Cover by : Cutputrikh
Di cerita ini, Kalian akan bertemu dengan perempuan cantik, barbar, tidak tahu malu yang memperjuangkan dan bahkan menunggu seseorang selama Bertahun-tahun.
Kalian juga akan bertemu dengan lelaki tampan yang terlambat menyatak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Yang pergi akan tetap pergi, walaupun kamu telah menjaganya dengan begitu kuat. Dan yang datang, akan datang. Walaupun kamu tidak menginginkan kedatangannya.'
***
(Happy Reading) 👸
"Pak, bawa Mobilnya Cepetan dong!!" Teriak Xazella didalam Mobil Taksi seraya menggoyangkan kursi Supir Taksi itu.
"Sabar neng, diluar masih hujan, langit gelap, jalanan juga licin. Saya takut terjadi kecelakaan, jika terjadi kecelakaan bagaimana nasib kita nanti neng? Saya belum menjadi suami yang baik buat istri saya, saya juga belum jadi Ayah yang baik buat anak saya. Jadi saya tidak mau buru-buru."
Xazella melirik sinis ketika malah mendapat curahan hati seorang Supir. Ia menghembuskan nafas getir, jantungnya masih berpacu sangat cepat ketika mendapat kabar sang kekasih kecelakaan. Xazella berfikir sejenak, jika Jevin mengalami kecelakaan lalu siapa yang datang ke Apartemen nya dan bahkan dipeluk olehnya tadi?
"Emangnya siapa sih neng yang sakit? Segitu amat kayanya." Ucap Sang Supir taksi dengan gaya santai nya.
"Suami saya!?" Sinis Xazella, membuat sang supir mendelik tak percaya.
"Aduh pak, tolong ya bawa mobilnya cepetan. Kalo Suami saya kenapa-napa gimana? Bapak mau tanggung jawab? Saya belum jadi Istri yang baik nih. Belum bikin anak juga, eh." Balas Xazella balik seraya terkekeh mendengar kalimat terakhirnya.
"Wah eneng nikah muda ya? Tampangnya masih muka anak SMA tapi udah Nikah. Aduh, anak jaman sekarang memang bany-"
"Udah pak, ga usah ceramah. Buruan deh," Potong Xazella yang dibalas anggukan oleh sang Supir Taksi.
"Baik komandan?! Saya akan melaju!" Ucap Pak Supir dengan menampilkan tangan hormat yang membuat Xazella menaikkan sebelah alis matanya, lalu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Dari tadi kek bawa Mobilnya laju, dasar tai!" Gerutu Xazella dengan Volume suara sangat kecil.
Selang beberapa waktu, Akhirnya Xazella telah sampai di Rumah Sakit. Xazella bergegas lari menuju Ruangan Jevin dengan hati yang terasa sesak, tetapi Sang Supir malah mencegahnya turun.
"Eh neng, tunggu!" Pekik Sang Supir yang membuat Xazella balik menoleh.
"Kenapa sih pak? Saya mau masuk nih." Ucap Xazella kesal.
"Aduh neng yang cantik, neng belum BAYAR?!"
Xazella menepuk keningnya pelan, ia sangat lupa bahwa dirinya tidak membawa uang akibat kejadian di Apartemen nya tadi.