Sekarang top lima iij tengah berada di Kota Medan untuk menampilkan bakat mereka di atas panggung sana. Mereka tengah menunggu giliran tampil. Tumben sekali mereka sekarang sudah rapih satu jam sebelum performance.
Entah kenapa setelah liburan ke Dufan beberapa hari lalu Anneth menjadi sering murung dan diam setiap kali ditanya pasti jawabannya tidak apa-apa atau menjawab sedang badmood.
"Nethiikuu kenapa kok mukanya ditekuk gitu sih?!" Selidik Nashwa yang duduk di sebelah Anneth.
"Gapapa Uwa."
"Idih boong dehh. Kemarin dari Jakarta sampe sekarang murung terus, cerita dongg," rayu Nashwa pada Anneth.
"Nggaa ahh," Anneth menggeleng kuat. Ia tidak mau cerita nanti yang ada malah meneteskan air mata yang ada merusak make-up nya yang sebentar lagi akan tampil. Nashwa menghela napas pelan tidak mau memaksa sahabatnya itu, walaupun dia tau sedang tidak baik-baik saja.
Performance mereka malam ini berjalan dengan baik tanpa kendala apapun. Usai tampil mereka masih asik di backstage mengobrol lain halnya dengan Anneth yang ditemani oleh Nashwa mereka berdua ada di parkiran dekat mobil yang akan mengantar mereka kembali ke hotel malam ini.
"Kenapa Neth? Kalau mau nangis, nangis aja gapapa gue tau lo nyembunyiin sesuatu," Nashwa merangkul bahu Anneth agar lebih dekat dengannya.
"Depen..." Lirih Anneth yang sekarang sudah menyandarkan kepalanya pada bahu Nashwa.
"Kenapa sama dia? Baik-baik kan lo sama dia? Jangan bilang...." Ucapan Nashwa menggantung di udara.
"Ngga kok, baik-baik aja cuman sebel dia ngga peka dianya biasa aja kaya ngga punya salah," Nashwa mengerutkan dahinya bingung tidak mengerti maksud ucapan Anneth barusan.
"Lah emang dia kenapa?" Bingung Nashwa.
"Besok kan dia ke Lombok, Waa, dianya cuek beberapa hari kemarin, nyebelin," Anneth mengusap ujung matanya yang sudah berair.
"Ldr-an dongg jiaah sedih tuh couple gue ldr-an," bukannya membuat Anneth tenang, Nashwa justru meledeknya. Dasar sahabat macam apa?
"Ihh malah ngeledek," Anneth memukul kaki Nashwa keras sampai sang empunya meringis kesakitan.
"Hahahaha habisnya lucuuu," Nashwa malah semakin terbahak-bahak membayangkan mereka kembali ldr dari sekian lama. Dimana mereka yang selalu kemana-mana bersama setiap harinya dan kini harus ldr. Kasiann.
"Eh udah udah ah tuh mereka kesini mau balik ke hotel kayaknya," Nashwa menunjuk orang tua mereka dan teman-temannya yang berjalan kearah mereka berdua.
Tak lama mereka sudah ada didekat Nashwa dan Anneth yang masih duduk di depan mobil mereka. Deven menghampiri Anneth yang membawakan tas cewek itu.
"Di cariin kirain kemana, ternyata lagi ngadem disini," ucap Deven sambil memberikan tas milik Anneth.
"Heem," Anneth mengambil tasnya yang ada di Deven dan ia hanya menjawab pertanyaan Deven dengan deheman saja.
Selama di mobil, Anneth memilih memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya pada jendela yang diganjal oleh bantal leher yang ia bawa.
***
Pukul 05.00 subuh Deven dan mamanya sudah rapih dan siap untuk berangkat ke bandara karena mereka mengambil penerbangan pagi. Sebelumnya mereka sudah pamitan dengan yang lain saat di backstage, jadi sekarang langsung pergi meninggalkan hotel menggunakan taxi ke bandara.
Tidak banyak barang bawaan mereka hanya satu koper pakaian mereka dan satu koper lagi hadiah pemberian Devennatic semalam, tidak membawa baju banyak karena di Lombok masih ada baju mereka yang tidak semua mereka bawa ke Jakarta.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]
Fiksi Remaja~ Kisah dua hati yang berasal dari dunia musik ~ Ceritanya masih berlanjut ya, ke K.I.T.A see u❣️ Thank u gaes for support this story 🤗
![SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218127993-64-k692777.jpg)