat sedang melakukan perjalanan bisnis

Daniel sangat terkejut.dia menatap tajam ryan dan mark untuk menekan mereka untuk berbicara jujur.dia sudah bertahun tahun mencari wanita itu tapi jejak  saja tidak bisa di temukan

Tapi dua sahabatnya ini bahkan sudah bertemu dengan orang yang selama ini membuatnya hampir putus asa "jadi selama ini kalian
berhubungan dengannya sampai sekarang?" aura penuh intimidasi mampu menekan bara dan ryan untuk jujur dan segera mengangguk.melihat itu,daniel semakin marah "DAN KALIAN TIDAK MEMBERI TAHU KU!?"

Kamila tersentak mendengar bentakan pria yang tengah menggendongnya.dia tidak suka di bentak.matanya mulai berkaca kaca dengan bibir mengerucut yang mulai bergetar

Hana yang melihat keponakannya yang sebentar lagi akan menangis mengambil alih kamila lalu menatap tajam pada daniel

Daniel tidak sengaja,itu hanya reflek.tapi harusnya dia sadar jika ada anak kecil di dekatnya.dan anak anak todak suka mendengar suara keras

Mengusap punggung kamila seraya mendaratkan kecupan ringan di kepalanya.hana berusaha agar kamila tidak menangis.kalau itu sampai terjadi,membujuknya akan sangat sulit

"Tenang sayang, tante di sini" hana membisikkan kata kata penenang. kamila melingkarkan lengan kecilnya dengan erat di lehernya.hana tahu,gadis kecil.ini masih merasa ketakutan.terlebih,dia tidak pernah mendengar bentakan

Jangankan bentakan, meninggikan suara satu oktav saja,ibu anak ini pasti langsung memarahinya.tidak tanggung tanggung.dia akan mendapat ceramah satu jam penuh!

Ck,dari pada mendengar ceramah satu jam itu,lebih baik dia menjaga bicaranya kan?

Menatap tajam daniel "kalau kalian tidak bisa bicara tanpa pakai urat,lebih baik segera keluar dari sini! gulat sana di luar!"

"Ini karena kau daniel!"

"Iya,keluar sana!"

Mark berdecak kesal"Kalau kalian tidak membohongi kami,daniel juga tidak akan marah!"

"Kami tidak berbohong"

"Memangnya apa yang kami tutupi dari kalian?"

"Masalah kgaterine! Memang apa lagi?"

Your My Mommy (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang