14

1.7K 132 22
                                        

H A P P Y  R E A D I N G

🍃🍃🍃

"Tak apa menumpahkan air mata tapi jangan melukai dirimu sendiri"

-Kim Namjoon-

🍃🍃🍃


"ALETA!"

"Mamah," gumam gadis itu pelan.

"Kemana aja kamu?" nada dingin yang dikeluarkan Sarah mampu membuat Aleta membeku, berbeda dengan Hanna yang selalu tersenyum saat berbicara dengannya.

"Mamah udah pulang? kapan?" tanya gadis tersebut dengan mengabaikan pertanyaan sang mamah.

"Jawab mamah Leta!!" Aleta menundukkan wajahnya, sesak itulah yang dia rasakan.

"Main."

"Siapa cowok itu?" kali ini Aleta mendongakkan kepalanya menatap sang mamah.

"Dia buk.." ucapan Aleta terpotong saat Sarah lebih dulu berbicara.

"Pacar kamu hah?!" bentak Sarah.

"Bagus ya, dasar anak nggak tau di untung. Saya sekolahin kamu bukan untuk pacaran Aleta!" Aleta meringis saat jemari Sarah mencengkeram rambutnya.

"Ma..mah sa..kit," ringisan Aleta tak digubris Sarah wanita itu malah menarik Aleta kasar menuju kamarnya.

"Diam kamu disini dan jangan harap saya bukakan kamu pintu."

BRAKK

Aleta luruh seketika tangis yang tadinya ditahan pecah begitu saja. Menangisi nasibnya sendiri. Bahkan hujan di luar sana menjadi saksi betapa hancur kehidupannya.


🍃🍃🍃


"Lo gapapa?"

Aleta menggelengkan kepala lemah.

"Serius Lo?"

"Iya Din," jawab Aleta malas.

Dinda masih memicing tidak percaya menatap Aleta. Pasalnya saat dirinya datang seperti tak seperti biasanya Aleta sudah berada didalam kelas, dan yang lebih aneh lagi gadis itu hanya menenggelamkan wajah dalam lipatan tangannya.

"HELLO EVERYBODY!" teriakan Irene mendapatkan decak kesal oleh pendengar nya.

"Berisik," ketus Aleta

"Hehe sorry, tumben Lo udah dateng Al?" Aleta hanya mengendikan bahu acuh dan melanjutkan tidurnya.

"Kenapa tuh?" Irene melirik Dinda yang hanya acuh dan berjalan menuju bangkunya.

"Ni, orang pada kenapa dah? pagi-pagi udah pada bikin emosi aja." Irene berjalan menuju bangkunya bersama Dinda sedangkan Aleta bersama Lisya si cewek manis dengan kacamata nya.

"Masih ada 5 menit lagi bel masuk, mending gue nonton bebeb gue aja." headset sudah terpasang sempurna, buku cetak biologi berubah fungsi menjadi tempat sandaran handphone yang menampilkan siapa lagi kalo bukan BTS.

° ° °

Ditempat lain Athalla bersama kedua temannya sedang berada di rooftop sekolah.

"Ath, tumben ngajak bolos?" pertanyaan Rafa meluncur begitu saja, pasalnya tiba-tiba Athalla menelpon dan memberitahukan dirinya sedang berada di rooftop.

"Gue nggak ngajak Lo." benar kan Athalla tak mengajak mereka bolos. Sesaat setelah memberitahukan jika dirinya di rooftop, mereka menyusul. Dan akhirnya mereka bolos bertiga.

"Kita kan baik, mungkin aja Lo kesepian mangkanya kita nyusul. Bener nggak Ar?"

"Nah bener tuh," seru Ardian yang sedang berusaha membuka bungkus kuaci yang dia beli sebelum menyusul Athalla.

"Serah Lo semua." Athalla menyambar minuman yang akan Rafa minum membuat cowok itu berdecak kesal.

Athalla menatap langit yang sedang terik. Cowok itu memejamkan mata saat merasakan hembusan angin yang membelai lembut wajahnya. Bibirnya tertarik keatas saat mengingat cewek yang akhir-akhir ini ada didekatnya.

"Oh ya satu lagi, gue lupa. Buat pernyataan Lo tadi, sorry aja gue gak tertarik sama Lo, jadi gak usah ngarep sama gue ok!".

"Jadi pacar gue sebagai gantinya," ucap Athalla pelan membuat Aleta merinding merasakan hembusan nafas Athalla dilehernya.

Tersenyum miring saat pelan-pelan kejadian bagaimana Aleta menolaknya sampai bagaimana dirinya yang mencap gadis itu sebagai pacarnya.

Tersadar saat menyadari apakah gadis itu menganggapnya atau tidak. Setelah Athalla yang mencap gadis itu sebagai miliknya.


🍃🍃🍃


Aleta mengernyit saat menyadari Athalla yang sedang menyandarkan tubuhnya pada mobil kesayangannya.

"Ekhem," deheman Aleta mampu membuat Athalla yang sedang berkutat dengan Handphone mengalihkan pandangan menatap dirinya.

"Ngapain?" tanya Aleta tak memperdulikan tatapan intimidasi cowok tersebut.

"Pagi Lo kemana?" tanya nya.

"Kenapa?" Aleta sudah tau maksud pertanyaan cowok tersebut. Ucapan saat berada di rumah Bunda Hanna yang mengatakan jika cowok itu akan mengantar jemput dirinya.

"Lo lupa?" Aleta melihat gurat marah di wajah Athalla membuat dirinya sedikit takut. Catat sedikit.

"Hm," jawabnya acuh.

Saat hendak membuka pintu mobil tangannya dicegah oleh Athalla.

"Tunggu, gue perlu bicara."

"Gue sibuk." gadis itu lelah ingin beristirahat dari makhluk-makhluk menyebalkan macam cowok didepannya ini.

"Sebentar."

"Gue sibuk." setelah itu Aleta meninggalkan Athalla yang sedang menatap dirinya.


•••

Terima kasih sudah mengikuti kisah ini ❤️❤️

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣

Instagram
@cewek.hujan

##

ALETA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang