PART 23

4.5K 269 87
                                    

Happy Reading....







Devan melangkahkan kakinya dikoridor Bandara Soekarno-Hatta dia mengedarkan pandangannya mencari orang yang menjemputnya.

Lima tahun dinegara orang membuat Devan cukup terkejut melihat perubahan negara kelahirannya yang berubah, ketiga sahabatnya sudah pulang sebulan lalu. Mengapa Devan tidak salahkan Opanya yang menyuruh Devan untuk mengurus perusahaan sang.Opa yang ada disana...

"Mas.Dev"Panggil Mang.Asep membuat Devan menoleh

"Mamang gimana kabar nya"Ucap Devan menghampiri mang.Asep

"Alhamdulillah mas.Mamang baik-baik aja"Jawab mang.Asep"Sampai lupa silahkan masuk Mas, biar Mamang yang masukin kopernya kebagasi"Ucap mang.Asep. Devan mengangguk dan menyerahkan kopernya ke mang.Asep.

Mobil yang dinaiki Devan melaju dengan kecepatan sedang.Devan sibuk dengan Handphone ditangannya pikiran dia melayang mengingat Ayahnya...

"Mang.Kita ke rumah Ayah dulu ya"Ucap Devan

"Tapi kalau Tuan besar tahu gimana Mas"Tanya mang.Asep

"Gak pa-pa nanti aku yang bilang ke Opa"Jawab Devan

"Baik Mas"Ucap mang.Asep

Setelah 30 menit Devan sampai dirumah yang sudah lama Dia tingglkan tidak berubah sama sekali...

"Dev masuk ya Mang cuma sebentar ko"Ucap Devan dan keluar dari mobil..

Devan menatap kosong pintu besar dihadapannya. Ada rasa takut dihatinya, takut mereka tidak menerima kehadirannya..

TOK.......TOK.......TOK.......

  Devan mengetuk pintu didepannya. Dia memundurkan tubuhnya beberapa langkah saat pintu itu terbuka. Devan menarik bibirnya tersenyum tipis melihat Nando yang membuka pintu..

"Abang"Panggil Nando langsung memeluk tubuh tegap sang.Abang

"Kenapa gak pernah telpon"Tanya Nando kesal. Devan terkekeh kecil Dia merindukan adiknya

"Gimana keadaan kamu"Tanya Devan melepas pelukannya

"Aku Udah sembuh. Ada orang yang baik hati donorin hatinya buat Aku"Jawab Nando membuat Devan tersenyum..

"Kakak bawa ini buat kamu, Ayah, Bunda dan bang.Revin"Ucap Devan memberikan satu paper bag besar kepada Nando

"Wahhh makasih"Ucap Nando senang

"Ngapain kamu kesini"Tanya Wiliam dingin

"Yah"Sapa Devan ketika ingin mencium punggung tangan ayahnya Wiliam menepis kasar tangan Devan membuat Devan tersenyum kecut...

"Nando masuk kedalam"Ucap Wiliam tegas. Nando melihat kearah Devan yang mengangguk kan kepalanya agar Nando menuruti perkataan Ayahnya..

"Kamu pikir saya akan menerima kamu lagi"Ucap Wiliam sinis

"Dev cuma singgah sebentar yah"Ucap Devan

PLAK.....

Satu tamparan keras mendarat dipipi kanannya. Devan memegang pipinya yang terasa panas, anggap saja sambutan dari Ayahnya...

"Hidup keluarga saya sudah tenang tanpa kamu kenapa kamu kembali"Ucap Wiliam dingin tanpa memikirkan ada hati yang tersakiti

"Karena Kalian keluarga Aku dan tempat Ku berpulang seberapa jauhnya aku pergi"Ucap Devan

"Kamu bukan keluarga saya. Kamu itu hanya pembunuh dimata saya"Ucap Wiliam membuat mata Devan memanas mendengar ucapan Ayahnya...

"Aku kira Ayah sudah tahu kejadian sebenarnya"Ucap Devan pelan

DEVANO [REVISI ULANG]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang