"Gapapa, Neth. Maaf," Deven melepas genggaman Anneth dan beranjak dari duduknya, tapi buru-buru ditarik oleh Anneth.
"Mau kemana kamu belum jelasin sama aku, Ven. Jangan kaya gini bentar lagi kita manggung kamu harus perbaiki mood kamu jangan sampai berlarut-larut," ujar Anneth.
"Ngga akan ikut," jawab Deven dingin dan tegas.
"Ngomong apa kamu sih Ven? Ngga akan bisa. Kamu pasti ikut. Bilang sama aku kamu kenapa please," suara Anneth bergetar manahan tangisnya. Ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Deven, tapi ia merasakan sakit karena sikap Deven yang 180 derajat berbeda.
"Buat apa gue ikut? Ngga akan berguna. Suara gue jelek, gue cuman ikut tenar sama kalian terutama lo sama Uwa, gue cuman perusak performance kalian, dan gue ngga pantes ada di atas panggung bareng kalian. Benci. Gue benci, dan gue mau kita berdua put-"
Belum sempat ucapan Deven selesai, Anneth langsung menutup mulut Deven dengan telapak tangannya. Hatinya sakit, karena ia tau apa yang akan diucapkan Deven tadi.
"Stop! Kamu mau bilang putus?! Ven... Sadar Ven! Kita obrolin semuanya baik-baik. Please jangan gini aku mohon..." Isak Anneth. Dia benar-benar tidak bisa menahan lagi sesak di dadanya. Pada akhirnya air matanya jatuh ke pipi mulusnya. Ia menggenggam tangan Deven memohon-mohon agar semuanya dibicarakan baik-baik.
Deven diam. Anneth menuntun Deven untuk kembali duduk di tempatnya yang tadi, setelah itu Anneth mengambil air minum untuk Deven supaya lebih tenang.
Setelah Deven meminum air yang diberikan oleh Anneth, dia diam dan menatap lurus kedepan sementara Anneth di sebelahnya menghela napasnya pelan.
"Ven... Sebenernya belakangan ini kamu kenapa? Kita jarang ketemu, job bareng, chat aku aja kamu anggurin ngga dibaca apalagi dibales, apa yang buat kamu kaya gini...." Mata Anneth berkaca-kaca mengucapkan kalimat barusan, dadanya sesak.
Belum sempat Deven menjawab mereka dipanggil oleh Kak James untuk latihan, mereka berdua melangkah mendekat disana juga ada teman-temannya. Saat mereka mau masuk studio Deven berbelok ke arah dimana mamanya sedang mengobrol dengan yang lainnya.
"Kenapa Dek?" Tanya mamanya sebelum Deven berbicara.
"Aku pusing, Ma, ngga latihan dulu gapapa kan?" Ucap Deven sambil memegangi kepalanya. Sebenarnya pusingnya bisa ia tahan tapi moodnya untuk bernyanyi sangat buruk.
"Loh tadi kamu baik-baik aja sayang," mamanya memeriksa dahi Deven, tidak panas.
"Ngga panas kok, Ma, aku cuman sakit aja kepalanya tadi tiba-tiba,"
"Mending istirahat aja, Ven, biar lusa bisa tetep ikut ke Pontianak," ujar Mami Anneth yang di angguki oleh Mama Nashwa juga.
"Iya Tan..."
"Yaudah kamu tunggu sini biar mama bilang sama Kak James dan Kak Aan habis itu kita pulang," ujar mamanya. Deven mengangguk dan menunggu mamanya kembali.
***
Setelah tadi mamanya Deven memberitahu kalau Deven sakit, membuat teman-temannya kaget dan bingung kenapa sebenarnya? Tapi mereka menahan untuk bertanya dan kembali latihan setelah Mama Deven menghilang dari balik pintu studio.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]
Roman pour Adolescents~ Kisah dua hati yang berasal dari dunia musik ~ Ceritanya masih berlanjut ya, ke K.I.T.A see u❣️ Thank u gaes for support this story 🤗
![SEBUAH KISAH #2 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218127993-64-k692777.jpg)