42 memilih pergi

15K 964 111
                                        

Daniel tersentak mendengarnya. Matanya menatap tak percaya sambil  terus menggeleng kecil. Bagaimana mereka bisa memiliki anak? Selama ini dia tidak pernah tahu, kalaupun benar, bagaimana bisa dia tidak tahu hal sebesar ini

Pandangannya beralih pada gadis yang duduk di sebrang. Menatap wajah jesika yang memasang wajah datar dan mengeluarkan aura tak bersahabatnya "aku tidak pernah memiliki dady brengsek seperti dirinya!" suaranya yang dalam dan penuh kebencian  menenggelamkan semua orang jika gadis itu berbicara dengan serius

Novita menatap wajah jesika, memperhatikan setiap inci wajah halus itu sampai dia menyadari jika wajah jesika memang memiliki sedikit kemiripan dengan wajah daniel

Dengan nada tidak percaya diaencoba mengonfirmasi "di...dia...dia anak daniel?" matanya menatap.menuntut pada khaterine

Khaterine mengangguk pelan masih bersikap biasa

Novita memandang takjup pada jesika. Menunjuk gadia itu "dia...dia...Benar keponakan ku?"

Khaterine mengangguk lagi

"Dia putriku?" kali ini daniel memberanikan diri untuk bersuara

Lagi khaterine mengangguk. Sepertinya lehernya akan patah

Melihat daniel sudah terkontrol, mereka semua bangun dan melepaskannya

Daniel duduk memandang tak percaya jesika yang membuang pandang darinya "putriku" nadanya penuh kesedihan

Bagaimana dia bisa tidak tahu kalau dirinya memiliki putri secantik ini? Putrinya memiliki wajah yang sangat mirip dengan khaterine

Jesika mengacuhkannya dan bermain dengan kamila di pangkuannya. Melihat putrinya mengabaikannya daniel berniat mendekatinya sebelum kata kata tajam gadis itu menusuk hatinya "diam di tempatmu!"

Mata tajam jesika seakan mengulitinya. Dia ingin menyentuhnya. Dia ingin memeluk putrinya yang selama ini tidak dia ketahuo kalau dirinya ada. Mengonfirmasi jika semua ini memang nyata dan suatu saat dia tidak terbangun dari mimpi indah ini dan menamparnya dengan kenyataan

"Cik!" hana tidak suka sikap jesika yang terlalu kasar. Bagaimanapun daniel tetap ayahnya yang seharusnya dia hormati

"Tante hana juga jangan ikut campur masalah ini. Ini antara aku dan bajingan itu!" dia yang merasakan kebencian orang orang selama ini, jadi kenapa sekarang mereka membela pihak yang salah? Seolah disini dialah yang salah. Dia hanya mengakspresikan kemarahannya yang terpendam selama ini

Apa yang salah dengan itu?

Mereka tidak pernah berada di posisinya, tidak pernah merasakan makian dan kebencian orang orang padanya. jadi kenapa sekarang mereka menjadi orang sok benar?

"Cik, kamu sudah keterlaluan!"

"Tante fero diam aja! Selagi aku masih menghormatimu tolong jangan ikut campur!"

Fero menatapnya marah "tapi kau sudah keterlaluan!" ditambah kondisi daniel yang masih terguncang jesika tidak memperdulikannya dan terus mengucapkan kemarahannya

Mememang daniel bersalah, tapi bukan sekarang waktu yang tepat untuk menghukumnya

Jesika menatapnya sengit "keterlaluan mana dari pada dia yang membuang ibuku dan membuatku sejak kecil mendengar cacian dari semua orang? Kalian tidak pernah tahu rasanya berada di posisiku!"

Your My Mommy (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang