Begitu Jihoon tiba di Seoul, berbagai tawaran untuk mengisi program tetap sudah menantinya. Sepertinya, bola yang dulu terbanting jatuh tanpa kenal takut itu kini telah melambung tinggi kembali. Akhirnya, Jihoon memilih acara dokumenter yang tidak berhubungan dan tidak mengganggu acara dokumenter utamanya, yaitu yang diundur sampai musim semi itu. Wajahnya akan sering muncul di televisi dan memasuki musim dingin, dokumenter kedokteran yang sudah selesai diedit itu akan mulai ditayangkan di malam hari. Selama menonton acara dokumenter kedokteran "Kisah Kehidupan", dengan dirinya muncul di rumah atau di kantor, Jihoon selalu berusaha keras menghindari sosok Daniel yang muncul. Atau kadang berusaha keras mencari sosok itu.
Tayangan mengenai kasus Sejeong, sesuai rencana, lebih difokuskan pada pola pikir dan konflik konservatif yang membuat kecelakaan itu terjadi, bukan pada kesalahan dokter, sehingga adegan itu berlalu tanpa ada masalah apa pun.
Kemudian, banyak juga artikel yang mengklarifikasi julukannya sebagai 'Ibu Hamil Nasional'. Karena sosok Jihoon yang terlihat ramah dan manusiawi dalam acara itu mulai menarik perhatian penonton, ia pun sampai diminta wawancara singkat di sebuah majalah dengan judul "Sayalah Si Ibu Hamil Nasional Itu". Akibatnya, nama julukannya itu kembali ramai dibicarakan masyarakat. Nama yang diberikan oleh Daniel.
Sementara itu, Daniel tidak pernah menghubunginya lagi. Tentu saja.
Kihyun meneleponnya.
"Kau tidak ke rumah sakit? Hari ini aku harus kontrol dengan dokter."
Nada bicaranya seolah mengajak jalan-jalan kalau sedang bosan, tetapi suaranya terdengar aneh. Terdengar cemas. Tetapi ia juga tidak bisa pergi ke rumah sakit, takut bertemu Daniel.
"Maaf, hyung. Sepertinya aku tidak bisa keluar kantor hari ini, ada rapat. Nanti hyung beritahu saja kalau sudah selesai dari rumah sakit. Kutraktir makan malam."
"Oke, baiklah."
Kihyun menutup teleponnya dengan lesu. Jihoon mulai ikut cemas. la rasanya ingin segera menelepon Daniel dan menanyakan bagaimana kondisi Kihyun. Kemudian, ia menghela napas. la merasa dirinya menyedihkan karena selalu pertama kali teringat pada Daniel di tengah situasi seperti ini.
Begitu selesai dari rumah sakit, Kihyun datang ke kantor Jihoon dan menemuinya.
"Bagaimana? Apa kata dokter?"
Begitu melihat Kihyun duduk di cafe, Jihoon langsung menghampirinya dan bertanya.
"Kau, sudah tahu, kan?"
"Hah? Oh...."
Ternyata aku bertanya terlalu panik padanya. Kihyun menatap Jihoon sejenak seolah marah padanya lalu akhirnya ia menghela napas dan melemaskan otot wajahnya.
"Benar juga. Kalau sudah tahu dari dulu, mungkin aku sudah dirawat di rumah sakit karena terlalu stres. Tidak baik juga untuk anak ini." Kihyun berkata dengan lesu. Salah seorang pelayan datang membawakan daftar menu di cafe itu. Biasanya, Kihyun langsung membuka menu itu dan membacanya satu per satu dengan teliti. Tetapi sekarang, ia bahkan sama sekali tidak menyentuh menu itu.
"Hyung harus makan sesuatu." Jihoon berkata dengan cemas.
"Sudahlah, aku tidak selera makan." Kihyun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Jihoon memesankan dua crepe sekalian untuk Kihyun.
"Tadi aku dirontgen dan ternyata paru-paruku dipenuhi air. Kalau sampai minggu depan tidak ada kontraksi, katanya akan dilakukan persalinan induksi. Setelah itu langsung dioperasi." Kihyun berkata dengan tenang sambil menunduk.
"Katanya, operasi mengeluarkan air dari paru-paru bukan termasuk operasi yang besar, tetapi tetap saja kan namanya operasi. Apalagi..."
Kihyun menarik napas panjang kemudian melanjutkan ucapannya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Cheeky Romance (NielWink)
RomancePemuda berparas manis yang tingkahnya tidak terduga, "si ibu hamil nasional" vs Pria yang selalu dianggap sempurna, "si dokter nasional" Original novel by Kim Eun Jeong www.penerbitharu.com
