Takdir paling menyakitkan

1.3K 67 7
                                        

Yukk mewek barengg.. Jangan lupa vote and komen yaa teman-teman.

Selamat membaca!!

__________________________________

Seperti apa bahasa cinta?? Apa yang pergi saat separuh diri nya rapuh
Saat membutuhkan dirinya malah pergi meninggalkan
Atau
Yang baik-baik saja saat tangis belahan jiwanya tak juga usai
Bukan?

Cinta tak seperti itu, bahkan ini lebih sakit dari seribu sakit yang pernah ku rasa

o0o

Masih sendiri dengan rindu, kecewa dan juga rapuh itulah yang aku rasakan saat ini, genap satu minggu sudah mas irfan gak ada kabar sementara itu anak-anak sama oma dan opa nyaa. Mama dan papa menginap disini untuk menemaniku apalagi keadaanku yang kian hari merasa tak ada semangat hidup, zulfhi, mama, papa dan orang tua ku sudah mencoba untuk menghubungi mas irfan tapi nihil gak ada kabar sama sekali

Dan malam ini di waktu sepertiga malam ku berusaha bangun walau aku gak shalat karena masih mengeluarkan darah, namun aku berusaha bangun untuk sekedar berdzikir dan bershalawat memohon dan meminta pada sang pencipta alam menyerahkan segapa persoalan sebab semua hal atas kehendaknya

Malam ini aku kembali berurai air mata menangis dan terduduk lesu tubuhku bergetar bahkan mungkin mataku sudah sembab dan membengkak

"Ya robb aku adalah hambamu yang hina yang berlumuran dosa, ya robb tetaplah jaga dan lindungi suami hamba dan segera usaikanlah kesibukannya hamba sangat ingin dia ada disini,
Ya robb hamba merasa malu mungkin saja kekasih hamba merasa marah dan kecewa sebab karena hamba ia kehilangan calon anaknya, hamba malu ya robb hamba malu.. Hiks.. Maafkanlah kesahan hambamu ini ya robb"

Tanpa di sadari ada seseorang yang tak sengaja mendengarkan curahan zahwa dia adalah mamanya irfan, bahkan ketika mendengar curahan dan doa menantunya mama irfan diam-diam ikut menangis merasa iba melihat anaknya dan menantunya seperti ini, apalagi dengan zahwa yang baru saja kehilangan dan malah irfan memilih pergi mengasingkan diri

Sebab yang sebenarnya adalah irfan memilih sendiri terlebih dahulu berkutat menyibukan diri dengan pekerjaan agar melupakan kekecewaannya pada zahwa dan dirinya sendiri karena tidak becus menjaga calon anaknya dan istrinya walau ia sadar ini bukan jalan yang tepat dalam menyelesaikan masalah

Sejak satu minggu yang lalu sebenarnya irfan pun merasa tersiksa dengan keadaan ini ingin rasanya pulang dan memeluk istrinya menangakannya dan menguatkannya tapi ia terlalu pengecut untuk itu ia memilih sendiri dulu agar emosi nya stabil dan tidak ada yang tersakiti atas ucapannya nanti

Tukk..tukk..tukk..

Mendengar ketukan pintu tersebut dengan cepat zahwa menghapus air mata yang membasahi pipinya

Zahwa lalu menoleh pada pintu dan dilihatnya mama mertuanya berdiri di sana dengan masih menggunakan mukena

"Mama, masuk ma!" zahwa mempersilahkan

Lalu mama duduk di samping zahwa yang beralaskan sejadah milik irfan yang selalu di bawanya jika shalat di masjid, lalu mama membawa kepala zahwa ke pahanya menidurkannya dan mengusap-usap kepala menantunya dengan sayang

"Ma, mas irfan ada kabar?" tanya zahwa penuh harap

"Belum sayang, yang sabar ya pasti dia akan segera pulang kok nak"

KAULAH IMAMKU [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang