[42] UNDANGAN

88.6K 10.3K 5K
                                        

Halohaaaa cepet kan nih updatenyaaa

Gak nyangka sih akuuu, makasi banyak buat yg udah SPAM KOMEN di part sebelumnya, aku sampe capek sendiri liat hape karena notifnya gak berhenti-berhenti, tapi aku seneng bgt gesss, makasi yaaa🫶🫶🫶

Gimana puasa hari keduanya? Aman?

Ada yg udah batal hehe

Question of the day :

1. Tinggi badan kamu berapa?

2. Teman sebangku pas kelas 1 SD masi inget? Siapa?

3. Tim bakso atau seblak??

SPAM BLUE LOVE DULU COBAA💙💙

Happy reading guysss❤️





"Gam gue gak mau ah, takut," ucap Gadis seraya menghentikan langkahnya.

Gama yang berjalan lebih dulu menghentikan langkahnya dan menatap Gadis dengan helaan napas berat. "Takut sama siapa?"

Gadis mengigit bibir bawahnya, Gama ini amnesia atau apa sih, masa lupa sama kejadian yang lalu-lalu.

Sampai sebuah rangkulan mendarat di bahunya. "Kan ada gue, kalo ada gue siapa sih yang bisa bikin lo takut," ucapnya dengan penuh percaya diri, ya khas Gama sekali lah ya.

Gadis menarik napas dalam-dalam. "Oke."

Berikutnya keduanya kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Gama membawa Gadis ke sebuah ruangan yang pintunya saja sudah terlihat mewah nan megah.

"Cucu kurang ajar, kemana aja kamu?!"

Baru juga melangkah dua pijakan, kakek Hadi sudah neneriaki Gama dengan sebal.

Kekesalan kakek Hadi terhenti saat tatapan matanya bersitatap dengan Gadis.

"Aku kan udah janji mau bawa kesayangan aku ke sini."

BREBGSEKKK! BUNUH AJA GADIS, BUNUHHHHH!!!

Pipinya pasti sudah semerah kepiting rebus, belum lagi degup jantungnya yang jadi berpacu tak terkendali.

"Gadis, kemari nak." Barulah saat itu kakek Hadis tersenyum dengan lembut.

Gadis dengan malu-malu berjalan mendekati ranjang dimana kakek Hadi terbaring lemah.

"Kek, gimana kabarnya?" tanya Gadis seraya menyalami tangan kakek Hadi dengan sopan.

"Ya begini saja, dokter sih bilang gak akan lama lagi," santainya.

"Kek!" Peringat Gama yang nampak tak suka dengan ucapan kakek Hadi.

"Ya emang gitu faktanya," kakek Hadi nampak tak peduli.

Tangan rentanya menarik tangan Gadis ke dalam genggaman tangan dinginnya. "Udah lama ya kita gak ketemu? Gama masih nyusahin kamu?"

GAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang