[13] RIVAL GAMA

129K 16.4K 10.3K
                                        

Pertama-tama aku mau bilang makasih banyak buat yang udah komen di part sebelumnya. Gila sih petcahh bgttt🥰, kalian hebattt (hebat menistakan si gamaludin😋)

Dan juga mau minta MAAF BGTT huhu😭😭 harusnya tuh aku update kemaren-kemarennya lagi. Tapi ini mah seriusan badan aku gak sehat bgt, meriang-sakit tenggorokan-pilek-batuk (kombinasi yang sangat mantap 'kan wkwk) dan baru bisa up sekarang walaupun belum sembuh total😊 tapi karena kaliann, aku ngebut lagi nulisnya hehe, luv luv sekebon pokoknya💗💗

Nahh untuk itu, mau tahu dong siapa aja sih yg nungguin cerita ini update?? Coba angkat tangannya!!

.
.

QUESTION OF THE DAY IS :

1. Pernah kena covid?😋😋

2. Merk mie instan favorite?

3. Mie kuah/mie goreng?

SPAM BLUE LOVE DULS DONG BESTIEEWW💙💙

Happy reading, dear💗

***



"Gue denger semalem lo kalah dari Gavin?" tanya Lintang spontan padahal Abian dan Bastian sudah mewanti-wantinya untuk tidak menanyakan mengenai hal itu.

Mendengar pertanyaan yang begitu sensitif air muka Gama langsung berubah. "Sialan lo, mood gue langsung hancur tahu gak." Detik berikutnya ia melemparkan bola basket yang sejak tadi ia mainkan ke sembarang arah, lalu berjalan ke pinggiran lapangan.

"Kan bener kata gue," ucap Bastian seraya merangkul bahu Lintang.

"Ya cuma nanya doang, kenapa sih?" sewotnya.

Ketiganya lantas menghampiri Gama. "Taruhannya apa?" tanya Abian penasaran.

"Cewek."

"Anjing!"

"Bisa-bisanya ya lo!"

"Nasib ceweknya gimana anjir itu?"

Gama menatap teman-temannya dengan sewot. "Kayak cewek lo semua," cibirnya.

"Ceweknya siapa? Setahu gue lo 'kan lagi single?" tanya Bastian.

Gama tersenyum miring. "Emang gue masih single. Makannya gue jadiin si cewek cupu sebagai bahan taruhan."

Ketiga cowok dihadapannya menatap Gama dengan tak percaya, sebegiru dendamnya cowok ini pada cewek itu ternyata.

"Sumpah Gam, banyak manusia bangsat di dunia ini tapi keknya gak ada sih yang sebangsat lo alias kok lo tega?" Abian bereaksi berlebihan.

"Ya emang kenapa? Salah gue begitu?" sewotnya. Membuat Abian yang duduk dihadapannya mengelus dadanya seraya membatin 'iyalah goblok, pake tanya!'

"Maleslah gue, teralalu bodoh pertanyaannya," sahut Abian.

"Kalo tuh anak kenapa-napa gimana?" Kini giliran Lintang yang bertanya.

"Ya biarin aja sih, lagian gue bukan bapaknya yang wajib ngejaga keamanan dia."

"Aduh ya ampun Gama-Gama, keknya lo mesti dapet bimbingan konseling mengenai cara menghargai perempuan dari gue deh," seru Bastian ikutan Gemas dengan kebodohan Gama.

"Lo parah sih kalo kata gue," timpal Lintang.

Gama kesal karena teman-temannya malah membela cewek cupu itu. "Kok kalian belaim dia terus?! Yang temen kalian di sini itu gue, bukan dia!"

GAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang