Minggu ini adalah minggu-minggu terakhir untuk syuting film karena semuanya sudah diujung cerita. Akhir-akhir ini mereka tidak terlalu banyak take, lebih banyak free jadi mereka sesekali berkumpul menikmati waktu bersama-sama. Seperti sekarang, mereka tengah duduk berdekatan sambil bernyanyi-nyanyi random. Devano yang dari tadi asik memetik senar gitar, yang lainnya bernyanyi, berbeda dengan Deven, ia memukul-mukul meja layaknya itu adalah drum.
"Lanjut... Lanjutt mumpung ada penyanyinya lagu Ayu gas mangg," seru Keisha mengundang gelak tawa yang lainnya.
"Malam ini aku lagi kesepian... Melihatmu di ujung kota... " Mereka beriirama bersama-sama.
"Udahan ah cape tangan gue nih," keluh Devano yang memperlihatkan jari-jarinya yang menekan snar gitar.
"Laper-laper makann woii," sahut Keisha.
"Go food rame kayaknya," usul Kayla.
"Richeese kuyyy," ajak Anneth.
"Pesen Neth richeese, si Depen pesen minum, Devano pesen pizza, nah kita yang makan kalian bertiga yang bayar," ucap Keisha. Mereka bertiga langsung menatap tajam ke arah Keisha.
"Iya enak perut lo kenyang dompet gue tipis," ujar Deven.
"Ah biasanya juga bayarin Anneth makan ngga protes, masa sama kita-kita protes sih, Pen," celetuk Joa. Anneth memelotot ke Joa yang hanya menyengir saja.
"Anneth satu, kalian banyak beda lahh," protes Deven.
"Bukannya porsi makan Anneth banyak ya?" Ucap Kayla.
"Iya, La banyak tapi gue ngga morotin si Depen bayar sendiri aelah kalian," ujar Anneth.
"Jadi gimana pesen kagak malah pada ribut dah," semuanya langsung menengok ke arah Devano.
"Udah kalian bertiga pesen, yang lainnya keluarin duit kumpulin. Pisah yang richeese, chattime, pizza," usul Kak Mawar yang menyudahi pertengkaran mereka.
Akhirnya mereka memesan makanannya dan uang semua terkumpul diberikan pada mereka yang memesan. Mereka kini menunggu pesanan akan diantar ke lokasi syuting.
Menunggu makanan yang lama membuat mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Anneth, Joa, Kayla, Jessica asik membuat tik-tok, Deven, Keisha, Devano asik bermain game online di handphone mereka, Kak Mawar asik bermain sosmed di handphonenya.
"Ngga Naura ngga si Anneth hobinya main tik-tok," celetuk Devano disela-sela mereka bermain game.
"Dih Kak Vano juga suka ikutan gimana sih?" Cibir Deven.
"Doi gue sih aman hahaha,"
Mereka mengobrol tapi jari-jari mereka terus menari di atas layar handphone memainkan gamenya.
Setelah penantian lama, pesanan mereka semua datang dengan jeda waktu yang berdekatan. Tidak menunggu lama mereka langsung saja mengambil pesanan mereka sendiri. Duduk melingkar memakannya bersama-sama.
Jangan ditanya siapa si raja pedas, tentunya Anneth yang membeli paling pedas dari yang lainnya. Sudah Deven larang tapi yang namanya Anneth tetaplah keras anti diberitahu akhirnya dia kepedesan sendiri saat makan. Minumannya sudah habis, ia terus melanjutkan makan sampai habis tidak tersisa lalu ia mengambil minuman Deven yang masih banyak disedotnya sampai tersisa sedikit.
"Anneth... Minumkuuu," peotes Deven. Anneth yang masih kepedesan tisak mendengarkan ia menyeruput lagi sampai minuman itu habis bibirnya merah bergetar karena masih kepedasan.
"Hahaha minuman Kak Deven habis," tawa Jessica yang menonton Anneth tadi kepedesan.
"Sabar adekku," kekeh Kak Mawar.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]
Teen Fiction~ Kisah dua hati yang berasal dari dunia musik ~ Ceritanya masih berlanjut ya, ke K.I.T.A see u❣️ Thank u gaes for support this story 🤗
![SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218127993-64-k692777.jpg)