Daniel berdiri di dekat jendela. Menatap ke arah tempat tidur dimana khaterine dan kamilla tengah tidur dengan nyenyak
Khaterine membungkus tubuh kecil kamilla hingga hanya kepala gadis kecil itu saja yang menyembunyikan dari perpotongan leher khaterine
Khaterine terlihat sangat melindungi kamila. Dia bisa melihat dari cara bagaimana wanita itu memeluk erat tubuh kamila. Menghalau kedinginan malam yang mungkin bisa membuat gadis kecil itu sakit nantinya
Daniel jadi teringat dengan masa lalu. Dimana dia akan selalu memeluk tubuh khaterine saat tidur. Wanita itu sudah seperti penghantar tidur untuknya. Setiap hari dia akan selalu memaksa khaterine untuk tidur dengannya meski wanita itu berusaha menolak dengan mengeluh belum mengantuk
Tidak hanya siang, saat malam pun dia bahkan sering menyusup ke kamar khaterine dan merangkak naik ke kasur wanita itu dan berakhir selalu gagal karena nyatanya bukan khaterine yang dia peluk, melainkan novita yang memang juga suka pindah tengah malam ke kamar khaterine
Khaterine tidak masalah menemaninya tidur siang, tapi tidak untuk malam
Sayangnya dia tidak akan bisa tidur dengan tenang jika tidak ada khaterine dalam pelukannya. Karena melihat kelakuannya itu juga yang membuat khaterine mencetuskan syarat bahwa mereka baru bisa tidur bersama kapan saja jika daniel bersedia menikahinya
Tentu saja daniel langsung setuju! Lagi pula sejak awal dia sudah melamar khaterine, wanita itu saka yang selalu menolaknya dengan alasan terlalu muda, masih sekolah, masih mengejar karir
Lagian ya, ngapain juga ngejar karir kalau ujung ujungnya khaterine akan tetap berada di rumah
Karena setelah menjadi seorang Mrs. Alexander, daniel bersumpah tidak akan pernah mengijinkan khaterine bekerja
Wanitanya hanya akan ditugaskannya untuk menghabiskan uangnya saja
Tapi khaterine tidak akan pernah mau menurutinya. Wanita itu terlalu berpikiran luas. Dia bahkan bersumpah tidak akan pernah menerima lamarannya jika belum merasakan uang hasil jerih payahnya sendiri
Daniel sedikit kesal dengan sifat khaterine yang satu ini, namun dia juga merasa bangga dengan prinsip yang selalu di pegang teguh olehnya. Khaterine wanita berbeda. Dan yang akan menjadi istrinya memang harus berbed dari yang lain. Dia harus wanita spesial. Bukan asal asalan
Wanita memang banyak di dunia ini
Iya! Wanita yang suka menghabiskan uangnya memang banyak. Tapi yang mengerti dirinya? Itu hanya khaterine. Dia bahkan ragu ada anggota keluarganya yang mengerti dirinya seperti khaterine
Melihat pemandangan di hadapannya, daniel rasanya ingin berada di posisi kamila. Menggantikan gadis kecil itu, dia juga ingin merasakan dipeluk oleh khaterine karena selama bersama, khaterine tidak pernah memeluknya, dia yang selalu memeluk wanita itu
Dia tidak pernah menanyakan alasannya, baginya selama khaterine berada di sisinya semua akan baik baik saja
Tapi kenapa sekarang dia jadi sedikit penasaran?
Oh baiklah, lupakan. Lagi pula itu hanya sedikit
Menghela napas "kenapa rasanya sangat sulit untuk melepaskan mu?"
Mendekat. Melihat wajah damai khaterine, dia ingin sekali menyentuh wajah yang selama ini dia rindukan. Tapi setelah berada di depan mata, kenapa semua hanya seperti rencana saja?
Dia ingin menyentuh wajah khaterine meski hanya sekali. Lagi pula dia tidak akan berani melakukannya saat khaterine dalam keadaan sadar. Kesempatan berada di depan mata, dan mungkin ini kesempatan terakhirnya karena setelah ini dia tidak yakin bisa tinggal satu ruangan seperti ini dengan khaterine
Dia bahkan tidak yakin besok semuanya masih akan sama.
Ya baiklah. Mari kita lakukan dengan cara kita masing masing. Mulai besok dia akan mencoba menghapus perasaannya pada khaterine, meskipun rasanya mustahil mengingat bahkan setelah belasan tahun di tinggal khaterine, bukannya melupakan wanita itu perasannya malah semakin dalam.
Pikirannya yang semuanya di isi oleh khaterine malah hampir menghilangkan kewarasannya. Selama di tinggal khaterine dia baru menyadari betapa berartinya wanita itu dalam hidupnya
Saat ini dia merasa seolah olah dunia tengah menertawakannya
'Bajingan seperti dirimu memang pantas mendapatkan ini!'
Tapi akan lebih baik jika seseorang meneriaki kalimat ini didepan wajahnya dari pada hanya terngiang ditelinga dan pikirannya seperti ilusi
"Tidak bisa tidur?"
Daniel tersentak mendengar suara khaterine. Matanya melebar saat melihat mata yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka.
Meski keadaan gelap, dia masih bisa melihat manik mata khaterine yang tengah menyorotinya. Sejak dulu dia selalu merasa mata khaterine memiliki sinarnya sendiri. Bahkan saat gelap seperti ini manik mata itu mengelurkan setitik cahaya seperti bintang. Sangat indah
"Mimpi buruk?"
Daniel yang masih menikmati keindahan mata khaterine tanpa sadar mengangguk" eh? kamu bilang apa tadi?"
Khaterine menjangkau tombol lampu dan menghidupkannya
Bangkit dan bersandar di kepala ranjang "ternyata kamu tidak banyak berubah" gumamnya pelan. Dia sedikit terkejut saat melihat daniel tiba tiba berdiri di depannya. Dia pikir pria itu akan melakukan sesuatu, ternyata daniel hanya memandanginya "kamu masih tidak bisa tidur nyenyak?"
Sebenarnya dia sedikit takut memberikan sedikit perhatiannya pada daniel. Bisa saja pria itu mengartikan sikapnya berbeda. Tapi menyuruhnya pulang dalam keadaan hujan sangat tidak manusiawi. Sangat bertentangan dengan sifatnya yang tidak akan membiarkan anak kucing di tengah jalan, apa lagi menyuruh seseorang menerobos hujan. Terlebih melihat postur daniel yang tidak sebaik basanya. Sikapnya yang ceroboh bisa merugikan orang lain. Daniel bisa sakit
Jadi khaterine menahan ketidak senangannya atas kehadirannya dan terus bersikap seperti dirinya yang biasa
Daniel menggeleng "bahkan untuk menutup mata saja rasanya sangat berat. Aku tidak sengaja menatapmu. Maaf kalau kamu merasa tidak nyaman"
Khaterine mengangguk. Benar juga. Daniel pasti tidak bisa tidur di tempat seperti ini. Dia terbiasa tidur dikasur yang lembut. akan sangat tidak nyaman bagi tubuhnya berbaring di sofa yang bahkan tidak mencapai semua badannya
"Sepertinya aku akan begadang semalaman" monolognya halus
"Kamu bilang apa?"
Khaterine menggeleng "karena kamu tidak bisa tidur, aku akan menanimu"
Daniel mengerutlan dahi tidak suka "tidur saja. Aku tidak apa apa. Sebentar lagi aku pasti akan tidur juga"
Khaterine menaikkan satu alisnya "kamu pasti tidak akan tidur sampai pagi. Kamukan tidak terbiasa tidur di tempat seperti ini" dia masih inhat bagaimana pemilihnya daniel hanya dengan masalah tempat tidur
Harus yang paling mahal lah, harus barang impor lah, harus dengan kualitas terbaik. Sekalian aja pesan! Ngapain beli yang udah jadi tapi ujung ujungnya komplennya gak putus putus? Si penjualnya juga gak akan sesabar itu ki ngadapin orang sombong kayak daniel
Daniel mengedar pandang sebelum menggeleng kecil setelah menyadari maksud ucapan khaterine "bukan begitu. Aku hanya....hanya—ya kamu tahu lah gimana" desahnya
"Disini memang tidak ada generator, jadi saat listrik padam AC akan mati"
Daniel mengerutkan dahi" kamu ngomong apa sih?"
"Iya, aku tahu kamu tidak terbiasa tidur di tempat sempit seperti ini"
Mendengar ini daniel menjadi kesal "bukan itu maksudku! Kenapa kamu tidak mengerti juga sih!" kenapa arah pembicaraan mereka sangat berbeda?
Khaterine mengangguk angguk kecil seolah mengerti segalanya "iya iya. Aku tahu kamu tidak biasa tidur di sofa kecil"
Daniel jadi geram "Khaterinnnnn!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Your My Mommy (END)
Ficção Adolescentepria yang sangat membenci mantan istrinya wanita karir di bidang modeling.tega meninggalkan suami dan anaknya demi mengejar karirnya seorang alexander tidak pernah mencari wanita jahat itu.meski anaknya masih sangat membutuhkan perhatian seorang ibu...
