--Follow penulisnya, votement ceritanya
🌸🌸🌸
"Saya ingin bertemu manajer hotel ini!"
Lengkingan seorang wanita yang berpakaian modis dan ber-branded di lobi hotel membuat pagi hari yang lesu lebih bergairah. Bahkan beberapa security mengawasi di sudut ruangan bersiap jika ada serangan baku hantam.
Cantika --gadis front office yang dulu menegur Camelia-- berusaha menenangkan si wanita beserta rombongan temannya.
"Maaf, Anda bisa membicarakannya dengan asisten housekeeping kami."
"Kalian ngeremehin saya, hah?!"
"Maaf, bukan seperti itu."
Camelia memasuki lobi dengan kening berkerut. Seorang dari bagian keamanan menyambutnya.
"Ini ada apa pak?"
"Itu mbak, ada tamu yang marah-marah pengen ketemu sama manajer hotel. Tapi kayaknya pak Dimas gak masuk kerja hari ini."
"Apa?"
Sebenarnya ia lebih terkejut akan fakta yang kedua. Seorang workaholic macam Dimas ternyata bisa bolos juga. Kenapa Dimas tak memberitahunya kemarin saat mengantarnya pulang ke hotel? Apa jangan-jangan alasan absennya Dimas karena akan ada sesi ceramah perilaku baik jilid dua pada Sabila? Ah, itu berlebihan.
"Ya sudah saya kesana dulu pak."
"Hati-hati kena semprot mbak."
Perlahan ia melangkah dengan pasti menembus celah kerumunan.
"Ah, sialan!"
Camelia mendadak mengerem langkahnya. Suara cempreng itu terdengar familiar dan selalu bergaung di malam penuh mimpi buruknya. Kepalanya mulai diserang rasa sakit dengan nafas memburu. Ia memperhatikan punggung itu dengan seksama dan tersentak karena masih bisa membayangkan tubuh itu berbalut seragam putih abu.
Lambat laun tubuh itu berbalik dan mata mereka berdua beradu dalam satu keterkejutan yang sama.
"Camelia?" Nada suaranya sarat akan rasa terkejut dan sedikit mengejek. "Lo Camelia 'kan?"
Camelia tak menjawab, hanya matanya yang bergetar ketika bertatapan langsung dengan mata yang masih sama menatapnya saat SMA dulu --tatapan meremehkan. Wanita itu bergerak menghampirinya dengan tatapan menyelidiki.
"Ini beneran lo. Lo kerja di sini?"
Kata-katanya masih berbau cemoohan yang sering dilontarkan selama tiga tahun. Ia ingin lari menghindari ketakutan masa lalunya, namun kaki kecilnya tetap menyuruh dia untuk tetap berdiri menepis semua memori buruk masa lalu.
"Ada yang bisa saya bantu?" Akhirnya kata-kata profesionalitas itu yang keluar dari mulutnya.
Wanita itu tergelak, "Ha-ha, lo paling kerja jadi cleaning servis belagu mau bantuin gue."
Jangan lari, jangan lari!
Camelia berusaha menarik senyum meski terlihat sangat kaku dan terlalu memaksakan. "Saya General Manager Hotel Wardana."
Wanita itu melongo, lalu menaksir Camelia dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Lo pasti kerja karena kuasa bokap lo 'kan? Anak biasa-biasa aja kayak lo mana ada kemampuan buat ngurusin hotel kayak gini."
Camelia masih berusaha mempertahankan senyum profesionalnya. "Keluhan seperti apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan?"
"Oke, gue mau komplain sama hotel lo karena bikin gue gatel-gatel digigit kutu kasur."
KAMU SEDANG MEMBACA
Camelia Blooms [Completed]
Romance[PART LENGKAP] Berawal dari pertemuan tak sengaja di satu musim semi hingga takdir terus bergulir membawa rangkaian kisah rumit yang tak terduga, menghadirkan tawa dan tangis disertai taburan rasa yang perlahan memekarkan cinta diantara dua insan ya...
![Camelia Blooms [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/215398433-64-k232858.jpg)