Kemarin,
Ada yang ingin mati, jiwanya meronta-ronta ; ingin pergi
Membanting ini, membanting itu
Membatin ini, membatin itu ; kacau pada semu
Dan, air mata tak hanya sekedar air, namun darah segar yang membabi-buta memangsa ribuan caci
Nafasnya sendu, rintihnya pilu
Dibalik itu,
ada imaji yang merindu
namun tak kunjung temu
Asanya tlah mati
Lebur dalam sunyi
Penuh duka
Sia-sia
Jiwa binasa
Nisan tanpa nama.
April, 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
SEPATAH KATA
Puisijika hidup terlalu rumit untuk d jelaskan. biarkan sepatah kata - kata yang menceritakan dengan sederhana. Antologi puisi, tentang rasa uang tak terkata. Dengan sepatah kata aku berbahasa Mengenai secuil kata hati Dan mengenai sepotong manah Yang ta...
