10

2K 171 44
                                        

Kalo ada typo kasih tau gan..
Ok?!
Happy reading 😗

•••

"Dikarenakan sedang covid kita tidak boleh sembarang kontak fisik, gimana kalo kontak wa aja?"


🍃🍃🍃

Senin merupakan hari yang paling menyebalkan. Gue pengen nanya deh kenapa sih kalo hari Senin ke Minggu itu lama banget, sedangkan Minggu ke Senin itu cepet. Sungguh kenyataan yang menyebalkan. Apalagi kalo udah panas-panasan abis upacara, abis itu dijam pertama pelajarannya matematika lagi huh.. sungguh perfect.

Aleta memandang kedua temannya yang sedang mengipasi wajahnya dengan tangan berusaha mendapatkan oksigen untuk mengurangi rasa pengap sehabis upacara. Rasanya cuaca hari ini begitu menyiksa melihat cuaca yang begitu terik. Aleta terkejut mendapati pipinya yang tiba-tiba terasa dingin. Aleta mendongak menatap siapa pelaku yang menempelkan botol dingin itu ke pipinya.

Memilih mendengus melihat siapa yang menyodorkan botol minum tersebut.

"Apaan sih?!" mendengar jawaban ketus Aleta membuat Athalla tersenyum manis.

"Buat Lo." Aleta memutar bola mata malas saat mendengar teriakan-teriakan siswi yang begitu heboh saat Athalla dengan santai duduk disampingnya.

"Jauh-jauh sono!" sinis Aleta.

Athalla hanya mengendikkan bahu acuh. Temen-temen Aleta hanya melongo melihat Athalla yang tiba-tiba menghampiri mereka ralat tetapi Aleta.

Aleta merasa risih yang ditatap penuh curiga oleh kedua temannya. Penasaran ada hubungan apa sahabatnya dengan kakak kelasnya itu.

"Kenapa sih Lo?" Aleta mendengus melihat wajah Irene dan Dinda yang hanya pemasang wajah cengo.

Setelah tersadar Irene membisikan ke kepo an nya terhadap sahabatnya itu.

"Lo ada hubungan apa sama kak Athalla?" rasa penasaran mereka bertambah saat Athalla mengacak rambut Aleta sebelum pergi.

"Gue pergi dulu, kasian sahabat Lo muka nya cengo gitu liat gue disini." lalu Athalla beranjak dari duduknya menghampiri Rafa dan Ardian yang menunggunya di luar lapangan.

"ASTAGA! DEMI BEBEB TAEHYUNG LO ADA HUBUNGAN APA SAMA KAK ATHALLA?!" teriakan Irene langsung mendapat bekapan dari Aleta.

Sahabatnya itu jika sudah berteriak bisa membuat kuping berdengung.

"Lo bisa nggak sih jangan teriak pusing gue." Aleta sungguh pusing dengan sikap semua orang. Kenapa bisa seperti ini dan lagi kenapa juga dengan kakak kelas gesrek nya itu, kenapa sikapnya seolah menunjukkan jika mereka dekat. Sungguh Aleta tidak mengerti.

"Lo hutang cerita sama kita!" ucapan Dinda membuyarkan lamunan Aleta. Dirinya menghela nafas lelah lalu beranjak menuju kelas.


🍃🍃🍃


"Lo kenapa sih Ath?" pertanyaan Rafa langsung menghentikan Athalla yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya.

"Emang gue kenapa?" jawaban Athalla membuat Ardian yang sedang menenggak minuman langsung tersedak.

"Alay," maki Athalla dan melanjutkan makannya yang tertunda.

"Setan Lo!" kesal Ardian yang hanya dibalas kekehan oleh Rafa.

"Lagian Lo kenapa bisa kesedak gitu?"

"Siapa suruh si tai ngomong gitu kaga ada filter nya, ya gue kaget goblok."

Athalla mengalihkan pandangannya saat melihat Aleta dan kedua temannya yang memasuki kantin dengan bersenda gurau.

"Al, Din mau makan apa? gue pesenin kalian cari tempat," saran Irene langsung disetujui oleh keduanya.

"Hm gue pengen batagor sama es jeruk."

"Kalo Lo Al?"

"Samain aja."

"Ok!" sementara Irene yang sedang memesan makanan untuk mereka Aleta dan Dinda mencari tempat yang kosong.

Merasa ada yang memperhatikan Aleta mengalihkan pandangannya mencari siapa yang sedang memperhatikannya. Aleta mengernyit heran saat pandangannya beradu dengan Athalla. Aleta lebih dulu memutuskan pandangannya.

"Woy liatin siapa sih Lo? serius amat." terkejut, Athalla langsung mengalihkan pandangannya lalu berdecak kesal saat melihat tatapan geli dari Rafa.

"Ath, Lo beneran suka sama si Aleta?"

"Bener tuh kata si Rafa, Lo beneran suka sama si Aleta?"

"ck bukan urusan Lo." lalu Athalla beranjak dari duduknya meninggalkan Rafa dan Ardian yang terdiam melihat kelakuan temannya itu.

"Temen Lo tuh."

"Temen Lo juga anjing." Rafa mendelik saat mendapat toyoran keras dari Ardian.

"Untung gue bukan anjing." lalu Rafa membalas menoyor kepala Ardian sambil berlari meninggalkan Ardian yang sudah bersiap memaki kedua sahabatnya itu.

"WOY KAMPRET! INI SIAPA YANG MAU BAYAR?!"


•••

Terima kasih sudah mengikuti kisah ini ❤️❤️

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣

Instagram
@cewek.hujan


ALETA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang