Makan Malam dan penyematan

2.4K 131 1
                                        

Selamat membaca cerita yang gak jelas ini
Maaf bila ada kesamaan tokoh, latar, keadaan dan alurnya sebab saya merasa ini real atas pemikiran saya
Sebab saya tau undang-undang berlaku, untuk plagiator jauh-jauh dari sini

⚠Typo Bertebaran

Selamat membaca...

Setelah kemarin meeting selesai tubuhku drop dan mengharuskanku pergi ke klinik bersyukur gak harus di rawat hanya di kasih obat lumayan banyak kata dokter tersebut aku hanya kecapekan dan stres juga tekanan darahku rendah

Sore kamarin pun sepulang ku dari klinik di rumah ayah ibu dan keluarga irfan sudah menunggu lagi dan lagi membahas tentang pernikahan awalnya aku malas membahasnya namun ibu memaksaku sampai akhirnya kami larut dalam obrolan panjang dengan bahasan pernikahan

Irfan mengalah dan aku menang artinya acara akan di adakan sesuai yang aku inginkan walau terlihat jelas dari wajah irfan ia masih belum seratus persen ikhlas tapi it's okey egois sesekali gak masalah, tentang caca dia masih sering murung dan sesekali ketika bangun tidur memanggil bundanya alasan di balik irfan telpon terus kemarinpun adalah caca nangis-nangis nyari aku ketika irfan cerita itu rasanya hati aku seperti tersayat sembilu sakit tapi tak berdarah

Untuk hari ini badan dan kepalaku sudah jauh lebih baik pagi ini pun aku berencana pergi ke rumah irfan menjenguk caca sebab tak bisa ku pungkiri akupun merindukan dirinya, dengan membawa kue bikinan ku dan di bantu oleh ibu aku langsung pergi menuju rumah irfan

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan gak panjang-panjang amat akupun langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu utama ku ketuk beberapa kali namun tak ada yang membukakan pintu, sampai akhirnya si bapak satpam menghampiriku dan menyuruhku menunggu sebentar akupun hanya mengangguk dan duduk di kursi yang tersedia di teras rumahnya

Tak lama setelah menunggu pintu pun terbuka dan menampakkan seorang ibu-ibu kisaran umur 45-an lebih menghampiriku aku tak tau dia siapa sebab sebelumnya waktu kepulangan caca dari rumah sakit aku tak melihat ibu ini di rumah irfan

"Maaf, mba ini mau ketemu siapa yaa?" tanya ibu itu

"Saya mau ketemu irfan, irfannya ada??" tanyaku balik

"Tuan ada, mari masuk mba" serunya

"Terima kasih"

Ibu itu hanya tersenyum lalu mempersilahkan ku duduk sementara ibu itu pergi pamit untuk memanggil irfan tak butuh waktu lama orang yang ku caripun menampakkan dirinya satu per satu langkahnya mulai mendekatiku

"Kenapa gak ngabarin dulu mau ke sini, saya gak siap-siap" katanya

"Apaan sih, gak apa-apa kali"

"Caca nyari kamu," beritahunya

"Aku juga ke sini mau ketemu caca" kataku

"Yaudah yukk, kita ke kamarnya aja dia pasti senang kamu datang ke sini," ujarnya

"Yaudah yukk," kataku mengiyakan

Aku berjalan mengekori irfan dari belakang setelah naik tangga irfan pun berhenti di depan sebuah pintu kamar dengan pasti kemudian dia membukan pintu tersebut dan di sana caca sedang duduk menghadap ke jendela dengan diam dan air mata yang sesekali menetes, aku merasa iba melihatnya bagaimana mungkin anak sekecil ini bisa memiliki trauma yang begitu mendalam dan membuatnya terpuruk atas keadaan

"Assalamu'alaikum," ucapku ketika masuk ke dalam kamar dan seketika itu juga caca menglihkan pandangannya padaku dengan mata berbinar dan senyum yang kian terukir begitu manis ia kemudian beranjak dan sedikit berlari menghampiriku

KAULAH IMAMKU [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang