33

1.1K 72 5
                                        

H A P P Y   R E A D I N G
Vote Dulu Sebelum Membaca
🍃 🍃 🍃

"Bucin tuh kek tai ya yang ngalir di kali, mengikuti arus dan berhenti di suatu tempat yang pas buat dia merasa aman dan nyaman."

- Ardian Adhlino Gavin -

Aleta memulai hari-harinya seperti biasanya. Tak ada yang berubah. Setelah pernikahan Ayahnya, kedua orangtuanya sepakat menyerahkan rumah ini atas nama dirinya dan mereka memulai kehidupan mereka yang baru.

Aleta menyambar tas dengan cepat setelah menghabiskan sarapannya. Dengan tergesa-gesa Aleta mengenakan sepatu dan berjalan menghampiri Athalla yang sudah stand by  dengan motornya.

"Selamat pagi," sapa nya.

"Pagi, maaf aku lama ya?" Tanya Aleta merasa bersalah telah membuat Athalla menunggu.

Athalla mencubit pipi Aleta gemas. "Enggak kok. Yaudah ayok berangkat."

Hubungan Athalla dan Aleta semakin dekat, sebagai buktinya mereka menghilangkan kata gue-lo diantara mereka menjadi aku-kamu.

Athalla memarkirkan motornya di parkiran sekolah yang lumayan ramai. Aleta dengan hati-hati menurunkan dirinya dibantu oleh Athalla. Pandangan tersebut tak luput dari mata seluruh siswa yang memandang mereka penasaran.

"Mereka pacaran kah?"

"Anjir, mereka beneran pacaran!"

"Sial! Ketikung gue!"

"Sok cantik!"

Athalla menggenggam tangan Aleta dengan erat seakan dia tak ingin gadis itu hilang dari genggamannya. Aleta mengusap jemari Athalla yang menggenggam erat dirinya.

Dinda dan Irene yang melihat sahabatnya itu langsung berlari memeluk Aleta, sehingga genggaman tangan Athalla terpaksa terlepas membuat pria itu berdecak kesal.

"Aaaaa gue kangen!"

"Lo udah nggak papa kan?"

Aleta terkekeh kecil melihat tingkah kedua sahabatnya itu. "Gue nggak papa kali."

"Wih, wih ada acara apaan nih? Pake pelukan segala," ucap Ardian yang datang bersama Rafa.

"Gue ikutan dong ciwi-ciwi!"

Athalla dengan kasar menarik kerah Rafa yang hendak bergabung dengan para gadis yang sedang melepas rindu itu.

"Nggak usah modus!" Ketus Athalla.

"Mampus yang punya marah!" Seru Ardian heboh.

"Pawangnya serem! Kaga jadi dah gue."

Setelah berbincang sedikit dengan kedua sahabatnya, Aleta mengalihkan perhatiannya kearah Athalla.

"Kalo gitu aku ke kelas ya," pamit Aleta yang diangguki oleh Athalla.

"Semangat belajarnya, nanti istirahat aku jemput."

Aleta mengangguk lalu melambaikan tangan sebelum meninggalkan Athalla.

ALETA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang