Bertemu dengan mu

3.1K 173 1
                                        

⚠Typo Bertebaran

Happy Reading...

*
*
*
*

"Mau kemana Wa??" tanya ayah ketika selesai makan

"Wawa mau ke butik sama tante nana" beritahuku

"Terus rencana kita makan sama teman ayah gimana, masa mau di tunda lagi!"

"Enggak ayah, ke butiknya cuma sebentar kok tapi kalo dzuhur wawa belum pulang ayah shareLok aja yaa"

"Awas loh kalo gak dateng nak"

"Iyaa ayah"

"Nak, ayah sama ibu mau bicara penting sebentar" ujar ibu

"Bicara apa yah,bu??"

  Sejenak ayah dan ibu saling berpandangan menciptakan jeda dan membuatku semakin penasaran

"Sebanarnya, ayah mau jodohin kamu sama anak teman ayah"

"Hahh.. Ayahh wawa tau wawa belum ada pendamping tapi ngak perlu di jodohin juga ayah"

"Nak, dengerin dulu penjelasan ayah"

"Penjelasan apa ayah?" tanyaku mulai agak marah

"Anak teman ayah adalah duda ber anak dua dan anak bungsunya psikisnya terganggu anaknya perempuan, dia bahkan suka mengurung diri di kamar dan keadaannya menghawatirkan dia selalu menyebut dan memanggil ibu namun ibunya sudah tidak ada dan itu di sebabkan karena sebuah kecelakaan anak tersebut bersama ibunya ikut mengalami kecelakaan tersebut dan melihat semuanya dan seperti yang ayah ceritakan psikisnya terganggu, dia sudah di bawa ke dokter khusus bahkan sampai ke luar negeri tapi tetap semua medis angkat tangan, jika kamu ikhlas ayah mohon kamu mau ya nak?" jelas ayah

"Tapi kenapa harus wawa?" tanyaku dengan lebih lembut

"Karena kamu suka anak kecil dan entah kenapa ayah sama ibu yakin saja kamu akan menjadi penganti ibu yang baik untuk dia, ayah sama ibu udah shalat istiqhoroh dan insya allah! Allah akan meridhoi kalian"

"Nanti wawa juga coba istiqhoro ya bu,yah!" kataku mencoba membuka hati dan bismillah mungkin ini juga cara allah kasih jodoh ke aku setelah penantian lama walau dengan cara yang menurutku kuno namun insya allah dengan ikhlas aku pasti bisa

--untuk penyakit anaknya calon suami wawa itu karangan aku sendiri, harap mengerti--

Waktu yang sudah menunjukkan pukul 10:50 dengan mengendarai mobil aku mulai memasuki jalanan kota yang sudah agak lengang karena sudah masuk jam kerja namun hanya ada lalu lalang pedagang atau bahkan pembeli

Di dalam mobil aku masih kepikiran apa aku harus menerima perjodohan ini ataukan malah menolaknya mendengar cerita ayah tadi hati aku tersentuh, jika seperti itu keadaannya lalu bagaimana sekarang anak tersebut apa masih selalu mengurung di kamar dan selalu telat makan bahkan pernah beberapa kali masuk rumah sakit karena pingsan seperti yang tadi ayah katakan, sungguh aku sangat kasihan padanya pasti dia sangat mengharapkan sosok ibu untuk mendampinginya

Suara ponsel menyadarkanku dari lamunan panjangku kemudian ku ambil ponselku yang ada di samping kiriku ku lihat itu dari

Gita Is Calling...📞

Iya assalamu'alaikum git!

Wa'alaikum salam, lo masih di mana??"

Lagi di jalan bentar lagi nyampe

Mama nungguin lo tau, kesel gue kita ketuker deh kayaknya waktu lahir

Hahahaha ada-ada aja sihh git, udah yah aku masih di jalan nih

KAULAH IMAMKU [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang